Menu

Mode Gelap

Headline

Keracunan MBG di SDN 7 Rumbia Jeneponto, 23 Siswa Dirawat

badge-check


					Berulang kali terjadi kasus ketacunan MBG, kali ini menimpa siswa SDN 7 kecamatan Rumbia, Jeneponto, menimpa 23 anak, Kamis 23 April 2026. Foto: instagram@bekasikekinian Perbesar

Berulang kali terjadi kasus ketacunan MBG, kali ini menimpa siswa SDN 7 kecamatan Rumbia, Jeneponto, menimpa 23 anak, Kamis 23 April 2026. Foto: instagram@bekasikekinian

Penulis: Mulawarman  |  Editor: Priyo Suwarno

JENEPONTO, SWARAJOMBANG.COM— Suasana belajar di SDN 7 Kambutta Toa, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, mendadak panik setelah puluhan siswa diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (23/4/2026).

Sedikitnya 21 hingga 23 siswa dilaporkan mengalami gejala seperti lemas, gatal-gatal, sakit perut, dan pembengkakan, sementara 3 siswa lainnya harus dirujuk ke rumah sakit.

Peristiwa itu terjadi di siang hari, tak lama setelah para murid menyantap makanan sekitar pukul 12.30 WITA.

Gejala mulai muncul sekitar satu jam kemudian, sehingga korban mulai menunjukkan tanda-tanda keracunan pada sekitar pukul 13.30 WITA. Dugaan awal mengarah pada menu ikan yang disajikan hari itu.

Gejala muncul

Kepala SDN 7 Kambutta Toa, Siti Muliati, mengatakan gejala mulai terlihat sekitar satu jam setelah makanan dikonsumsi. Para siswa mengeluhkan sakit perut, tubuh lemas, dan sebagian mengalami pembengkakan serta bisul di area sekitar mulut.

“Makanan MBG dikonsumsi sekitar pukul 12.30 WITA, dan satu jam kemudian gejala mulai muncul, termasuk sakit perut, lemas, dan bisul di beberapa bagian tubuh, terutama sekitar mulut,” ujarnya.

Ia menyebut sebagian besar siswa yang terdampak merupakan murid kelas 6. Para siswa yang kondisinya menurun segera dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

Orang tua cemas
Bagi keluarga korban, kejadian ini bukan sekadar soal makanan yang diduga tak layak.

Lebih dari itu, mereka khawatir anak-anak menjadi korban dari kelalaian yang seharusnya bisa dicegah.

Seorang keluarga siswa menyebut anak mereka mengalami gatal-gatal dan wajah bengkak setelah menyantap menu ikan tersebut.

Keluhan serupa juga datang dari orang tua lain yang meminta evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan makanan MBG di sekolah.

Penyelidikan berjalan

Pihak terkait kini menelusuri penyebab pasti kejadian ini. Dapur penyedia makanan MBG telah ditutup sementara, dan barang bukti diamankan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi bersama instansi terkait memeriksa kemungkinan adanya masalah pada proses pengolahan, penyimpanan, maupun distribusi makanan sebelum sampai ke tangan siswa.

Fokus utama penyelidikan saat ini ialah menu ikan yang diduga menjadi pemicu gejala.

Kasus ini juga menjadi sinyal keras bagi pelaksanaan program makan gratis di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Alamsyah, menyoroti perlunya koordinasi yang lebih kuat agar pengawasan tidak lemah di lapangan.

Di balik program yang niat awalnya mulia, kejadian ini menunjukkan bahwa pengawasan mutu makanan tetap menjadi titik paling rawan.

Sekali kontrol longgar, dampaknya bisa langsung dirasakan anak-anak yang justru menjadi sasaran utama program.

Para siswa yang terdampak dirawat di Puskesmas Tompobulu dan Puskesmas Rumbia, sementara beberapa lainnya dirujuk ke rumah sakit.

Hingga kini, hasil pemeriksaan laboratorium menjadi kunci untuk memastikan apakah benar menu MBG menjadi penyebab utama.**
Di SDN 7 Kambutta Toa, rasa cemas masih belum sepenuhnya reda. Yang tersisa bukan hanya sisa makan siang, melainkan juga pertanyaan tentang bagaimana memastikan makanan untuk anak sekolah benar-benar aman sebelum disantap

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pintu DPRD Jombang Telah Dibuka: Bahas Kelahiran Bung Karno di Ploso Bersama TACB dan Pemerhati Sejarah

25 April 2026 - 11:51 WIB

Aksi Demo Besar Ojol Jatim, Surabaya-Sidoarjo Diprediksi Macet Total pada 28 April

25 April 2026 - 09:32 WIB

Dokumen foto aksi unjuk rasa massa driver ojol di Surabaya. Foto: iNews

Polisi Bidik Bea Cukai Jatim, Diduga Terlibat Penyelundupan 76.000 Ponsel China Ilegal Masuk Sidoarjo

25 April 2026 - 00:04 WIB

Rudy Mas’ud Angkat Adik Jadi Tim Ahli: Apa Bedanya dengan Presiden Prabowo Angkat Hashim

24 April 2026 - 23:02 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme(2): Krypteia adalah Polisi Pembunuh Rahasia di Sparta

24 April 2026 - 22:00 WIB

Dibatasi Maksimal 5 Pak Pembelian Beras SPHP 

24 April 2026 - 19:06 WIB

Terekam CCTV, Rumah Kades Hoho Alkaf Dilempar Bom Molotov Mobilnya Hangus

24 April 2026 - 16:52 WIB

Setelah mengalami pengeroyokan di mapolsek sebulan lalu, Jumat dinihari 24 April 2026, rumah kades Hoho Alkad disatroni teroris. Pelaku melempar bom molotov di garasi mobilbya. Mobil Honda Turbonya terbakar. Foto: Instagram@ hoho_alkaf

Basalamah Mengaku tak Tahu Uang Rp8,4 Miliar yang Diserahkan ke KPK

24 April 2026 - 15:24 WIB

Dandy Pratama Wahyu Pemuda Asal Candipuro Lumajang, Korban Tewas Terjun dari Jembatan Cangar Batu

24 April 2026 - 14:30 WIB

Trending di Headline