Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Lekagak Telenggen dan Goliath Tabuni OPM Klaim Rampas Senjata TNI di Tolikara

badge-check


					Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), mengklaim berhasil merampas sepucuk senjata api milik anggota TNI di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu, 4 Maret 2026. fOTO: Ist Perbesar

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), mengklaim berhasil merampas sepucuk senjata api milik anggota TNI di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu, 4 Maret 2026. fOTO: Ist

Penulis: Bambang T. Winarno | Editor: Priyo Suwanro

TOLIKARA, SWARAJOMBANG.COM – Kelompok militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) melalui Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim berhasil merampas satu senjata api milik TNI di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, pada Rabu (4/3/2026).

Aksi tersebut dipimpin oleh Mayjen (OPM) Lekagak Telenggen selaku Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM dan Jenderal (OPM) Goliath Tabuni.

Senjata rampasan itu adalah senapan serbu SS1 laras panjang dengan popor lipat, buatan PT Pindad, yang memiliki jarak tembak efektif 400 meter, beserta sejumlah amunisinya.

Juru bicara OPM, Sebby Sambom, menyatakan perampasan dilakukan sekitar pukul 12.00 WIT oleh Botak Wanimbo, milisi bersenjata di bawah komando kedua pimpinan tersebut.

Dalam siaran pers yang diterima koresponden pada Rabu malam (4/3/2026), Sambom tidak merinci lokasi pasti kejadian atau apakah ada perlawanan dari prajurit TNI.

“Perampasnya adalah Botak Wanimbo. Senjata rampasan itu sekarang sudah berada di Markas TPNPB-OPM. Kalau aparat militer mau kejar senjata tersebut, datanglah langsung ke Markas TPNPB-OPM,” ujarnya.

Sambom menegaskan senjata itu kini menjadi aset TPNPB-OPM dan akan digunakan sebagai alutsista perang melawan TNI. “Kami akan terus mengincar senjata api milik TNI untuk memperkuat pertahanan,” tambahnya.

Ia juga menyebut seluruh senjata rampasan di wilayah 36 Kodap TPNPB menjadi tanggung jawab Lekagak Telenggen dan Goliath Tabuni.

Sementara itu, Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, saat dikonfirmasi terkait klaim OPM dan video yang beredar, mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan dan penyelidikan di lapangan hingga malam ini. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komdigi Bantah Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari

25 September 2026 - 21:23 WIB

451.000 Nyawa di Dunia Terancam Melayang Akibat Gelombang Panas Super El Niño

25 September 2026 - 21:06 WIB

O Smach RS Misterius untuk Ambil Organ Migran secara Paksa, Ada Ruang Mirip Markas Polri

25 September 2026 - 19:40 WIB

Komisi C DPRD Jombang Soroti Proyek Revitalisasi 120 PAUD- SMP Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:58 WIB

KPK Geledah Tiga Lokasi Sekalihus, Terkait Kasus OTT Lampri di ATR/BTN Bogor

25 September 2026 - 11:35 WIB

Yetty Krystianti Kakantah ATR/ BTN Mojokerto Menghilang sejak Kantornya Digeledah KPK

25 September 2026 - 00:09 WIB

Oknum Diknas Bangkalan Dilaporkan Palak 10% dari Rp38 Juta Anggaran Revitalisasi 180 SD/SMP

24 September 2026 - 21:15 WIB

GAPASDAP Siap Angkut Mobil Listrik, Waspadai Ion-Lithium

24 September 2026 - 19:54 WIB

Trending di Nasional