Menu

Mode Gelap

Hukum

Polisi Mojokerto Tangkap Tersangka Pembunuh Abid Yulandi di Bandung

badge-check


					Polisi menggiring tersangkan berinisial SW, 38, yang ditangkap di Bandung, sebagai terduga pelaku pembunuhan Abid Yulandi Musyafa yang jenazahnya ditemukan di kebun jeruk Rejoto, Jl. Soekarno Hatta, kota Mojokerto 2 November 2024. tangkap layar video@aslimojokertocom Perbesar

Polisi menggiring tersangkan berinisial SW, 38, yang ditangkap di Bandung, sebagai terduga pelaku pembunuhan Abid Yulandi Musyafa yang jenazahnya ditemukan di kebun jeruk Rejoto, Jl. Soekarno Hatta, kota Mojokerto 2 November 2024. tangkap layar video@aslimojokertocom

Penulis: Wibisono | Editor: Priyo Suwarno

SWARAJOMBANG.COM, MOJOKERTO– Reskrim Polres Mojokerto menggelar konferensi pers atas penangkapan searang pria berinisial SW, 38, sebagai terduga pelaku pelaku pembunuhan Abid Yulandi Musyafa (38), yang jenazahnya ditemukan 2 November 2024, di kebun jeruk warga di Jl, Soekarno-Hatta, Rejoso, Prajurit Kulon, Mojokerto, Jawa Timur.

Berdasarkan video unggahan akun instagram@aslimojokertocom, Jumat, 20 Kasatreskrim Polresta Mojokerto, AKP Nova Indra Pratama menggelar konferensi pers atas keberhasilan timnya menangkap tersangka pelaku pembunuh Abid Yulandi Musyafa, 38. Tersangka pelaku disebut dengan inisial SW,38, ditangkap di Bandung, setelah 48 hari sejak ditemukan jenazah korban.

Nova menambahkan bahwa penangkapan itu berdasarkan hasil analisis berdasarkan olah data fakta di lapangan. Saat itu, katanya, terduga pelaku  menjemput korban. Lalu diajak jalan-jalan, minum kopi. Selanjutnya korban kemudian dibunuh menggunakan sangkur.

Setelah melakukan pembunuhan itu, tersangka melarikan diri, “Jadi saat ditangkap, pelaku sedang jualan cilok di Bandung. Selama ini, terduga berpindah-pindah tempat,” kata Nova memberikan penjelasan.

Polisi juga menunjukkan barang bukti berupa sepeda motor, sangkur diduga sebagai alat untuk membunuh korban, helm merah, serta beberapa barang bukti lainnya.

Polisi terus memburu tersangka dan mengungkap motivasi di balik kasus dugaan pembunuhan terhadap mayat berheml merah itu. Seorang pemancing menemukan jenazah korban, tanggal 2 November 2024, sekitar pukul 11.00 WIB, di kebun jeruk di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur.

Saat dilakukan penyidikan, polisi menemukan enam tusukan di tubuh Abid, berusia 38 tahun, adalah warga Jalan Merapi 5, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari. Ia dikenal sebagai sosok yang hidup sendiri setelah kehilangan ayahnya dan ibunya tinggal di Madiun.

Abid tidak memiliki pekerjaan tetap dan sering bergantung pada bantuan tetangga untuk kebutuhan sehari-hari. Diketahui juga bahwa ia memiliki riwayat keterbelakangan mental.

Saat ditemukan, Abid masih mengenakan helm merah, celana jins pendek abu-abu, dan kaus hitam. Jasadnya tergeletak telungkup di bawah pondasi jalan, dengan luka tusukan yang signifikan di perut dan dada, diduga akibat senjata tajam

Abid terakhir kali terlihat hidup pada 30 Oktober 2024, ketika ia dijemput oleh seorang teman menggunakan sepeda motor. Setelah itu, ia tidak kembali ke rumah. Polisi saat ini sedang memburu terduga pelaku pembunuhan yang diduga adalah teman Abid tersebut, berdasarkan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi.

Jasad Abid saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Porong untuk proses autopsi lebih lanjut. Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku. Setelah diburu selama 48 haru, polisi berhasil menangkap BG di Bandung, jawa Barat.

Diperoleh infomasi bahwa tersangka SW, merupakan teman Abid, diduga terlibat dalam insiden tersebut karena adanya konflik pribadi atau masalah lain yang belum sepenuhnya terungkap.

Penangkapan ini merupakan langkah penting dalam upaya polisi untuk menyelesaikan kasus pembunuhan ini dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.

Dengan penangkapan BG, pihak kepolisian melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap lebih lanjut motif di balik pembunuhan serta mencari kemungkinan keterlibatan orang lain dalam kasus ini. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pasca Penggerebegan Little Aresha, Walikota Yogya akan Sweeping Jasa Penitipan Anak dan PAUD

26 April 2026 - 12:52 WIB

Polisi Yogya Gerebek Daycare Little Aresha Tangkap 30 Orang, Diduga Siksa Bocah Titipan

26 April 2026 - 01:37 WIB

Aksi Demo Besar Ojol Jatim, Surabaya-Sidoarjo Diprediksi Macet Total pada 28 April

25 April 2026 - 09:32 WIB

Dokumen foto aksi unjuk rasa massa driver ojol di Surabaya. Foto: iNews

Polisi Bidik Bea Cukai Jatim, Diduga Terlibat Penyelundupan 76.000 Ponsel China Ilegal Masuk Sidoarjo

25 April 2026 - 00:04 WIB

Rudy Mas’ud Angkat Adik Jadi Tim Ahli: Apa Bedanya dengan Presiden Prabowo Angkat Hashim

24 April 2026 - 23:02 WIB

Terekam CCTV, Rumah Kades Hoho Alkaf Dilempar Bom Molotov Mobilnya Hangus

24 April 2026 - 16:52 WIB

Setelah mengalami pengeroyokan di mapolsek sebulan lalu, Jumat dinihari 24 April 2026, rumah kades Hoho Alkad disatroni teroris. Pelaku melempar bom molotov di garasi mobilbya. Mobil Honda Turbonya terbakar. Foto: Instagram@ hoho_alkaf

Ketua DPRD Magetan Suratno Ditahan Kejari, Tangis Pecah Saat Digiring ke Mobil Tahanan

23 April 2026 - 21:28 WIB

Menang Gugatan Rp119 Triliun Lawan Hary Tañoe, Jusuf Hamka Sujud Syukur

23 April 2026 - 11:13 WIB

Polres Jombang Ungkap Temuan Jasad di Megaluh, Korban Pembunuhan di Purwoasri Kediri

21 April 2026 - 17:01 WIB

Trending di Headline