Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM– Pada saat melaksana upacara bendera peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2026, keluarga Masfiin, sebagai ketua panitia menyuguhkan kue lembut separuh warna merah, dan sebagian putih kepada tamunya.
“Monggo dipun cobi. Niki jenang pelok, kesukaan Pak Karno saat masih kecil,” Kata Bu Endang, istri Masfiin yang mengemban ketua panitia peringatan hari lahir Ir. Soekarno alias Bung Karno.
Keluarga ini merelakan rumahnya jadi sekretariat Titik Nol situs kelahiran Bung Karno di Gg Buntu, RT 02/RW 05, desa Rejoagung, kecamatan Ploso Jombang.
Jajanan asli masyarakat ini pula yang juga akan diperkenalkan kepada sekitar 400 orang peserta kirab situs Bung Karno, bertepatan dengan peringatan hari lahir Bung Karno ke 124.

Warga Ploso Jombang selaku bersemangat memperingati dan merayakan Bulan Soekarno, dengan menghadirkan agenda acara peringatan kelahiran Bung Karno. Foto: binhad nurrohmat
Angka 124 berdasarkan catatan otentik arsif sejarah yang ditemukan Gus Binhad Nurrohmat yang dikenal sebagai budayawan, penyair Kuburan.
Dalam hasil penelitiannya, ia menemukan bukti otentik berupa besluit (surat tugas) R. Soekeni Sosro Diharjo, pada tanggal 28 Desember 1901, mendapat tugas mengajar di Ploso. Diperkuat dari Stamboek ITB 1920-1931, disebutkan disitu Bung Karno lahir 1902 di Surabaya.
Saat ini opini masyarakat dan negara masih berpegang pada angka tahun 1901 di Surabaya. Sementara itu, temuan Binhad menunjukkan lahir 1902 di desa Rejoagung Jombang, yang pada saat itu berstatus abdeeling Belanda.
Perbedaan angka tahun dan lokasi kelahiran ini terus mengusik pemerhati sejarah di negeri ini. Masih belum final dan terus menjadi perdebatan.
Oleh karenanya, panitia Titik Nol peringatan Hari Lahir Bung Karno, tahun ini pada hari Sabtu malam 5 Juni 2026, menggelar acara debat untuk membahas kepastian tempatbdan tanggal lahir Bung Karno.
Acara Kirab
Buka cuma itu, peserta kirab juga akan disuguhi menu makan: Nasi Ploso. Yaitu makanan Jawa dibungkus menggunakan daun Ploso.
Dalam rapat panitia, Pak Camat Ploso, Tridoyo Purnomo setuju menyiapkan sebanyak 600 – 800 bungkus nasi Ploso.
Untuk urusan menu ini pun dibagi rata, disiapkan oleh ibu ibu yang tinggal di gang buntu.
Seperti tahun sebelumnya, kirab akan diikuti oleh komunitas Titik Nol, warga desa Rejoagung dan sekitarnya, komunitas sepeda onthel jadul.
Acara ini dilaksanakan Minggu pagi, 6 Juni 2026, kata Masfiin, menjelaskan. Peserta berpakaian bebas khas Jawa.
Masfiin, 68, menyatakan bahwa peringatan hari lahir Bung Karno pada saat ini sangat istimewa.
“Tanggalnya 06-06-26. Tiga angka enam berjejer jadi sati. Tanggal ini tidak pernah terjadi lagi. Kecuali sepuluh tahun mendatang, 06-06-36!” Kata dia.
Ia juga merasa bergembira pada saat peringatan hari lahir Bung Karno, sesungguhnya juga memperingati hari ulabg tahun dirinya sendiri.
“Saya ini kebetulan juga lahir pada 6 Juni sama dengan Bung Karno. Beda tahun, Beliau 1902, saya 1958,” kata Masfiin penuh semangat.**











