Menu

Mode Gelap

Nasional

Pertahankan Jl. Hasyim Asy’ary sebagai Zona Kuning, Massa Gardupapak Geruduk DPRD Jombang

badge-check


					Puluhan warga pedagang kaki lima yang tergabung dalam Paguyuban Gerakan Pedagang Pasar dan Kaki Lima (Gerdupapak) melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Jombang, Senin pagi, 6 Juli 2026. Foto: instagram@kabarbaik.id Perbesar

Puluhan warga pedagang kaki lima yang tergabung dalam Paguyuban Gerakan Pedagang Pasar dan Kaki Lima (Gerdupapak) melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Jombang, Senin pagi, 6 Juli 2026. Foto: instagram@kabarbaik.id

Penulis: Sri  Muryanto. |   Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM — Puluhan pria dan wanita   (PKL) yang tergabung dalam Paguyuban Gerakan Pedagang Pasar dan Kaki Lima (Gerdupapak) melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Jombang, Senin pagi, 6 Juli 2026.

Mereka meminta kepastian kebijakan terkait kabar rencana perubahan status Jalan KH Hasyim Asy’ari dari zona kuning menjadi zona merah, yang dikhawatirkan akan menghapus hak mereka berdagang dan sumber penghidupan keluarga.

Aksi berlangsung tertib dan damai, peserta aksi membawa spanduk bertuliskan “Kami Jual Kopi Bukan Jual Harga Diri” serta “Jangan Pisahkan Kami dari Sumber Nafkah”, “Kami dibina, jangan dibinasakan”.

Mereka diterima langsung oleh pimpinan Komisi B DPRD Kabupaten Jombang yang menangani bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Sukamto, Koordinator Lapangan Gerdupapak Kabupaten Jombang, selaku juru bicara aksi menyampaikan kekhawatiran mendalam:

“Kami datang ke sini karena sangat cemas mendengar kabar yang beredar luas belakangan ini, bahwa lokasi dagang kami di sepanjang Jalan KH Hasyim Asy’ari hendak diubah statusnya menjadi zona merah.” Kata dia lantang.

:Kalau benar berubah menjadi zona merah, otomatis kami dilarang berjualan di sana selamanya. Padahal lokasi ini sudah menjadi satu-satunya sumber penghasilan dan nafkah bagi keluarga kami selama belasan tahun.”

“Kami tidak menolak penataan wilayah demi ketertiban umum, tapi kami menolak diusir sepihak tanpa solusi. Kami jual barang dagangan, bukan menjual diri sendiri, dan kami berhak atas mata pencaharian yang halal ini. Jangan ubah zonasi sebelum menyediakan tempat pengganti yang layak, strategis, dan tetap bisa dijangkau pembeli,” tambah Sukamto.

Dewan Beri Jaminan
Merespons aspirasi tersebut, Drs. H. Muhamad Ali, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jombang, memberikan kepastian resmi kepada seluruh peserta aksi.

“Saya tegaskan di sini, di hadapan rekan-rekan semua: Tidak ada keputusan resmi dan tidak ada rencana sama sekali untuk mengubah status Jalan KH Hasyim Asy’ari menjadi zona merah,” kata wakil rakyat itu.

“Status kawasan ini tetap zona kuning, sehingga pedagang kaki lima tetap diizinkan beraktivitas berdagang sesuai aturan yang berlaku.” Tambah dia.

“Kabar yang beredar sebelumnya hanyalah wacana yang belum disepakati, bukan kebijakan final. Kami mengerti bahwa keberadaan rekan-rekan pedagang sangat penting bagi ekonomi rakyat dan kesejahteraan keluarga. Jika nanti ada rencana penataan ulang, kami wajib mengundang dan mendengar aspirasi rekan-rekan terlebih dahulu, tidak boleh mengambil keputusan sepihak,” tegas Muhamad Ali.

Pihak DPRD juga berjanji akan memfasilitasi pertemuan lanjutan antara perwakilan pedagang dengan Dinas Perdagangan serta Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang, untuk menyusun aturan berdagang yang tertib namun tetap menguntungkan kedua belah pihak.

Mendengar kepastian tersebut, para pedagang menyambut lega dan berharap janji ini benar-benar ditepati.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sasar Toko Emas, Pria Bersenjata Api Laras Panjang Jarah Perhiasan Rp350 Juta

18 Juli 2026 - 22:44 WIB

Terdapat Luka Tembak di Kepala, Bos Otomotif Tewas di Kamar Hotel St Regis Jaksel

18 Juli 2026 - 22:10 WIB

50 Karyawan SGS Unjuk Rasa di Depan Disnaker Jombang: PHK Tipu-tipu

17 Juli 2026 - 21:07 WIB

Landas Pacu Bandara Juanda Direvitalisasi Agar Pesawat Jumbo Bisa Mendarat

17 Juli 2026 - 20:25 WIB

Rektor ITS: Tak Boleh Mahasiswa Mundur karena Biaya

17 Juli 2026 - 20:00 WIB

Beban Rp124 Miliar tapi Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Wibisono: Patut Diduga Langgar Tiga Undang Undang Sekaligus!

17 Juli 2026 - 14:55 WIB

Kosmak Ungkap Dugaan Jaringan Bisnis Besar di Bawah Kendali Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:27 WIB

Piala Dunia FIFA bukan Sekadar Hiburan, Hasil Survei Kadin-TVRI: Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun

17 Juli 2026 - 10:25 WIB

Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong: Uang Rp124 Miliar Milik 300 Anggota tak Bisa Dicairkan

17 Juli 2026 - 05:32 WIB

Trending di Nasional