Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
PASURUAN, SWARAJOMBANG.COM – Polres Pasuruan masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek, Gempol, untuk memastikan penyebab kematian korban. Dugaan awal menunjukkan luka benda tumpul karena tidak ditemukan luka senjata tajam, luka bakar, atau darah signifikan di tempat kejadian perkara (TKP).
Kasi Humas Polres Pasuruan, IPTU Joko Suseno, menyatakan penyelidikan intensif sedang dilakukan, Selasa, 16 Desember 2025. Polisi juga berkoordinasi dengan Polres Probolinggo karena kemungkinan Pasuruan hanya lokasi pembuangan jenazah. Hingga kini, sepeda motor korban belum ditemukan.
Rumor di Desa Tiris, Probolinggo, menyebut kakak ipar korban (inisial AS, anggota polisi) sebagai pelaku dugaan pembunuhan. AS sudah diamankan Tim Jatanras Polda Jatim, meski belum ada konfirmasi resmi dari polisi.
Penemuan Jasad
Jasad perempuan itu pertama kali ditemukan warga bernama Rohim sekitar pukul 06.30 WIB, Selasa (16/12/2025), saat hendak ke sawah. Korban tergeletak di dasar parit pinggir jalan depan PT Satoria, Dusun Kauman, Desa Wonorejo, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Serda Danang dari Koramil 0819/13 Wonorejo menerima laporan pukul 07.30 WIB.
Korban mengenakan jaket hitam, celana kain krem, dan helm pink. Identitasnya dikonfirmasi melalui sidik jari dan ciri fisik seperti tindik di pusar.
Korban adalah Faradila Amalia Najwa (21), lahir 15 April 2004 di Probolinggo, mahasiswi asal Dusun Taman RT 002 RW 001, Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.
Polisi dari Polsek Wonorejo dan Polres Pasuruan segera mengamankan TKP dengan garis polisi, melakukan evakuasi, dan identifikasi awal. Jasad dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek. Posisi jenazah—kepala di bawah dan kaki di atas—menjadi petunjuk spesifik dalam penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adimas Firmansyah, menyatakan penyebab kematian masih dalam pendalaman, dengan kemungkinan kecelakaan atau pembunuhan. **











