Penulis: Mayang K. Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno
PANDEGLANG, SWARAJOMBANG.COM – Gunung Anak Krakatau yang terletak di tengah Selat Sunda meletus kembali pada Sabtu, 4 Juli 2026, sekitar pukul 08.17 WIB.
Berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan memuntahkan kolom abu setinggi 300–400 meter berwarna kelabu, menyebar ke arah barat dan barat daya, dengan dentuman keras terdengar hingga radius 5 kilometer .
Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi PVMBG, Dr. Devy Kamil Syahbana, menjelaskan: “Letusan ini berskala kecil-menengah, terekam di seismograf dengan amplitudo 25 mm dan durasi 32 detik. Aktivitas ini masih dalam pola yang terpantau rutin” .
Secara historis, Gunung Anak Krakatau muncul dari dalam kaldera bekas letusan dahsyat 1883 dan mulai terbentuk permanen tahun 1930. Sejak itu, tercatat telah meletus lebih dari 120 kali dengan variasi intensitas.
Letusan besar terakhir sebelum ini terjadi pada 27–28 November 2023, memuntahkan abu hingga 1.000 meter . Puncak aktivitas tercatat pada 2018, saat longsor sisi kawah memicu tsunami yang menewaskan ratusan jiwa.
Hingga saat ini, status gunung tetap pada Level II (Waspada). PVMBG mengimbau warga dan wisatawan tidak mendekati zona berbahaya sejauh 2 kilometer dari kawah.
Pemantauan dilakukan secara terus-menerus untuk mengantisipasi perubahan aktivitas dan menyebarkan informasi resmi kepada masyarakat pesisir Banten dan Lampung.**











