Menu

Mode Gelap

Nasional

Laka Sugeng Rahayu Vs Fuso di Jembatan Paron Nganjuk, Dus Orang Tewas 14 Orang Luka-luka

badge-check


					Sebuag kecelakaan maut terjadi di jembatan Paron, Bagor, Nganjuk. Melibatkan bua PRO Sugeng Rahayu melawan  teuk Fuso, Sabtu 4 Juli 2026. Menyebabkan dua orang tewas dan 14 luka luka. Foto: kabarbaikdotco Perbesar

Sebuag kecelakaan maut terjadi di jembatan Paron, Bagor, Nganjuk. Melibatkan bua PRO Sugeng Rahayu melawan teuk Fuso, Sabtu 4 Juli 2026. Menyebabkan dua orang tewas dan 14 luka luka. Foto: kabarbaikdotco

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo 

KREDONEWS.COM, NGANJUK — Sebanyak dua orang tewas, dan 14 lsinnya alami luka luka  saat  terjadi kecelakaan antara PO bus Sugeng Rahayu melawan rruk Fuso, di Jembatan Paron, Kecamatan Bagor, Nganjuk, Sabtu (4/7/2026).

Bus Sugeng Rahayu yang membawa puluhan penumpang pun tergelincir masuk sungai. Kejadian ini memicu kepanikan penumpanhs, serta menggegerkan warga.

Akibat benturan itu sangat dahsyat: sisi kanan bodi bus penyok parah, kaca samping hancur berkeping-keping, pintu darurat tersangkut tak bisa dibuka, sementara kabin truk hancur total dan muatan barang yang dibawa tumpah ke pinggir jalan.

Akibat peristiwa ini, 2 orang meninggal dunia di lokasi kejadian, serta 14 lainnya mengalami luka ringan hingga berat dan segera dilarikan ke RSUD Dr. Soedono Nganjuk serta Puskesmas terdekat.

Di antara penumpang yang berusaha keluar dari bus, ada Sri Wahyuni (32 tahun) yang duduk memeluk erat bayinya yang baru berusia 8 bulan.

Ibu ini berangkat dari Surabaya, hendak pulang ke rumah orang tuanya di Kecamatan Gondang, Nganjuk untuk menghadiri acara keluarga. Kursi mereka berada tepat di sisi kanan yang paling parah rusak — saat benturan terjadi, keduanya terlempar keluar pembatas dan jatuh ke sungai yang arusnya cukup deras di bawah jembatan.

Aipda Sutrisno
Kabar ada korban tercebur seketika membuat warga dan petugas yang baru tiba semakin cemas. Tanpa menunggu perintah,

Aipda Sutrisno, yang akrab disapa Pak Tris dari Polsek Bagor, segera turun menuruni tebing setinggi lima meter, lalu berenang mendekati lokasi korban.

Seragam tetap rapi namun basah terkena percikan air sungai, sepatu penuh lumpur, namun matanya tak lepas mencari keberadaan ibu dan bayi itu di antara bebatuan.

Bersama warga yang turun membantu, Pak Tris berhasil mengangkat bayi terlebih dahulu ke tempat aman di pinggir sungai, lalu kembali membantu Sri Wahyuni yang sudah mulai lemas dan hampir hanyut.

Setelah keduanya naik ke atas jembatan, ia tak langsung beristirahat. Dengan hati-hati, ia menggendong tubuh mungil bayi itu masuk ke dalam ambulans, memastikan posisinya aman sebelum pintu ditutup petugas medis.

“Bayi itu sempat tercebur sungai. Kemudian ditolong bersama-sama oleh warga setempat, termasuk Pak Tris. Setelah dievakuasi, bayi itu digendong Pak Tris masuk ambulans menuju rumah sakit,” ungkap AKP Fajar Kurniadhi, Kasi Humas Polres Nganjuk.

Kini, berkat pertolongan sigap itu, kondisi Sri Wahyuni dan bayinya terus membaik. Ibu itu menderita luka memar dan syok berat, namun sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga, sementara sang bayi hanya mengalami luka ringan dan kini sudah kembali menyusu dengan tenang di ruang rawat inap.

Pak Tris sendiri mengaku tidak melakukan hal yang luar biasa. “Itu sudah tugas saya sebagai pelindung dan pelayan masyarakat. Melihat ada nyawa dalam bahaya, tentu saja saya harus bergerak secepat mungkin,” ucapnya sambil tersenyum sederhana.

Di balik peristiwa memilukan itu, kisah di Jembatan Paron menjadi pengingat: di saat-saat tak terduga sekalipun, selalu ada tangan yang terulur, keberanian yang muncul, dan harapan yang tak pernah padam.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sasar Toko Emas, Pria Bersenjata Api Laras Panjang Jarah Perhiasan Rp350 Juta

18 Juli 2026 - 22:44 WIB

Terdapat Luka Tembak di Kepala, Bos Otomotif Tewas di Kamar Hotel St Regis Jaksel

18 Juli 2026 - 22:10 WIB

50 Karyawan SGS Unjuk Rasa di Depan Disnaker Jombang: PHK Tipu-tipu

17 Juli 2026 - 21:07 WIB

Landas Pacu Bandara Juanda Direvitalisasi Agar Pesawat Jumbo Bisa Mendarat

17 Juli 2026 - 20:25 WIB

Rektor ITS: Tak Boleh Mahasiswa Mundur karena Biaya

17 Juli 2026 - 20:00 WIB

Beban Rp124 Miliar tapi Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Wibisono: Patut Diduga Langgar Tiga Undang Undang Sekaligus!

17 Juli 2026 - 14:55 WIB

Kosmak Ungkap Dugaan Jaringan Bisnis Besar di Bawah Kendali Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:27 WIB

Piala Dunia FIFA bukan Sekadar Hiburan, Hasil Survei Kadin-TVRI: Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun

17 Juli 2026 - 10:25 WIB

Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong: Uang Rp124 Miliar Milik 300 Anggota tak Bisa Dicairkan

17 Juli 2026 - 05:32 WIB

Trending di Nasional