Menu

Mode Gelap

Headline

Pencuri Mangga Tewas, Kerabat Korban Balik Menyerang Rumah Pemilik Pohon di Bontang

badge-check


					Puluhan orang mengamuk, merusak dan memotong pohon mangga dalam rekaman CCTV. Setelah terjadi seorang pencuri mangga tewas, setelah kepergok pemilik di kelurahan Apiapi, kota Bontan, Kalimanran Timur. Foto: instagram@indonesiaku.id
Perbesar

Puluhan orang mengamuk, merusak dan memotong pohon mangga dalam rekaman CCTV. Setelah terjadi seorang pencuri mangga tewas, setelah kepergok pemilik di kelurahan Apiapi, kota Bontan, Kalimanran Timur. Foto: instagram@indonesiaku.id

Penulis: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno

BONTANG, SWARAJOMBANG.COM — Kasus tragis dan memanas terjadi di Kelurahan Apiapi, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Pasalnya, ada seorang pria berinisial RI (28 tahun), warga Kelurahan Berbas Pantai, meninggal dunia setelah jatuh dari pohon saat sedang mencuri mangga milik warga, Selasa dini hari, 5 Mei 2026.

Namun persoalan tak selesai di situ: Sabtu kemarin (9/5), puluhan orang yang mengaku keluarga dan kerabat almarhum mendatangi rumah pemilik pohon, mengamuk, merusak fasilitas rumah, hingga menebang paksa pohon mangga tersebut, dengan alasan menuntut tanggung jawab atas kematian kerabatnya.

Kini kasus makin rumit: kedua belah pihak saling melapor ke polisi — keluarga korban menuduh pemilik rumah aniaya, sementara pemilik rumah lapor penyerangan dan perusakan barang. Polisi terus menyelidiki dan mengamankan lokasi agar tak makin ricuh.

Kejadian

Kejadian bermula sekitar pukul 03.20 WITA, saat suasana masih gelap gulita di kawasan Jalan KS Tubun, Gang Bersama 7.

Berdasarkan kesaksian saksi kunci berinisial M, teman yang ikut bersama RI, awalnya mereka berdua sedang bermain domino, lalu RI mengajak keluar dengan alasan mau beli rokok.

Namun sesampainya di lokasi, RI justru mengajak M ikut mencuri mangga yang buahnya lebat di halaman rumah warga berinisial AH (52 tahun).

“Saya disuruh jaga-jaga di bawah, dia naik ke pohon. Pas lagi ambil buah, tiba-tiba Pak AH keluar rumah pakai senter, kaget lihat ada orang. RI panik sekali, langsung melompat turun dari pohon. Nahas, kepalanya terbentur keras pinggir parit beton di samping pagar. Dia sempat bangun sebentar, tapi langsung jatuh lagi tak sadarkan diri. Saya takut, langsung lari pergi,” ungkap M saat reka ulang kejadian di hadapan penyidik Polres Bontang, Sabtu, 9 Mei 2026.

Warga yang mendengar suara gaduh langsung keluar, menemukan RI tergeletak berdarah banyak. Ia langsung dibawa ke RS Amalia, namun luka di kepala terlalu parah. RI meninggal dunia sehari setelahnya, Rabu  pagi, 6 Mei.

Hasil pemeriksaan awal medis & olah TKP: kematian murni akibat benturan keras saat jatuh sendiri, tidak ada tanda kekerasan atau pukulan dari orang lain. Pemilik rumah hanya menegur, sama sekali tidak menyentuh atau mengejar pelaku.

Diserbu

Meski fakta sudah jelas, keluarga almarhum tak terima. Mereka menganggap Pak AH dan warga bertanggung jawab, karena dianggap mengejar atau menakut-nakuti hingga RI jatuh. Emosi meluap memuncak Sabtu siang, saat puluhan orang datang bergerombol ke rumah Pak AH, berteriak-teriak marah, lalu mengamuk.

Berdasarkan rekaman video yang beredar:

  • Massa merusak pagar, pintu gerbang, dan sebagian jendela rumah
  • Pohon mangga setinggi 8 meter itu ditebang habis pakai gergaji, batang & dahan dibuang ke jalan
  • Warga sekitar yang berusaha menenangkan sempat bersitegang dan hampir terlibat perkelahian
  • Pak AH dan keluarga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat karena takut disakiti.

