Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
CHINA, SWARAJOMBANG.COM – Bayangkan puluhan robot humanoid menari kungfu sehalus seniman bela diri, salto akrobatik, dan ayunan pedang presisi—semua disinkronkan sempurna dengan penari manusia. Ini bukan fiksi ilmiah, melainkan penampilan memukau di CCTV Spring Festival Gala 2026 yang menyihir dunia.
Pertunjukan itu digelar pada 16 Februari 2026 saat perayaan Imlek, melibatkan robot dari Unitree, Galbot, Noetix, dan MagicLab.
Mereka memeragakan kuda-kuda, tongkat, nunchaku, serta salto berulang dengan keseimbangan sempurna, berkolaborasi mulus dengan seniman kungfu muda.
Kontras mencolok dengan citra robot kaku di masa lalu, koreografi ini jadi simbol lompatan AI dan robotika China.
Baru-baru ini, pada 26-27 Februari 2026, Kanselir Jerman Friedrich Merz disambut di China dengan demo serupa.
Di Unitree Robotics, Hangzhou, robot penari dan humanoid kungfu memukau Merz hingga geleng-geleng kepala kagum.
Kunjungan dua hari ini jadi ajang diplomasi teknologi, memamerkan inovasi China di depan pemimpin negara maju.
Pernyataan Langsung
Merz tak henti puji kecanggihan itu. “Saya benar-benar bisa meyakinkan diri sendiri tentang kualitas produk yang tinggi dan standar teknologi yang tinggi” dari robotika Unitree, ujarnya usai saksikan WuBots bertarung dan memegang komponen secara langsung.
Ia juga memuji gerakan bela diri akrobatik, meski tetap vokal soal kelebihan kapasitas industri China. Secara visual, Merz tampak terpana, sengaja mendengarkan penjelasan teknis dari pendiri perusahaan.
Kemajuan ini, yang disebut Presiden Xi Jinping sebagai “mode kung fu” simbol inovasi 2026, awalnya atraktif budaya tapi ditargetkan untuk manufaktur. Gerakan tangan alami dan koordinasi multi-robot menjanjikan era baru.**











