Penulis: Ipong Dwicahyono | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG– Warga desa Plumbon Gambang, kecamatan Gudo Jombang terus menguri uri (melestarikan) acaran tradisional turun tenurun: sedekah desa.
Setiap tahun warga di desa penghasil manik manik tradisional itu tanpa absen menggelar acara ini dalam bentuk upacara doa doa bersama, karnaval, menyantuni ada yatim/piatu, bahkan Minggu 5 Juni 2026, menyelenggarakan donor darah.

Start pemberangkatan peserta kirab budaya di dusun Gambang, desa Plumbon Gambang, Gudo, Jombang, Sabtu 4 Juli 2026. Foto; swarajombang.com/ ipong dwi chahyono
Sabtu, 4 Juli 2026, seperti tahun tahun sebelumnya, selalu mengadakan totonan massal diikuti enam RT, masing masing RT menggerahkan sedikitnya 70 warga mengikuti acara pawai tradisional itu.
Setiap group RT menyanjikan barisan terdepan pembawa spanduk idebtitaa, dibelangnya ada barisan masal 50 orang menari nari.
Regu pembawa gunungan, berisi hiasan makanan, hasil bumi, di akhir barisa ada sound horek yang menggetarkan.
Semua orang tua, muda anak terlibat pada acara ini, sekaligus menjadi ajang ekspresi seni warga, juga ekpresi saweran dari warga.
Semir Rp15.000
Partisipasi warga memang luar biasa, salah satunya adala dua pria kakak beradik Tarsipan dan Sinto. Warga RT 6 Gambang ini berani tampil beda.
Ia mewarnai sekuruh tubuhbya dengan warga hitam pekat, mulai dari kaki, tubuh, tangan, kepala, wajahbya ditutup warna hitam. Mereka berdua cuma mengenakan cawa dilapisi plastik yang juga dilunuri warna hitam. Dilengkapi pula ekor yang dikaitkan pada celana pendeknnya.
Kedua riang menari nari, sambil pamer kelincahan nenggoda para penonton. Tidak lupa membawa wadah plastik untuk menampung saweran. Syukur, warga setempat tak segan segan mengucurkan sawerannnya.
Jam berapa mulai dandan? “Jam 12.00, Mas!” Jawab Tarsipan, yang dikenal tetangganya dengan panggilan akrab Yai Tar.
Warna hitam dari apa? “Pakai semir…!” Tambahnya, sambil menunjukkan wadah semir yang tinggal sedikit sisanya. Tak dan Sinto pun menari nari bahagia di acara kirab itu.

(Kiri ke kanan) Camat Gudo Arief Hidayat, kades Nuwakit, KapolsekKapolsek AKP Rido Bargowo, S.H, serta Danramil Lettu Inf Eko Sugiarto, usai acara kirab. Foto: swarajombang.com/ ipong dwicahyono
Acara ini selalu nenggundang massa baik dari warga desa Plumbon Gambang sendiri maupun warga dari desa lainnya.
Tal kurang dihadiri Camat Gudo Arief Hidajat, S.H., M.Si Kapolsek AKP Rido Bargowo, S.H, serta Danramil Lettu Inf Eko Sugiarto dan tuan rumah Kades Plumbon Gambang, Nurwakit.
Camat Gudo mengatakan,”Inilah wujud warga yang masih memegang adat dan tradisi, bukan hanya di Plumbon Gambang saj tetapi 18 desa di Gudo masih melestarikan acara bersih desa,” tutur Arief Hidayat.**












