Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
LUMAJANG, SWARAJOMBANG.COM- Gunung Semeru masih terus mengalami erupsi sekunder disertai awan panas yang terpantau secara visual sekitar pukul 22:40 WIB, Pada Minggu malam, 8 Februari 2026,
Letusan ini diawali dengan gemuruh, dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu menuju timur laut. Aktivitas saat ini dimulai dengan kondisi yang fluktuatif, namun dapat disimpan pada jarak 1.000 meter.
Letusan pertama terjadi pukul 05:50 WIB dengan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak, berwarna kelabu tebal ke timur laut, terekam seismograf amplitudo 22 mm selama 113 detik.
Letusan kedua pukul 09:15 WIB, diikuti gempa letusan sebanyak 30 kali antara pukul 00:00-06:00 WIB, 9 gempa guguran, dan 1 gempa hembusan. Visual letusan kedua tidak teramati jelas, namun aktivitas masih berlangsung.
Rekomendasi PVMBG
Warga dilarang melakukan aktivitas de sektor tenggara Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak; di luar itu, hindari 500 m dari tepi sungai karena potensi awan panas/lahar hingga 17 km. Dalam sepekan terakhir, letusan Semeru 4-6 kali, tertinggi di Indonesia tahun ini dengan 271 letusan.
Laporan pengamatan rutin dari Pos Pantau Gunung Semeru (di bawah PVMBG) menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik Semeru pada awal Februari 2026 didominasi erupsi dengan kolom abu putih hingga kelabu setinggi ratusan meter hingga 1 km di atas puncak, condong ke arah angin.
Kegempaan meliputi gempa letusan (10-30 kali per periode 6 jam, amplitudo 10-22 mm), gempa guguran, dan hembusan, menandakan suplai magma aktif dengan status tetap Level III (Siaga).
PVMBG mengimbau warga menghindari sektor tenggara Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak, radius 5 km kawah aktif, serta 500 m dari tepi sungai untuk antisipasi awan panas, lahar hujan, dan lontaran pijar—terutama saat cuaca berawan atau hujan seperti yang tercatat BMKG.