“Kami cuma punya pohon itu, buahnya sering kami bagi-bagi tetangga. Dia sendiri yang datang mencuri, sendiri yang panik dan jatuh. Kami tak sentuh sedikit pun. Malah kami yang bantu bawa ke RS. Tapi kenapa rumah kami yang dihancurkan?” ujar Pak AH sambil gemetar saat dikonfirmasi.

Keluarga korban berdalih lain: “Kalau tidak ditakutkan atau dikejar, dia tak mungkin jatuh sampai mati. Kami minta tanggung jawab, kami hancurkan pohon itu supaya tak ada lagi nasib sama ke orang lain,” kata salah satu juru bicara rombongan.

Saling Melapor

Kapolres Bontang AKBP Widho Ariano lewat KBO Reskrim Ipda Ardiansyah membenarkan, saat ini posisi kasus: dua arah saling lapor.

1. Keluarga RI: Lapor dugaan penganiayaan & pembiayaan kematian, tuduh pemilik rumah menakut-nakuti hingga jatuh.

2. Pak AH (Pemilik), juga melapor ke polisi atas  tindak pidana penyerangan, perusakan barang, dan kekerasan dalam rumah tangga, akibat amukan massa.

“Hasil awal penyelidikan & olah TKP: tidak ada tanda kekerasan dari pihak pemilik rumah. Korban jatuh karena panik sendiri saat ketahuan sedang mencuri. Tapi kami tetap proses aduan kedua belah pihak, kumpulkan bukti lengkap, rekaman CCTV, keterangan saksi & hasil otopsi. Kami pastikan hukum berjalan adil, siapa salah tetap diproses, siapa jadi korban juga dilindungi,” tegas Ardiansyah.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing emosi, percaya hasil penyelidikan, dan biarkan hukum bekerja. Saat ini petugas masih berjaga ketat di lokasi, memastikan keamanan dan mencegah kericuhan meluas.

Kasus ini jadi pelajaran pahit: pencurian tetaplah tindakan salah dan berisiko, tapi tindakan main hakim sendiri, mengamuk, merusak milik orang lain juga tindak pidana yang punya sanksi berat.

Hingga berita diturunkan, pohon mangga tinggal tunggul, pagar rumah rusak, dan kedua keluarga sama-sama menunggu hasil penyidikan kepolisian.
**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Siswi SMPN Kepanjen Malang Jadi Korban Pelecehan Guru, Langsung Berurusan dengan Polisi

10 Mei 2026 - 22:34 WIB

Modus Upacara Mistis Lecehkan 11 Murid, Guru Silat Pingsan Dikeroyok Keluarga Korban

10 Mei 2026 - 18:44 WIB

Bergulat Lawan Pencuri Motor, Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak di Kepala

10 Mei 2026 - 17:42 WIB

“Menolak Punah” dan “Pesta Babi”: Antara Kebenaran, Perjuangan dan Larangan!

9 Mei 2026 - 21:46 WIB

Calon Cobek Terbesar di Indonesia untuk Festival Rujak Uleg 2026 Hari Jadi 733 Surabaya

9 Mei 2026 - 20:35 WIB

Tambah Lagi Insiden Tewas Terjun dari Jembatan Cangar: Kasus Keempat Maret- 8 Mei 2026

9 Mei 2026 - 19:01 WIB

Jembatan H Jusuf Hamka Membentang di Sungai Brantas di Jipurafah Plandaan, 24 x 4.5 M Biaya Rp 850 Juta

8 Mei 2026 - 19:50 WIB

Gunung Dukono Maluku Utara Meletus: Warga Jepang dan Cina Tewas, 18 Pendaki Butuh Dievakuasi

8 Mei 2026 - 18:09 WIB

Gunung Dukono, wilayah Maluku Utara, Jumat pagi, 8 Mei 2026. Ternyata sedang ada puluhan wisatawan asing dan domestik sedang berada di puncak. Akibatnya, dua orang tewas dari Cuna dan Jepang. Lima orang luka ringan. Madih ada 18 pendaki butuh bantuan dari BPBD untuk dievakuasi. Foto: instagram@maluku_utara

Beroperasi Sejak 2017, Poltabes Ringkus 14 Sindikat Perjokian Tes Masuk ke Unesa Surabaya

8 Mei 2026 - 16:20 WIB

Trending di Headline