Penulis: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno
MALUKU, SWARAJOMBANG.COM— Pada saat Gunung Dukono, gunung api aktif setinggi 1.087 mdpl meletus, masih ada puluhan pendaki sedang berdada di puncak.
Beberapa dari mereka adalah wisatawan dari China, Jepang dan Eropa, serta warga lokal. Mereka bersuka cita, merasa beruntung bisa menyaksikan peritiwa langka itu.
Di balik itu, gunung yang betada di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus hebat pada Jumat, 8 Mei 2026 pukul 07.41 WIT, meminta konsekuensi, nyawa.
- Gunung itu menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 10.000 meter ke langit, berwarna kelabu pekat hingga hitam dan melayang ke arah utara.
Peristiwa ini menewaskan dua pendaki warga negara asing, masing-masing asal Cina dan Jepang, serta membuat belasan pendaki lain terjebak di jalur pendakian akibat hujan abu dan aliran material panas.
Kejadian
Berdasarkan data resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan terjadi tiba-tiba disertai dentuman keras yang terdengar hingga radius 15 km dari puncak.
Saat kejadian, tercatat ada 22 pendaki sedang berada di jalur pendakian, padahal gunung ini sudah berstatus Level II / WASPADA sejak Maret 2026, dan masyarakat/wisatawan dilarang mendekat dalam radius 4 km dari kawah utama Malupang Warirang.
Para pendaki itu sebagian besar turis asing yang mengabaikan peringatan rambu di pintu masuk, berniat mendaki demi foto dan konten media sosial, padahal aktivitas vulkanik bulan ini sudah meningkat tajam hingga tercatat 97 kali erupsi kecil dalam 2 bulan terakhir.
Saat abu mulai turun tebal dan suhu udara naik drastis, kepanikan terjadi. Sebagian berusaha turun tapi jalan tertutup debu tebal, sementara dua orang tidak sempat menyelamatkan diri karena terjebak di jalur dekat kawah.
Data Korban
1. WANG LI WEI (32) – Warga Negara Cina, pekerja swasta, berangkat sendiri dari Surabaya khusus mendaki Gunung Dukono
2. TANAKA RYUJI (28) – Warga Negara Jepang, mahasiswa, sedang berlibur keliling Maluku dan masuk rencana mendaki gunung ini
Lukaluka 5 ORANG): Luka bakar ringan, gangguan pernapasan, memar akibat terjatuh saat lari.
Masih terjebak 18 ORANG: Terdiri dari 9 WNA (Malaysia, Korea, Prancis, Australia) dan 9 warga lokal pemandu wisata, saat ini berteduh di pos pendakian tengah yang aman dari aliran panas.
Semua data dikonfirmasi Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu dan Kepala BPBD setempat.
Barang bukti ditemukan: paspor korban, perlengkapan pendakian, kamera foto, tiket perjalanan, dan catatan rencana perjalanan.
Keterangan
Kapolres Halmahera Utara – AKBP Erlichson Pasaribu, mengataka,” Sangat disayangkan. Korban tewas dua orang WNA: Cina dan Jepang. Mereka tahu ada larangan tapi tetap masuk demi konten. Tim SAR gabungan kami sudah berangkat, evakuasi berjalan sulit karena abu tebal dan jalan tertutup. Kami imbau: JANGAN mendaki dulu, nyawa jauh lebih mahal daripada foto.”
Kepala PVMBG, Dr. Muhammad Hendrasto menambahkan, “Dukono itu gunung paling aktif di Indonesia, meletus terus bertahun-tahun. Status WASPADA artinya bahaya nyata. Kami perketat pengawasan, nanti siapa pun yang masuk tanpa izin akan ditindak tegas.”
Evakuasi
– Tim SAR, Polisi, BPBD, dan relawan lokal bergerak dari dua arah: jalur Tobelo dan jalur Galela.
– Evakuasi difokuskan selamatkan 18 orang terjebak, diperkirakan selesai sore ini sebelum gelap.
– Abu vulkanik mulai turun ke pemukiman warga, warga di sekitar diminta pakai masker dan tutup sumur air.**











