Menu

Mode Gelap

Nasional

Meredam Kemarahan Iran, Arab Saudi Resmi Melarang Pangkalan Militer AS

badge-check


					Arab Suadi secara resmi mengeluarkan pernyataan menolak wilayahnya menjadi pangkalan.milier Amerika Serikat, untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah Teluk. Foto: ist Perbesar

Arab Suadi secara resmi mengeluarkan pernyataan menolak wilayahnya menjadi pangkalan.milier Amerika Serikat, untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah Teluk. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

RIYADH, SWARAJOMBANG.COM – Arab Saudi sempat melarang Amerika Serikat menggunakan wilayah udara dan pangkalannya untuk melancarkan operasi militer ofensif seperti Project Freedom guna menghindari eskalasi konflik dengan Iran.

Bahkan saat ini, pemerintah kerajaan Arab Saudi secara resmi menyatakan penolakannya terhadap rencana penggunaan wilayahnya sebagai pangkalan udara tetap bagi pasukan militer Amerika Serikat.

Pernyataan tegas ini disampaikan melalui keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Kamis, 2 Juli 2026.

Pernyataan ini sebagai tanggapan atas pembahasan yang berkembang di kalangan pejabat dan media internasional terkait pengaturan keamanan di kawasan Teluk Persia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Abdullah bin Faisal, menegaskan bahwa kebijakan pertahanan dan keamanan negara didasarkan pada kedaulatan penuh serta kepentingan nasional yang tidak boleh dikorbankan.

“Arab Saudi menghormati hubungan strategis dengan Amerika Serikat, namun kami menegaskan bahwa wilayah kami tidak akan dijadikan tempat untuk mendirikan pangkalan udara asing yang bersifat tetap dan beroperasi secara mandiri,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.

Penolakan ini muncul di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berubah, di mana Amerika Serikat sebelumnya mengusulkan penyesuaian posisi pasukan dan fasilitas militer untuk memperkuat pengawasan di jalur perdagangan laut dan stabilitas regional.

Meskipun selama ini kedua negara telah menjalin kerja sama militer dan pertukaran informasi intelijen, Arab Saudi menekankan bahwa bentuk kerja sama tersebut harus disesuaikan dengan prinsip kesetaraan dan tanpa mengurangi kedaulatan negara tuan rumah.

Latar Belakang

Menurut pengamat hubungan internasional dari Universitas King Saud, Dr. Mohammed Al-Jabri, sikap ini merupakan bagian dari upaya Arab Saudi untuk menegaskan posisinya sebagai kekuatan regional yang mandiri.

“Selama puluhan tahun, kerja sama militer berjalan baik, namun kini Arab Saudi ingin menentukan sendiri bentuk dukungan yang dibutuhkan tanpa harus menyerahkan kendali penuh atas sebagian wilayahnya,” jelasnya.

Pihak Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi secara rinci, namun sumber dari Departemen Luar Negeri AS menyatakan tetap menghargai keputusan yang diambil oleh pemerintah Arab Saudi.

“Kami terus berkomunikasi untuk menemukan bentuk kerja sama yang saling menguntungkan dan menghormati kepentingan kedua belah pihak,” kata sumber tersebut.

Dampak dan Konteks Regional

Langkah ini menimbulkan pandangan beragam di kawasan. Sebagian pihak menilai hal ini sebagai pergeseran arah kebijakan luar negeri Arab Saudi yang lebih mandiri, sementara yang lain mempertanyakan apakah akan memengaruhi stabilitas keamanan Teluk Persia.

Meskipun demikian, Arab Saudi menegaskan bahwa penolakan ini tidak berarti memutus hubungan, melainkan mengatur ulang pola kerja sama agar lebih sesuai dengan kondisi saat ini.

“Hubungan persahabatan tetap terjaga, namun batas kedaulatan dan kewenangan negara harus tetap dijunjung tinggi,” tegas juru bicara kementerian tersebut.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sasar Toko Emas, Pria Bersenjata Api Laras Panjang Jarah Perhiasan Rp350 Juta

18 Juli 2026 - 22:44 WIB

Terdapat Luka Tembak di Kepala, Bos Otomotif Tewas di Kamar Hotel St Regis Jaksel

18 Juli 2026 - 22:10 WIB

50 Karyawan SGS Unjuk Rasa di Depan Disnaker Jombang: PHK Tipu-tipu

17 Juli 2026 - 21:07 WIB

Landas Pacu Bandara Juanda Direvitalisasi Agar Pesawat Jumbo Bisa Mendarat

17 Juli 2026 - 20:25 WIB

Rektor ITS: Tak Boleh Mahasiswa Mundur karena Biaya

17 Juli 2026 - 20:00 WIB

Beban Rp124 Miliar tapi Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Wibisono: Patut Diduga Langgar Tiga Undang Undang Sekaligus!

17 Juli 2026 - 14:55 WIB

Kosmak Ungkap Dugaan Jaringan Bisnis Besar di Bawah Kendali Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:27 WIB

Piala Dunia FIFA bukan Sekadar Hiburan, Hasil Survei Kadin-TVRI: Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun

17 Juli 2026 - 10:25 WIB

Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong: Uang Rp124 Miliar Milik 300 Anggota tak Bisa Dicairkan

17 Juli 2026 - 05:32 WIB

Trending di Nasional