Menu

Mode Gelap

Nasional

Menelisik Akar Terorisme (13): Teror Bermotif Agama Bergejolak di Prancis

badge-check


					Menelisik Akar Terorisme (13): Teror Bermotif Agama Bergejolak di Prancis Perbesar

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Hadi S. Purwanto

SEARAJOMBANG.COM— Teror suci dan perang bermotif agama di Prancis menggunakan sistem sel dan kapel atau rumah ibadah ala umat Kristen perdana. Dengan cara itu, Pangeran de Conde membangkitkan pergolakan di banyak kota dan distrik Prancis.

Aksi itu dilakukannya setelah Le Havre, Rouen, Orleans dan Lyon, Poitiers dan Bourges serta pusat-pusat pertahanan kaum Cathar dari Bezier dan Mentpelier di Languedoc jatuh akibat kudeta internal kelompok-kelompok Hugenot bersenjata.

Di Rouen, altar, bejana permandian serta relikwi suci dihancurkan dengan aksi penghinaan gila-gilaan. Menghadapi aksi itu, banyak warga Katolik melarikan diri.

Itulah kekuatan terror awal yang diserukan Machiavelli, jika memang ingin merenggut kekuasaan.

Perang-perang teratur dilancarkan para jenderal Katolik didukung oleh Catharine de’ Medici segera mengarah kepada perebutan kembali Rouen, Poitiers, Bourges dan kota-kota pemberontak.

Setelah setahun bertempur, Guise meninggal dunia dan Conde menjadi tahanan. Sebuah perundingan lantas diatur untuk diadakan di Amboise.

Upaya itu menyebabkan nyaris semua tanah para bidaah lama kawasan Languedoc diserahkan kepada kaum Hugenot. Kesepakatan ini menjadi preluda bagi serangkaian perang agama yang mengerikan yang berakhir selama tujuh puluh tahun lebih.

Kengerian perang itu menyebabkan penggempuran habis-habisan Perang Tiga Puluh Tahun di Jerman dalam upaya memadamkan kekejaman Prancis menjadi kurang berarti.

Konflik itu sebetulnya, mencurahkan jauh lebih banyak darah meski pemberontakan pedesaan yang belakangan meletus dari Fronde melawan Ancien Regime serta Vende melawan Revolusi Prancis menimbulkan banyak pembunuhan serta kekejaman yang tak terbilang jumlahnya, akibat fanatismenya yang luar biasa.

Tiga perang sipil yang tidak berujung antara kaum Katolik dan Hugenot meletus selama sepuluh tahun sebelum Pembantaian Pada Hari Raya St Bertholomeus yang mengerikan terjadi.

Pembantaian ini menggemakan kembali plot gaya Machiavellian. Conde pun meninggal dunia, namun tokoh kenamaan Protestan adalah Laksamana Gaspard de Coligny.

Pada 22 Agustus 1572, Laksamana Gaspard de Coligny ditembak lengannya oleh penembak jitu di sebuah jalan di Paris setelah mengikuti pertemuan di Louvre dengan Raja Muda.

Ibunda sang raja, Catherine de Medici mungkin menjadi konspirator di balik upaya pembunuhan itu. Dua hari kemudian, Coligny dibunuh di tempat tidurnya bersama lima bangsawan Hugenot lainnya oleh pewaris duc de Guise.

Taktik semacam ini digunakan Cesare Borgia ketika membunuh keluarga besar Orsini dan Colonnas di Sinigaglia.

Pembunuhan ini mendorong gerombolan umat Katolik untuk melakukan pembalasan yang diwarnai dengan aksi kekerasan di kota itu. Pembalasan dendam dilakukan atas 2.000 bidaah lebih dengan dalih kehendak Allah.

Ketakutan disertai kecemburuan berubah menjadi tugas untuk membantai orang lain secara mengerikan. Jenazah Coligny diperintahkan untuk dipotong kepala, tangan serta kelaminnya.

Para wanita ditusukkan pada tiang-tiang pancang bersula seperti dilakukan Boudica atas pasukan Romawi di London. jalanan penuh tubuh-tubuh yang terluka parah. Darah mengaliri selokan. Jenasah manusia mengotori Sungai Seine.

Para korban dipermalukan dan diperlakukan bagai binatang buas. Rumah-rumah mereka dikosongkan kemudian dibersihkan dengan api.(Bersamhung)

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sasar Toko Emas, Pria Bersenjata Api Laras Panjang Jarah Perhiasan Rp350 Juta

18 Juli 2026 - 22:44 WIB

Terdapat Luka Tembak di Kepala, Bos Otomotif Tewas di Kamar Hotel St Regis Jaksel

18 Juli 2026 - 22:10 WIB

50 Karyawan SGS Unjuk Rasa di Depan Disnaker Jombang: PHK Tipu-tipu

17 Juli 2026 - 21:07 WIB

Landas Pacu Bandara Juanda Direvitalisasi Agar Pesawat Jumbo Bisa Mendarat

17 Juli 2026 - 20:25 WIB

Rektor ITS: Tak Boleh Mahasiswa Mundur karena Biaya

17 Juli 2026 - 20:00 WIB

Beban Rp124 Miliar tapi Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Wibisono: Patut Diduga Langgar Tiga Undang Undang Sekaligus!

17 Juli 2026 - 14:55 WIB

Kosmak Ungkap Dugaan Jaringan Bisnis Besar di Bawah Kendali Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:27 WIB

Piala Dunia FIFA bukan Sekadar Hiburan, Hasil Survei Kadin-TVRI: Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun

17 Juli 2026 - 10:25 WIB

Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong: Uang Rp124 Miliar Milik 300 Anggota tak Bisa Dicairkan

17 Juli 2026 - 05:32 WIB

Trending di Nasional