Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
BANDAR LAMPUNG, SWARAJOMBANG.CON — Sorang anggota polisi, Brigadir Polisi Arya Supena (34), gugur di tengah menjalankan tugas setelah ditembak oleh pelaku pencurian kendaraan.
Insiden maut ini terjadi pada hari Sabtu pagi 9 Mei 2026 sekitar pukul 05.30 WIB di kawasan Jalan ZA Pagar Alam, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung .
Almarhum Arya bertugas sebagai anggota Banit III Subdit IV Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Lampung.
Atas pengabdian dan keberaniannya melindungi masyarakat, Polda Lampung secara anumerta menaikkan pangkatnya menjadi Brigadir Polisi Kepala (Bripka) dan menganugerahkan tanda jasa pengabdian setinggi-tingginya .
Ditembak di Kepala
Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Lampung, Komisaris Besar Polisi Yuni Iswandari Yuyun, peristiwa bermula saat Arya berangkat bertugas mengantar laporan piket menuju ruang Kapolda.
Saat melintas di depan Toko Roti Yussy Akmal, matanya menangkap gerak-gerik mencurigakan dua orang pria yang sedang beraksi merusak kunci sepeda motor yang terparkir rapi di area halaman toko .
Tanpa ragu, Arya segera menghentikan kendaraannya — Honda Beat Street hitam nomor polisi BG 6138 ACY — lalu turun menghampiri dan menegur kedua pelaku. Namun, bukannya menyerah, para pelaku justru melawan dan terjadilah pergelutan fisik sengit di tempat kejadian perkara.
“Saat beradu tenaga, salah satu pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata api dan langsung melepaskan satu kali tembakan ke arah kepala Brigpol Arya.
“Peluru masuk di bagian kanan kepala dan menembus keluar sisi kiri. Almarhum langsung tersungkur dan tak sadarkan diri,” ungkap Yuni di kantor Polda Lampung, Sabtu sore.
Melihat korban jatuh berlumuran darah, kedua pelaku segera melarikan diri naik sepeda motor yang mereka bawa, turut serta membawa senjata api jenis revolver milik almarhum yang sempat direbut saat perkelahian.
Warga yang mendengar suara tembakan berdatangan dan langsung menolong, lalu membawa Arya ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk pertolongan medis.
Namun nyawa anggota berani itu tak tertolong lagi, dokter menyatakan meninggal dunia sekitar pukul 06.15 WIB .
Rekaman CCTV di lokasi kejadian memperlihatkan dengan jelas detik-detik keberanian Arya yang sendirian berani menghadapi dua orang penjahat demi menyelamatkan hak milik warga, hingga detik maut itu datang .
Memburu Pelaku
Pihak kepolisian langsung mengerahkan tim khusus gabungan dari Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung untuk memburu kedua pelaku yang masih buron.
Pengejaran diperketat di seluruh jalan keluar kota, perbatasan antar kecamatan hingga perbatasan provinsi, demi memastikan pelaku tidak lolos dari jerat hukum .
Barang bukti yang sudah diamankan petugas di TKP antara lain: satu buah kunci T yang dipakai merusak kunci motor, spion motor yang patah akibat perkelahian, serta sisa selongsong peluru
Saat ini tim penyidik masih mendalami apakah senjata yang dipakai pelaku senjata ilegal atau hasil kejahatan sebelumnya, serta mengidentifikasi ciri fisik lengkap pelaku lewat rekaman kamera pengawas.
Kapolda Lampung, Irjen Pol. Andap Budhi Revianto, memberikan arahan tegas: “Kami perintahkan seluruh jajaran bekerja tuntas, kejar dan tangkap pelaku hidup atau mati. Kejahatan menembak petugas yang sedang bertugas melindungi masyarakat adalah tindakan biadab, tidak bisa dimaafkan dan harus dihukum seberat-beratnya.”
Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman turut menyampaikan duka cita mendalam.
Ia menilai almarhum gugur sebagai pahlawan yang menjalankan tugas mulia menjaga keamanan.
“Ini bukti nyata pengabdian polisi di garis depan. Negara dan rakyat berduka, kami minta penindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya .
Pemberani
Rekan kerja di lingkungan Polda Lampung mengenang Arya sebagai sosok polisi muda yang berani, rajin, dan sangat berbakti pada tugas. Ia selalu sigap setiap ada panggilan, dan dikenal sangat peduli pada keamanan lingkungan.
Jenazah almarhum saat ini masih disemayamkan di RS Bhayangkara, sebelum akan diberangkatkan ke kampung halaman di wilayah Tulang Bawang untuk dimakamkan dengan penghormatan militer lengkap.
Kehilangan Arya menjadi pukulan berat sekaligus menjadi bukti pahitnya risiko tugas polisi di lapangan. Di tengah masyarakat, berita ini langsung menjadi sorotan, banyak warga yang berduka, berdoa, dan berharap pelaku segera tertangkap.
“Dia berani, dia jaga kita, tapi dia yang jadi korban. Semoga pelaku cepat ditangkap dan dihukum berat,” ujar Suryadi, warga Bandar Lampung yang terlihat ikut melayat.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik masih terus memburu jejak pelaku, berjanji tak akan berhenti sampai keadilan benar-benar terwujud untuk Brigadir Polisi Kepala (Anumerta) Arya Supena, pahlawan yang gugur demi keamanan kita semua.**











