Penulis: Arief H. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG— Kebakaran melanda asrama Pondok Pesantren Al Hikmah di Jombang, Jawa Timur. Seluruh santri dinyatakan selamat tanpa korban jiwa, namun bangunan lantai atas mengalami kerusakan sekitar 50 persen dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp200 juta.
Pengasuh pondok pesantren, Nyai Nur Laili Sa’adah, menyampaikan pernyataan resmi terkait kronologi, penyebab, serta langkah pemulihan ke depan.
Kejadian
Saat api berkobar, para santri sedang beristirahat di lantai satu setelah melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan, mengingat masa libur sekolah.
Nyai Nur Laili menyampaikan rasa syukur yang mendalam karena seluruh anak-anak dapat keluar dengan selamat meski dalam keadaan panik.
Sebagian perangkat belajar digital milik pondok juga berhasil diselamatkan sebelum api membesar. Tidak ada satu pun santri yang menjadi korban luka maupun jiwa.
Penyebab
Dalam keterangannya, Nyai Nur Laili mengakui secara terbuka adanya kelemahan pada sistem pendukung bangunan. Dugaan sementara titik api bermula dari korsleting instalasi listrik.
Hal ini diduga diperburuk oleh penambahan jaringan listrik yang dilakukan secara mandiri, serta bangunan bantuan pemerintah terdahulu yang menyatu dengan bangunan lama namun tidak diimbangi dengan penyesuaian sistem kelistrikan yang memadai.
Selain itu, tersendatnya pasokan air bersih di lokasi turut menyulitkan upaya penanganan api pada menit-menit awal.
Kondisi ini diakui sebagai kendala yang selama ini belum tertangani secara menyeluruh, dan peristiwa kebakaran ini menjadi teguran keras agar pembenahan dilakukan secara menyeluruh.
Renovasi
Hingga Jumat siang, 2 Oktober 2026, proses pembersihan puing-puing sisa kebakaran masih berlangsung.
Tim gabungan dari BPBD Jombang bersama kepolisian turun langsung membantu evakuasi sisa bangunan serta pemeriksaan tempat kejadian perkara.
Kerusakan terparah terjadi di bagian lantai atas, yang mencakup kamar pengasuh, ruang penyimpanan, serta sebagian asrama putra.
Rencana renovasi dan perbaikan menyeluruh akan disusun segera setelah hasil pemeriksaan kepolisian selesai dikeluarkan.
Nyai Nur Laili menyampaikan bahwa perbaikan tidak hanya akan memulihkan bangunan yang rusak, melainkan juga menata ulang seluruh instalasi listrik dan jaringan air agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.
Nyai Nur Laili mengajak seluruh pihak untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting: pembangunan fisik harus selalu diimbangi dengan pembenahan sistem pendukung yang aman dan terstandar.
“Kami menerima ini sebagai ujian sekaligus peringatan. Semoga dari musibah ini lahir bangunan yang lebih kokoh, lebih aman, dan lebih berkah untuk anak-anak kami,” ujarnya.
Pemerintah daerah dan masyarakat luas turut menyampaikan dukungan dan doa agar proses pemulihan berjalan lancar dan santri dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.**











