Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Tarif Ekspor 0% untuk Komoditi Kopi, Sawit dan Hasil Bumi RI ke 27 Negara Uni Eropa

badge-check


					Kapi, sawit, dan sejumlah hasil pewrkebunan di Indonesia dikenai tarif ekspor 0% untuk masuk ke pasar ekspor ke 27 negara Eropa. Foto: kompasiana Perbesar

Kapi, sawit, dan sejumlah hasil pewrkebunan di Indonesia dikenai tarif ekspor 0% untuk masuk ke pasar ekspor ke 27 negara Eropa. Foto: kompasiana

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani   |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Setelah hampir satu dekade negosiasi yang super alot, Indonesia dan 27 negara Uni Eropa akhirnya menandatangani perjanjian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) . Kesepakatan ini menandai babak baru dalam sejarah kerja sama perdagangan kedua pihak.

Melalui Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), maka  sekitar 80% produk ekspor Indonesia, termasuk komoditas utama seperti kopi, minyak sawit (CPO), dan hasil bumi lainnya, diberikan tarif bea masuk 0 % (nol persen) ketika memasuki pasar Uni Eropa sejak implementasi awal perjanjian.

Hal ini berarti produk-produk tersebut dapat masuk ke pasar Uni Eropa tanpa dikenakan bea masuk, meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di pasar Eropa.

IEU CEPA bertujuan memperkuat ikatan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa dengan membuka peluang ekspor dan investasi baru, khususnya membuka akses pasar bagi produk agrifood Uni Eropa di Indonesia dan membuka pasar besar Indonesia yang memiliki populasi sekitar 283 juta jiwa.

Selain meningkatkan perdagangan dan investasi, perjanjian ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, transisi hijau, serta memperkuat rantai pasok energi dan bahan baku yang lebih beragam.

Dari sisi ekonomi, Indonesia merupakan pasar penting di kawasan Indo-Pasifik dan merupakan mitra dagang terbesar kelima Uni Eropa di ASEAN.

Ekspor Uni Eropa ke Indonesia pada 2024 mencapai €9,7 miliar dan mendukung sekitar 200.000 pekerjaan di kawasan Uni Eropa. Indonesia juga menjadi ekonomi terbesar di ASEAN dengan GDP sekitar €1,3 triliun.

Penandatanganan dilakukan  23 September 2025 di Bali Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, bersama Komisaris Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa, Maroš Šefčovič, menandai implementasi kesepakatan yang akan menjadi solusi saling menguntungkan dalam menghadapi kondisi ekonomi global yang tidak stabil.

Kesepakatan ini merupakan bagian dari strategi Uni Eropa untuk diversifikasi mitra dagang serta menguatkan hubungan ekonomi strategis terutama di wilayah Indo-Pasifik. IEU CEPA diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di kedua wilayah.

Manfaat utama Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) bagi sektor pertanian Indonesia adalah membuka akses pasar ekspor yang lebih luas dan memberikan tarif preferensial atau bahkan bebas tarif untuk sekitar 80% produk pertanian Indonesia ke pasar Uni Eropa.

Hal ini memungkinkan produk unggulan seperti minyak sawit berkelanjutan, hasil pertanian lainnya, dan produk makanan olahan untuk menjadi lebih kompetitif di pasar Eropa, sehingga potensi ekspor Indonesia di sektor ini dapat meningkat signifikan hingga 50% dalam waktu tiga hingga empat tahun setelah implementasi penuh.

Perjanjian ini juga mendukung pertanian berkelanjutan dan ekonomi hijau, mendorong investasi di sektor pertanian yang ramah lingkungan, serta meningkatkan standar produksi dan tata kelola sektor pertanian agar sesuai dengan standar Uni Eropa yang tinggi.

Dengan demikian, perjanjian ini tidak hanya membuka peluang pasar, tetapi juga mendorong transformasi pertanian Indonesia menuju praktik yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing global.

Selain itu, IEU-CEPA memberi peluang bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pertanian untuk mengakses pasar Uni Eropa, memperluas basis eksportir dan meningkatkan nilai tambah domestik. Dukungan teknologi, transfer pengetahuan, dan investasi dari Uni Eropa diharapkan juga mempercepat kemajuan sektor pertanian Indonesia.

Secara keseluruhan, IEU-CEPA merupakan peluang strategis bagi pertanian Indonesia untuk tumbuh lebih kuat, berdaya saing global, serta mendukung penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BI: Cadangan Devisa RI Turun Rp23,61 Triliun, Ini Penyebabnya

8 Juni 2026 - 19:10 WIB

Pertamax Turbo Naik Tajam, Dexlite Anjlok Rp3.600 per Liter

8 Juni 2026 - 18:58 WIB

Awas Sidoarjo Terancam Darurat HIV-AIDS: Tiap Bulan Tambah 50 Kasus Baru Total 7.129 Penderita

8 Juni 2026 - 17:28 WIB

Hadi Atmaji Pimpin Rapat Ranperda Penyelenggaraan Jasa, Warsubi Jawab Pertanyaan Dewan

8 Juni 2026 - 14:47 WIB

Gempa Magnetudo 7.7 di Mindanao, Getaran Terasa di Indonesia Utara

8 Juni 2026 - 12:17 WIB

Polisi Situbondo Gercep Tangkap Suami yang Menghabisi Istrinya Gegara Cemburu Buta

7 Juni 2026 - 22:28 WIB

Viral Juragan Truk Ikat Tangan dan Pukuli Sopir Gunakan Batang Kayu, Polisi Gercep Meringkus Pelaku

7 Juni 2026 - 16:04 WIB

Menelisik Akar Terorisme (13): Teror Bermotif Agama Bergejolak di Prancis

6 Juni 2026 - 19:59 WIB

Ilustrasi. Foto: ist

MA Sudah Keluarkan Vonis, Yemahura: PT Delta Surya Belum Mau Bayar Rp1,4 Miliar

6 Juni 2026 - 19:19 WIB

Trending di Nasional