Menu

Mode Gelap

Nasional

Kuch Kuch Hota Hai Mengalun, Saat Presiden Prabowo Serahkan Anglung kepada PM Narendra Modi

badge-check


					Presiden Prabowo beri hadiah alat musik angkung, Jawa Barat kepada tamu agung PM Narendra dalam kunjungan persahabatan. Foto: setneg Perbesar

Presiden Prabowo beri hadiah alat musik angkung, Jawa Barat kepada tamu agung PM Narendra dalam kunjungan persahabatan. Foto: setneg

Penulis: Tanasyafira L. Tirani  |  Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM— Indonesia-India punya sejarah hubungan mesra sejak berabad abad. Suasana ini tergambar jelas, saat presiden Prabowo Subianto menjamu tamu agung OM Narendra Modi, tadi malam.

Di ruang pertemuan kenegaraan Istana Merdeka, suasana serius berubah menjadi hangat, akrab, dan penuh senyum.

Di hadapan para pejabat dan awak media, Presiden Prabowo Subianto secara khusus menyerahkan cenderamata istimewa kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi: satu set angklung, alat musik bambu khas Jawa Barat yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya.

“Hadiah kecil dari kami, simbol persahabatan dan keharmonisan,” ujar Prabowo sambil menyerahkan alat musik itu dengan senyum lebar.

Modi menerimanya dengan antusias, memegang gagang bambu itu seolah sedang memegang sesuatu yang sangat berharga. Matanya berbinar, jari-jarinya menyentuh batang-batang bambu yang tersusun rapi itu.

Keduanya lalu berdiri berdampingan, sama-sama memegang angklung masing-masing. Presiden Prabowo memegang angklung bernada dasar Do (C), suara paling dasar dan utama, sementara Perdana Menteri Modi memegang angklung bernada Sol (G), nada penyangga yang memberi keindahan harmoni.

Seorang pemusik angklung berdiri di samping mereka, siap memandu.

“Cukup digoyangkan perlahan, Pak,” bisik pemusik itu. Keduanya tertawa, lalu bersamaan mengayunkan tangan. Ting… ting… tung… suara bambu berdentang lembut, bersahutan, menciptakan nada yang indah.

Kuch Kuch Hota Hai

Modi tampak sangat senang, mengulangi gerakan itu berulang kali, semakin lincah, seolah sudah terbiasa memainkannya. Prabowo ikut tertawa melihat kegembiraan tamunya.

Momen paling berkesan terjadi saat pemusik utama mulai memainkan alunan nada yang sangat dikenal Modi dan seluruh rakyat India. Melodi lagu legendaris Kuch Kuch Hota Hai mengalun lembut dari deretan angklung.

Lagu ikonik “Kuch Kuch Hota Hai” dari film berjudul sama (1998) dinyanyikan oleh Udit Narayan dan Alka Yagnik. Berikut adalah cuplikan lirik lagu romantis legendaris ini:
Tum paas aaye, yun muskuraaye
Tumne na jaane kya sapne dikhaye
Ab toh mera dil, jaage na sota hai
Kya karu haye, kuch kuch hota hai.
Lirik lengkapnya mencakup ungkapan perasaan cinta yang mendalam, kebingungan emosi, dan kerinduan, yang diulang dalam bait-bait lagu tersebut.

Secara spontan Modi melangkah mendekat, ikut bergoyang, dan memainkan nada-nada pelengkap lagu itu dengan tepat. Tepuk tangan riuh segera terdengar memenuhi ruangan.

“Wah, hebat sekali Pak Modi, ternyata berbakat musisi!” seru Prabowo sambil menepuk bahu tamunya dengan akrab. Modi hanya tersenyum lebar, matanya berbinar puas, seolah bangga bisa ikut memainkan lagu kenangan negaranya dengan alat musik Indonesia.

Diplomasi lewat budaya ini menjadi momen paling manusiawi di tengah seriusnya pembahasan kerja sama dagang, pendidikan, dan pertanian. Angklung yang sederhana itu menjadi jembatan hati: dua pemimpin bangsa besar, berbeda latar belakang, bersatu lewat nada dan rasa persahabatan.

Filosofi Angklung

“Angklung itu filosofinya kebersamaan. Tidak ada satu nada yang lebih tinggi atau lebih rendah, semuanya harus bersatu agar indah terdengar,” kata Prabowo menjelaskan makna hadiahnya.

Modi mengangguk setuju, menambahkan: “Begitu juga hubungan kita, Indonesia dan India, harus selalu selaras dan bersatu.”

Pagi itu, di ruang Istana Merdeka, tidak hanya kesepakatan kertas yang ditandatangani, tapi juga ikatan persaudaraan yang dipererat lewat alunan bambu dan melodi kenangan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Warga Madeira Hormati Ronaldo Kerahkan 8.000 Drone Cerdas: Terima Kasih 7

8 Juli 2026 - 12:24 WIB

13 Juli Ditetapkan sebagai Hari Kepercayaan kepada Tuhan yang Mahaesa: Komitmen Jaga Persatuan Negara

8 Juli 2026 - 10:44 WIB

21 Hari Tewasnya Ruly Yunis, Keluarga Bikin Sayembara Berhadiah Rp20 Juta Tangkap Erlan

8 Juli 2026 - 10:04 WIB

Menelisik Akar Terorisme (33): Pria Bernama Kamis Adalah Mimpi Buruk

7 Juli 2026 - 18:59 WIB

Kasus Temuan Jasad Wanita di Parkiran Juanda, Muncul Nama Erlan di Medsos

7 Juli 2026 - 14:20 WIB

Kerugian Negara Rp5 Triliun Akibat Black Out PLN di Enam Provinsi Sumatera

6 Juli 2026 - 21:51 WIB

Laka Sugeng Rahayu Vs Fuso di Jembatan Paron Nganjuk, Dus Orang Tewas 14 Orang Luka-luka

6 Juli 2026 - 20:29 WIB

Pertahankan Jl. Hasyim Asy’ary sebagai Zona Kuning, Massa Gardupapak Geruduk DPRD Jombang

6 Juli 2026 - 19:36 WIB

Harga Ayam dan Telur Masih Loyo, Ini Penyebabnya

6 Juli 2026 - 18:55 WIB

Trending di Nasional