Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Baksos Tahunan Musim Kemarau, PNIB Pasok 81.000 L Air Bersih ke Gunung Kidul

badge-check


					PNIB melakukan aktivitas rutin musim kemarau dengan cara memasok 81.000 air bersih ke kawasan Gunung Kidul, DIY. Foto: ist Perbesar

PNIB melakukan aktivitas rutin musim kemarau dengan cara memasok 81.000 air bersih ke kawasan Gunung Kidul, DIY. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

YOGYA, SWARAJOMBANG.COM-– Organisasi kebangsaan lintas agama, suku, budaya dan tradisi Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) kembali menggelar bakti sosial (baksos) penyaluran 81.000 liter air bersih.

Didistribusikan melalui 16 truk tanki bagi warga yang terdampak kekeringan di wilayah Kalidadap Selopamioro Imogiri (atas) Bantul dan di Gubar, Gumbeng, Sumur, Kalurahan, Giripurwo, Kapanewon, Purwosari Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan PNIB bakti sosial air bersih tersebut dilakukan bersama Komunitas KNS Keluarga Nusantara Sejati dan BEM PTNU Yogyakarta, sebagai bagian dari rangkaian memperingati 81 tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menyambut pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.

Bagi PNIB, momentum kemerdekaan tidak cukup hanya dimaknai melalui upacara, pengibaran bendera, maupun seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui kepedulian dan kehadiran nyata di tengah persoalan kekeringa  yang dihadapi masyarakat.

Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, mengatakan bahwa persoalan kekeringan dan krisis air bersih di Imogiri Bantul Gunung Kidul, Bojonegoro, Lamongan dan daerah lainya merupakan persoalan yang terus berulang setiap musim kemarau.

Kondisi tersebut, menurut Gus Wal, semestinya tidak lagi dipandang sebagai persoalan yang datang secara tiba-tiba, karena siklus kekeringan di sejumlah wilayah telah dapat diprediksi setiap tahun.

“Apa arti kemerdekaan jika setiap musim kemarau masyarakat masih harus berjuang mendapatkan air bersih? Kekeringan di Gunung Kidul, Bantul, Bojonegoro, Lamongan dan sejumlah daerah lainnya bukan persoalan baru.”

“Ini terjadi berulang kali setiap tahun ketika musim kemarau tiba, tetapi solusi jangka panjangnya belum terlihat secara serius,” ujar Gus Wal.

PNIB menilai pemerintah pusat maupun kementerian terkait, khususnya Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum, perlu melakukan evaluasi terhadap pola penanganan kekeringan selama ini.

Bantuan air bersih ketika kekeringan terjadi memang penting, namun tidak seharusnya berhenti pada distribusi bantuan setiap musim kemarau.

Menurut Gus Wal, pemerintah perlu membangun solusi yang lebih permanen dan berkelanjutan, seperti penguatan infrastruktur penyediaan air bersih, pembangunan dan optimalisasi sumber air, embung, jaringan perpipaan, serta sistem distribusi air yang mampu menjangkau wilayah-wilayah rawan kekeringan.

“Air adalah kebutuhan dasar manusia. Bukan hanya untuk minum dan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk pertanian, perkebunan dan peternakan. Ketika air tidak tersedia, maka kehidupan dan perekonomian masyarakat ikut terganggu,” tegasnya.

Ia menambahkan, negara tidak boleh hanya hadir ketika masyarakat sudah mengalami krisis.

Pemerintah harus mampu membaca persoalan berdasarkan pola bencana yang berulang dan melakukan mitigasi sebelum dampaknya semakin luas.

“Kalau musibah kekeringan yang datang setiap tahun saja pemerintah masih terkesan abai dan minim solusi permanen, lantas bagaimana jika menghadapi musibah atau bencana alam yang datang secara mendadak dan skalanya lebih besar? Negara harus memiliki kesiapsiagaan dan sistem penanganan bencana yang kuat,” kata Gus Wal.

PNIB mendorong pemerintah pusat bersama pemerintah daerah untuk menjadikan persoalan air bersih sebagai agenda prioritas pembangunan, terutama di wilayah yang secara geografis dan historis menjadi daerah rawan kekeringan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KM Batumandi Terbakar di Selat Sunda, SAR Gabungan Berhasil Evekuasi 460 Penumpang dan Kru

21 Oktober 2026 - 17:07 WIB

2026 PAD Mencapai 77,69 %, Sholahuddin: Mengarah Jombang Mandiri Anggaran

21 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Aparat Polres Mojokerto Ringkus 21 Terduga Pelaku Pengeroyokan Massal di Jl. Umpu Nala

21 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Kadinkes Jombang Dr Hexawan: Kesembuhan TBC Menuju 90 %, Tingkat Fatality DB Berhasil Ditekan 0,003 %

21 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Sekitar 100 Siswa SD Cirebon Diduga Alami Keracunan MBG

21 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Perlu Langkah Konkret, Ancaman Karhutla hingga 2027

20 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Kunjungi Tiga Rumah Manik di Plumbon Gambang, Arumi Bachin Ajak Ibu ibu Jalan Kaki 1,5 Km di Terik Matahari

20 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Hari Purnomo: Jumlah UMK Jombang Naik Jadi 18.850 Unit, Koperasi Aktif 1.020 Unit

20 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Rakyat Kalteng Menyegel Kantor Gubernur, Agustiar Sabran Pamit Pergi dan Tidak Kembali

19 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Trending di Nasional