Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Warning! Hacker Sudah Naik Kelas Mampu Bobol OTP BTS

badge-check


					Dua pegiatn aplikasi digital Alfonstan (kiri) dan sejawatnya Royshakti mengingatkan bahwa hacker naik kelas, sudah berhasil melakukan scam OTP BTS. Jangan dklik, jika terjadi semua uang Anda di bank bakal lenyap. Instagram@alfonstan and royshakti Perbesar

Dua pegiatn aplikasi digital Alfonstan (kiri) dan sejawatnya Royshakti mengingatkan bahwa hacker naik kelas, sudah berhasil melakukan scam OTP BTS. Jangan dklik, jika terjadi semua uang Anda di bank bakal lenyap. Instagram@alfonstan and royshakti

Penulis: Jacobus E. Lato   | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Pegiat keamanan digital alfonstan dan royshakti melalui akun instagram@alfonstan and royshakti  memberikan warning kepada semua penggunakan ponsel, Senin 3 Maret 2025: Hati-hati SMS OTP bank disadap fake BTS.

Pengguna ponsel dan m banking harap ekstra hati-hati menerima SMS yg datang dari nomor ASLI bank dan mengarahkan ke situs palsu guna mencuri kredensial.

Celakalah SMS OTP bank yang masuk ke ponsel korban bisa disadap dan diubah oleh penipu. Harap pihak seluler, Kominfo dan pihak berwenang segera melakukan tindakan untuk mencegah eksploitasi ini.

Dia jelas-jelas mengatakan bahwa saat ini, pelaku hackewr sudah naik kelas mampu menerobos BTS. Ini murni kesalaha pada provider, artinya pertahanan keamanan BTS sudsah berhasil dibobol hacker.

Penipuan berbasis SMS OTP (One-Time Password) yang melibatkan fake BTS (Base Transceiver Station) adalah salah satu bentuk kejahatan siber yang semakin marak.

Modus ini memanfaatkan teknik rekayasa sosial dan teknologi untuk mencuri kredensial pengguna layanan perbankan. Berikut adalah penjelasan terkait modus ini dan langkah pencegahan:

  • Penyamaran sebagai Nomor Resmi Bank: Pelaku mengirimkan SMS dari nomor yang tampak seperti nomor asli bank, berisi tautan ke situs web palsu yang menyerupai situs resmi bank35.
  • Penggunaan Fake BTS: Dengan perangkat fake BTS, pelaku dapat mencegat komunikasi pengguna, termasuk SMS OTP yang dikirim oleh bank untuk otentikasi transaksi.
  • Pencurian OTP: Setelah korban memasukkan kredensial login di situs palsu, pelaku menggunakan malware seperti SMS Stealer untuk mencuri OTP dari perangkat korban, memungkinkan mereka melewati lapisan keamanan 2FA (Two-Factor Authentication).
  • Pengalihan Dana: Dengan akses penuh ke akun korban, pelaku dapat melakukan transaksi ilegal seperti transfer dana atau pembelian.

Langkah Pencegahan
Waspadai Tautan dalam SMS: Jangan pernah mengklik tautan dalam SMS yang mencurigakan, meskipun berasal dari nomor resmi bank. Selalu akses situs bank melalui aplikasi resmi atau mengetikkan alamat web secara manual di- browser.

Verifikasi Identitas Pengirim: Hubungi bank melalui saluran resmi jika menerima permintaan data pribadi atau OTP. Pastikan nomor pengirim benar-benar milik bank dengan memeriksa di situs resmi mereka.

Gunakan Perangkat Keamanan Tambahan: Instal aplikasi anti-malware dan pastikan perangkat lunak selalu diperbarui.Aktifkan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi biometrik pada aplikasi perbankan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:45 WIB

Pendukung Mengamuk di PN Tipikor Semarang saat Jaksa Ajukan Tuntutan 8 Tahun dan 6 Bulan terhadap Sudewo

21 September 2026 - 22:25 WIB

Jejak Gatot Heroe Pejabat BC Garong Negara: Simpan Valuta Rp2,8 M di Plafon Rumah Madyopuro Malang

21 September 2026 - 21:03 WIB

Bahlil Siapkan Strategi Olah Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:21 WIB

Beras Fortifikasi Menyumbang Kenaikan Harga

21 September 2026 - 19:06 WIB

Walikota Tebingtinggi Copot 5 Kepsep SDN, karena Tolak Serahkan Proyek Revitalisasi Senilai Rp2,44 M

21 September 2026 - 18:16 WIB

Diduga Gunakan Sistem Ponzi Rekrut 4.000 Jamaah Umrah, PT Annisa Ahmada Wajib Kembalikan Dana Rp120 M

21 September 2026 - 10:36 WIB

100 Tahun Pondok Gontor, KH Abdullah Sahal: Bapak Presiden, Kami Tetap Memilih Pendidikan!

20 September 2026 - 23:48 WIB

Kuwalahan Permintaan, FIlipina Stop Ekspor Ubi Ungu, Peluang Emas Indonesia

20 September 2026 - 18:32 WIB

Trending di Ekonomi