Menu

Mode Gelap

Hukum

Investasi Fiktif Rugikan PT Taspen 1 Triliun, Nico Kosasih dan Ekiawan Heri Hadapi Sidang Perdana Tipikor

badge-check


					Mantan Dirut PT Taspen, Antonius NS Kosasih, menghadapi dakwaan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat merugikan negara Rp 1 triliun, Selasa, 27 Mei 2025, Ia diadili karena melakukan investasi fiktif, serta menikmati hasil korupsi lewat pembelian properti dan kendaraan mewah. Foto: RRI.co.id/istimewa Perbesar

Mantan Dirut PT Taspen, Antonius NS Kosasih, menghadapi dakwaan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat merugikan negara Rp 1 triliun, Selasa, 27 Mei 2025, Ia diadili karena melakukan investasi fiktif, serta menikmati hasil korupsi lewat pembelian properti dan kendaraan mewah. Foto: RRI.co.id/istimewa

JAKARTA, SWRAJOMBANG.COM- Sidang perdana kasus dugaan korupsi investasi fiktif PT Taspen yang melibatkan mantan Direktur Utama PT Taspen, Antonius Nicholas Stephanus Kosasih,  Selasa, 27 Mei 2025, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Dalam sidang tersebut, Antonius Kosasih didakwa merugikan negara sebesar Rp 1 triliun melalui investasi fiktif pada reksa dana RD I-Next G2 yang dikelola oleh PT Insight Investment Management, bersama dengan mantan Direktur Utama PT Insight Investment Management, Ekiawan Heri Primaryanto.

Jaksa penuntut umum dari KPK menyampaikan surat dakwaan yang menyatakan bahwa perbuatan melawan hukum Antonius Kosasih dan Ekiawan Heri Primaryanto menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 1 triliun berdasarkan laporan investigatif BPK RI.

Selain itu, Kosasih diduga memperkaya diri sendiri sekitar Rp 28,45 miliar dan menerima keuntungan dalam berbagai mata uang asing, serta membeli properti, tanah, dan kendaraan mewah. Ia juga diduga memperkaya pihak lain dan korporasi.

Sidang perdana ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Purwanto S Abdullah, didampingi dua hakim anggota, Sunoto dan Mulyono Dwi Purwanto (hakim ad hoc).

Sidang ini terbuka untuk umum dan merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berjalan setelah KPK menyelesaikan penyidikan dan menyerahkan berkas perkara lengkap ke pengadilan.

Selain itu, gugatan praperadilan Antonius Kosasih telah digugurkan, karena pokok perkara sudah mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Singkatnya, sidang perdana kasus korupsi PT Taspen yang melibatkan Antonius Kosasih telah dimulai pada 27 Mei 2025 dengan dakwaan kerugian negara Rp 1 triliun akibat investasi fiktif, dan Kosasih diduga menikmati hasil korupsi berupa properti dan kendaraan mewah.

Jaksa mengungkapkan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, bahwa Kosasih menggunakan dana korupsi untuk membeli sejumlah aset mewah.

Rinciannya meliputi pembelian 11 unit apartemen di berbagai lokasi seperti The Smith, Spring Wood, Sky House Alam Sutera dan Balezza Permata Hijau senilai total lebih dari Rp. 22 Miliar.

Ia juga membeli 3 bidang tanah di Jelupang – Tangerang Selatan atas nama Theresia Mela Yunita, seorang pramugari yang diduga sebagai selingkuhannya.

Aset lainnya termasuk kendaraan mewah untuk anak-anaknya dan uang tunai serta Valuta Asing yang disimpan di berbagai lokasi.

Selain itu, Kosasih juga menyimpan sejumlah uang dalam mata uang asing seperti Dollar AS, Dollar Singapura, Euro, Baht Thailand, Poundsterling, Yen Jepang, Dollar Hongkong dan Won Korea.
Uang tersebut ditemukan di rumah dinas, safe deposit box dan dua apartemen yang ia dan Theresia tempati.

Kasus ini menyoroti praktik korupsi di tubuh BUMN dan gaya hidup mewah yang dibiayai dari uang negara.

Publik bereaksi keras, menyuarakan hukuman berat hingga pelucutan seluruh harta kekayaan pelaku dan keluarganya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lima Penjaga Sengaja Bakar Gudang Rokok Suket Teki Kerugian Rp 7 Miliar, Ternyata Ini Penyebabnya

30 April 2026 - 13:48 WIB

Sebar Iklan Haji Fiktif, Polisi Makkah Gerebek dan Meringkus Tiga WNI

30 April 2026 - 12:03 WIB

Dugaan Korupsi Rp 268 Miliar, Kejati Menahan Arinal Djunaidi Mantan Gubernur Lampung

28 April 2026 - 23:32 WIB

Lansia Bernama Sakip Warga Gongseng Megaluh Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai

28 April 2026 - 22:21 WIB

Pasca Penggerebegan Little Aresha, Walikota Yogya akan Sweeping Jasa Penitipan Anak dan PAUD

26 April 2026 - 12:52 WIB

Polisi Yogya Gerebek Daycare Little Aresha Tangkap 30 Orang, Diduga Siksa Bocah Titipan

26 April 2026 - 01:37 WIB

Aksi Demo Besar Ojol Jatim, Surabaya-Sidoarjo Diprediksi Macet Total pada 28 April

25 April 2026 - 09:32 WIB

Dokumen foto aksi unjuk rasa massa driver ojol di Surabaya. Foto: iNews

Polisi Bidik Bea Cukai Jatim, Diduga Terlibat Penyelundupan 76.000 Ponsel China Ilegal Masuk Sidoarjo

25 April 2026 - 00:04 WIB

Rudy Mas’ud Angkat Adik Jadi Tim Ahli: Apa Bedanya dengan Presiden Prabowo Angkat Hashim

24 April 2026 - 23:02 WIB

Trending di Ekonomi