Menu

Mode Gelap

Nasional

Punya Tuju Modal, Pitono Nugroho Ketum ICMI Jawa Timur

badge-check


					Pitono Nugroho, Ketua Umum ICMI Jawa Timur periode 2026-2031. Foto: Ist Perbesar

Pitono Nugroho, Ketua Umum ICMI Jawa Timur periode 2026-2031. Foto: Ist

Penulis: Sri Muryanto|  Editor: Hadi S. Purwanto

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM – Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jawa Timur di gedung Plaza Airlangga, Kampus C Universitas Airlangga menetapkan Pitono Nugroho sebagai Ketua Umum ICMI Organisasi Wilayah Jawa Timur periode 2026–2031.

Terpilihnya Pitono menandai dimulainya arah baru gerakan ICMI sebagai pusat kolaborasi intelektual yang menghadirkan gagasan, riset, dan aksi nyata bagi kemajuan Jawa Timur.

Mengusung tema “Meneguhkan Peran Intelektual Muslim sebagai Suluh Peradaban Inklusif dan Transformatif.

Muswil menegaskan kembali bahwa kaum intelektual memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya memproduksi pengetahuan, tetapi juga membangun solusi atas persoalan masyarakat melalui kolaborasi lintas disiplin dan lintas sektor.

Dalam pidato perdananya, Pitono Nugroho menegaskan bahwa pembangunan Jawa Timur membutuhkan paradigma baru yang tidak lagi hanya mengejar pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, kemajuan daerah harus diukur secara utuh melalui konsep Modal Keberlanjutan, yaitu kemampuan suatu masyarakat menjaga, mengembangkan, dan mewariskan seluruh aset peradabannya agar tetap memberi manfaat bagi generasi kini dan mendatang.

Konsep tersebut melampaui pendekatan Triple Bottom Line yang hanya bertumpu pada keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Modal Keberlanjutan memandang pembangunan sebagai proses memperkuat seluruh modal yang dimiliki masyarakat sehingga tidak ada aspek penting kehidupan yang terabaikan.

Sebagai implementasinya, ICMI Jawa Timur akan mengembangkan Kerangka Tujuh Modal Pembangunan, yakni:

  • Modal Manusia, melalui peningkatan kualitas pendidikan, riset, kepemimpinan, dan inovasi.
  •  Modal Sosial, dengan memperkuat kepercayaan, gotong royong, jejaring kolaborasi, dan solidaritas masyarakat.
  • Modal Budaya, menjaga nilai-nilai luhur, etika, identitas, serta kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan.
  • Modal Ekonomi, mendorong produktivitas, kewirausahaan, ekonomi syariah, dan pemerataan kesejahteraan.
  • Modal Lingkungan, memastikan keberlanjutan sumber daya alam dan pembangunan yang ramah lingkungan.
  • Modal Infrastruktur, memperkuat konektivitas fisik maupun digital untuk mempercepat transformasi daerah.
  • Modal Tata Kelola, membangun pemerintahan yang transparan, akuntabel, partisipatif, serta berbasis ilmu pengetahuan.

Menurut Pitono, ketujuh modal tersebut tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus saling menguatkan melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pesantren, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas profesional, dan generasi muda.

“ICMI harus menjadi simpul yang mempertemukan seluruh kekuatan intelektual Jawa Timur. Tugas kita bukan sekadar menghasilkan wacana, tetapi menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebijakan publik, inovasi dengan kebutuhan masyarakat, serta nilai-nilai Islam dengan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” tegasnya.

Karena itu, kepengurusan ICMI Jawa Timur periode 2026–2031 akan memprioritaskan penguatan intelektual publik melalui riset kebijakan, pengembangan pusat-pusat kajian strategis, pendampingan pemerintah daerah, pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi, serta membangun jejaring kolaborasi nasional maupun internasional.

Muswil ini sekaligus menegaskan komitmen ICMI Jawa Timur untuk menjadi mitra strategis pembangunan, menghadirkan kritik yang konstruktif sekaligus solusi yang aplikatif.

Dengan semangat Modal Keberlanjutan dan Kerangka Tujuh Modal Pembangunan, ICMI Jawa Timur diharapkan mampu menjadi laboratorium gagasan dan penggerak transformasi menuju Jawa Timur yang maju, berkeadilan, berdaya saing, dan berkelanjutan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bupati Sidoarjo Melarang Sekolah Adakan ODL, Walikota Surabaya Melarang Sekolah Jualan Seragam

24 September 2026 - 09:35 WIB

Gus Ipul: Fitnah Itu Ada Aliran Dana Rp480 M ke Muktamar NU Jombang, Siapkan Somasi Hukum ke Gus Lilur Cs

23 September 2026 - 22:36 WIB

Keracunan MBG Lagi, 244 Anak Siswa PAUD/TK di Bawang, Diangkut ke Rumah Sakit Batang Jateng

23 September 2026 - 22:00 WIB

Menelisik Akar Terorisme (60): Manifesto Komunis Lahirkan Kaum Bolshevik

23 September 2026 - 21:11 WIB

KPK Operasi Kelima Penggeledahan Sasar Kantor ATR/ BPN Mojokerto

23 September 2026 - 20:50 WIB

Gratis dari TK Hingga Kuliah untuk Sekolah Negeri

23 September 2026 - 20:47 WIB

Hakim Vonis Hukuman Mati kepada Agus Sulaiman, Oknum Polisi Pembunuh Iparnya Mahasiswi UMM

23 September 2026 - 15:48 WIB

Sinergi LSM-Dinas PU: Kawal Proyek Jalan Bluru Ditarget Bermutu Tinggi dan Tepat Waktu

23 September 2026 - 10:33 WIB

Keracunan Makanan PMT di Rawabelang Batang, Puluhan Ibu dan Anak Dirawat di RSUD Kalisari

23 September 2026 - 00:33 WIB

Trending di Nasional