Penulis: Gandhi Wasono M | Editor: Priyo Suwarno
FLORES, SWARAJIMBANG.COM–Rumah Sakit Lapangan Kolaboratif Dampek (RSLK Dampek) kini telah berdiri dan memberi pelayanan kesehatan warga untuk Flores Utara, berlokasi di tempat pengungsian SMP 1 dan SMK, Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.
RSLK ini merupakan respon atas kendala terbesar pascagempa Flores, karena selama ini akses pelayanan kesehatan yang jauh dan sulit dijangkau.
Fasilitas ini dihadirkan berkat kolaborasi luas yang dipelopori Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) bersama:
- Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
- RSUD Dr. Soetomo,
- Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) NTT,
- ILUNI, EMT IDI Jawa Timur, MDMC, MER‑C, FK & RS Universitas Mataram, BPBD NTB,
- FK Universitas Haluoleo Kendari, RSMA Sumbawa, serta RSU Lombok Barat.
Seluruhnya menyatukan kekuatan berbagai lembaga kesehatan demi warga pantai utara Flores.

Selain mendirikan RSLK Dampek, Manggarai Timur, sampai saat Rumah Sakit Ksatria Airlangga, sebagai rumah sakit terapung tetap melayani kesehatan bagi warga korban gempa Flores di jalur Pantai Flores Selatan. Foto: ist
Efek Gempa
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 skala Richter yang mengguncang wilayah pada 15 Agustus 2026 menambah beban berat warga.
Sebelumnya untuk berobat warga harus menempuh perjalanan lebih dari lima jam menuju RSUD Borong di pantai selatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur selaku Ketua HEOC telah memberikan restu serta dukungan penuh atas kehadiran fasilitas ini.
RSLK Dampek kini melayani wilayah kerja Puskesmas Dampek, Pota, Welang, Benteng Jawa dan sekitarnya.
Seluruh wilayah pantai utara yang selama ini terhambat jarak dan akses. Kini warga tak perlu perjalanan jauh: waktu tempuh lebih singkat, beban biaya jauh lebih ringan, dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Tim medis terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, apoteker, perawat, radiografer hingga tenaga pendukung lengkap.
Tersedia dua layanan utama: Layanan Spesialistik Bedah‑Kebidanan (Bedah Umum, Orthopedi, Anestesi, Kebidanan & Kandungan, Bedah Anak) berlokasi di posko pengungsian SMP 1; serta Layanan Spesialistik Medik (Penyakit Dalam, Anak, Konsultasi Psikologi) di SMK. Jika diperlukan tindakan operasi lengkap, pasien dikirim ke RSKKA yang berlabuh di Teluk Nangalirang, dilengkapi kamar operasi lengkap siap melayani.
Operasi Besar
Hingga 24 Agustus 2026 sudah dilakukan empat operasi, termasuk debridemen dan amputasi.
Ny. Osifina Zeliman (38 tahun) warga Dampek, “Saya merasa terharu dan sangat bersyukur, bisa dirawat di sini tanpa harus jauh‑jauh,” ucapnya berulang‑ulang.
Pagi itu juga, fr. Novianti dari FK/ RS Unram memimpin operasi caesar bagi ibu hamil dengan kehamilan lewat bulan dan cairan ketuban sedikit.
Bagi warga pantai utara Manggarai Timur, kehadiran RSLK Dampek beserta dukungan RSKKA bukan sekadar fasilitas, melainkan jembatan yang menghapus hambatan geografis, memastikan layanan medis cepat, tepat, dan dekat di tengah masa pemulihan pascabencana.**











