Menu

Mode Gelap

Headline

Polisi Yogya Gerebek Daycare Little Aresha Tangkap 30 Orang, Diduga Siksa Bocah Titipan

badge-check


					Beginilah kondisi saat penggerebekan, puluhab bayi dan anakanak ditidurkan tanoa baju, tanpa alas tifur, kaki diikat agar tidak bisa berkeliaran. Foto: ist Perbesar

Beginilah kondisi saat penggerebekan, puluhab bayi dan anakanak ditidurkan tanoa baju, tanpa alas tifur, kaki diikat agar tidak bisa berkeliaran. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

YOGYAKARTA, SWARAJOMBANG.COM— Puluhan anak diduga menjadi korban kekerasan di sebuah daycare di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, setelah polisi menggerebek tempat penitipan anak itu pada Jumat, 24 April 2026.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat mengamankan sekitar 30 orang yang terdiri dari pengasuh hingga pengurus untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

­Dugaan Kekerasan
Polresta Yogyakarta masih mendalami dugaan penganiayaan dan penelantaran anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo.

Kasus ini mencuat setelah muncul laporan dari orang tua dan mantan pekerja, yang kemudian ditindaklanjuti penyidik hingga ke lokasi.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian mengatakan pihaknya telah mengamankan 30 orang untuk menjalani pemeriksaan.

Langkah itu diambil setelah polisi menemukan indikasi adanya perlakuan tidak wajar terhadap anak-anak yang dititipkan di tempat tersebut.

Dugaan perlakuan tak manusiawi
Sejumlah laporan menyebut ada balita yang diduga diikat tangan dan kakinya, bahkan ada yang dikunci di kamar mandi.

Polisi juga menemukan adanya indikasi kekerasan fisik lain yang kini masih didalami bersama keterangan para saksi dan orang tua korban.

Salah satu orang tua korban, Khoirunisa, mengaku kaget saat melihat kondisi anaknya. Ia mengatakan anaknya ditemukan dalam keadaan tangan diikat dan hanya memakai popok tanpa alas tidur yang layak.

Laporan orang tua
Orang tua lain menyebut dugaan kekerasan di daycare itu tidak manusiawi dan membuat mereka trauma.

Sejumlah wali murid kini ikut meminta kepastian dari aparat mengenai kondisi anak-anak mereka serta tanggung jawab pihak pengelola.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, dan menelusuri peran masing-masing pihak yang diamankan.

Kasus ini diperkirakan terus berkembang seiring pemeriksaan lanjutan terhadap para terduga pelaku dan korban.

Kronologi

  • Awal Maret–April 2026: Sejumlah orang tua mulai curiga karena ada anak yang menunjukkan perubahan perilaku, takut saat diantar ke daycare, atau tampak memiliki luka dan tanda tidak wajar setelah dititipkan.
  • 20 April 2026: Menurut keterangan DP3AP2 Kota Yogyakarta, laporan awal terkait dugaan penganiayaan mulai masuk pada tanggal ini. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti bersama pihak terkait.
  • Setelah laporan masuk: Dugaan kekerasan ditelusuri lebih jauh, termasuk adanya temuan bahwa daycare dan taman kanak-kanak terkait disebut tidak memiliki izin operasional.
  • 24 April 2026, siang sampai malam: Polresta Yogyakarta melakukan penggerebekan di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, setelah muncul aduan dan dugaan kuat adanya penganiayaan serta penelantaran anak.
  • Saat penggerebekan: Polisi menemukan dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap balita, termasuk anak yang disebut diikat tangan dan kaki, serta ada dugaan penyekapan atau penguncian.
  • Usai penggerebekan: Polisi mengamankan sekitar 30 orang untuk diperiksa lebih lanjut, termasuk pengasuh dan pihak pengelola.
  • 25 April 2026: Kasus ini makin ramai setelah orang tua korban mendatangi kepolisian dan menyampaikan kesaksian tentang kondisi anak mereka. Beberapa orang tua mengaku kaget dan menyebut perlakuan di daycare itu tidak manusiawi.
  • Perkembangan terbaru: Polisi masih mendalami jumlah korban, peran masing-masing terduga pelaku, dan bukti-bukti yang ditemukan di lokasi. Sejumlah laporan menyebut korban diduga mencapai puluhan anak.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Amran Pecat Manajer Gudang Pupuk Subsidi di Banggai, Begini Kisahnya

11 September 2026 - 19:46 WIB

Apindo Dorong Pemerintah Soal Kepastian Berusaha untuk Dongkrak Investasi

11 September 2026 - 19:04 WIB

Harga Minyak Dunia US$ 100, Pertamax Bisa Tembus Rp20.000

11 September 2026 - 18:45 WIB

BBM B50 akan Tersedia di SPBU Akhir Bulan Ini

11 September 2026 - 18:35 WIB

Keracunan MBG Timpa 352 Siswa di Lima SDN dan MTs Bukitliang Lombok Tengah

11 September 2026 - 17:28 WIB

Lima Tahun Baru Terungkap, Mantan Pacar Bunuh Dua Remaja Kakak Beradik di Banyuasin

11 September 2026 - 11:46 WIB

Zulhas Akui Terus Terang Program MBG Gagal, Pemerintah Memperbaiki Manajemennya

11 September 2026 - 11:00 WIB

Denny Indrayana Ajukan Uji Materi ke MK Soal Ijazah SLTA Gibran, Sayembara Rp10,28 M Ditutup

11 September 2026 - 10:09 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Dilanjutkan, SAR Temukan Life Jacket tapi Belum Pasti Milik Korban

10 September 2026 - 22:10 WIB

Trending di Nasional