Menu

Mode Gelap

Politik

Kurniasih Minta Pemerintah Malaysia Serius Lindungi Pekerja Migran Indonesia

badge-check


					 Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati. (Foto: Istimewa) Perbesar

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati. (Foto: Istimewa)

Penulis: Tony Hariyanto | Editor: Hadi S Purwanto

JAKARTA, SWARAJOMBANG.comWakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati meminta pemerintah Malaysia menunjukkan keseriusannya melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) khususnya di sektor domestik, sebagaimana tertuang dalam MoU kedua negara.

Hal ini Mufidayati sampaikan menanggapi terulangnya kasus kekerasan yang dialami PMI asal Sumatera Barat bernama Zailis. Ia disebut kehilangan pendengaran saat dijenguk Dubes RI untuk Malaysia, Hermono.

“Keseriusan ini harus ditunjukkan dengan hukuman yang berat bagi majikan PMI asal Sumbar yang menurut informasi sudah diamankan pihak berwajib. Tidak hanya dikenakan pasal biasa tapi harus dijerat dengan pasal perdagangan manusia. Hukuman berat harus diberikan agar menjadi yurisprudensi dan pelajaran agar tidak ada lagi kejadian lainnya,” ungkap Kurniasih dalam keterangan tertulis kepada media, Senin (5/9/2022).

Kurniasih menyebut kasus kekerasan domestik masih banyak terjadi di Malaysia. Kasus tunggakan gaji masih menjadi kasus yang banyak terjadi di Malaysia. Menurut data KBRI Kuala Lumpur, sepanjang 2021 ada 206 kaasus gaji tidak dibayar ke PMI di Malaysia. Sementara hingga Februari 2022 sudah ada 16 kasus tidak dibayarnya gaji dengan nilai mencapai Rp1,1 miliar.

“Ini baru kasus gaji belum menghitung kasus kekerasan karena perlindungan PMI di sektor domestik sangat lemah. Mereka seolah berada di kuasa majikan, 24 jam hidup di rumah majikan dan mendapatkan ancaman jika berani melapor. Akhirnya timbul kesewenang-wenangan,” kata Anggota DPR RI Dapil Luar Negeri, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan ini.

Lebih lanjut, politisi dari F-PKS ini mengingatkan agar  kasus PMI Adelina tidak terulang kembali. Seharusnya, papar dia, proses penegakan hukum di Malaysia membuat majikan yang melakukan kejahatan dihukum jera, bukan dengan contoh lewat pembebasan pelaku.

“Kalau proses penegakan hukum lemah di sana, sampai kapanpun masalah PMI di sektor domestik akan terus terulang. Jadi kita minta ada pembicaraan antara negara kembali dibuka untuk mencari solusi penghentian kasus kekerasan PMI di sektor domestik,” sebut Kurniasih.

Sebagaimana diberitakan, seorang Pekerja Migran Indonesia, Zailis mendapat siksaan dari majikannya saat bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga di Selangor.

Selain disiksa, Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Indonesia di Malaysia (Permai) Efruddin Joko menyampaikan gaji Zailis tidak dibayar selama tiga tahun dengan total RM32.000 atau setara dengan sekitar Rp110 juta. Tim Permai juga tidak bisa mengunjungi Zailis yang dirawat di Rumah Sakit Besar Selayang, Kuala Lumpur, 3 September 2022.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Muncul Video dan Gambar Iran Sedang Menginterogasi Pria Berpakaian Pilot, Pasca F-15E dan A-10 Warthog Ditembak Jatuh

5 April 2026 - 09:55 WIB

Jepang Komitmen Investasi ke Indonesia Rp 380 Triliun, Presiden Prabowo Bertemu Perdana Mentri Sanaei Takaichi

2 April 2026 - 17:59 WIB

Bertamu di Rumah Pribadi Jokowi, Dubes Iran Menyampaikan Bela Sungkawa Atas Gugurnya TNI di Lebonan

1 April 2026 - 19:03 WIB

Wabup Lebak Amir Hamzah Tinggalkan Acara Hahalbibahal, Disebut Bupati sebagai Mantan Napi

30 Maret 2026 - 22:42 WIB

Surat Terbuka untuk Donald Trump dari Miliarder UEA Al Habtoor: Atas Dasar Apa Anda Menyerang Iran?

8 Maret 2026 - 11:47 WIB

Trump Tepuk Pundak Prabowo: “Pria Tangguh” saat Tanda Tangan Piagam Perdamaian Gaza di Davos

23 Januari 2026 - 17:56 WIB

Presiden Prabowo Tandatangani Board of Peace untuk Gaza di Davos, Bersama Donald Trump

22 Januari 2026 - 22:13 WIB

Fadli Zon Serahkan SK Plt Keraton Solo kepada Tedjowulan, Muncul Interupsi dari Timoer Rumbay

18 Januari 2026 - 17:45 WIB

Teaterikal Kedatangan Cindy Adams di Jombang: Pertegas Bung Karno Lahir di Ploso

17 Januari 2026 - 14:15 WIB

Trending di Entertainment