Menu

Mode Gelap

Headline

Aksi Massa PMII Samarinda di Kantor Gubernur Kaltim: Ajukan 10 Tuntutan kepada Rudy Mas’ud

badge-check


					OMII Samarinda telah melaksnaakan anksi unjuk rasa ke kangtor Gubernur Kaltim, mengajukan 10 tuntutan kepada Gubernur Rudi masud, namun gubernur tidak muncul di alam aksi hari Kamis 9 April 2026. (Kiri) Aksi massa pelajar dan mahasiswa (PMII). (Kanan) Kolapr aksi massa PMII, Taufikuddin. Foto: Instagram@selasarmedia Perbesar

OMII Samarinda telah melaksnaakan anksi unjuk rasa ke kangtor Gubernur Kaltim, mengajukan 10 tuntutan kepada Gubernur Rudi masud, namun gubernur tidak muncul di alam aksi hari Kamis 9 April 2026. (Kiri) Aksi massa pelajar dan mahasiswa (PMII). (Kanan) Kolapr aksi massa PMII, Taufikuddin. Foto: Instagram@selasarmedia

Penulsi: Enrico Narendra Sadewa  |  Editor: Priyo Suwarno

SAMARINDA, SWARAJOMBANG.COM– Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Samarinda membakar ban dan berupaya menerobos gerbang Kantor Gubernur Kalimantan Timur saat demo pada Kamis (9/4/2026). Aksi ini menolak audiensi dengan pejabat OPD dan menuntut Gubernur Rudy Mas’ud turun langsung, sebagai protes atas ketimpangan pembangunan provinsi.

Korlap aksi, Taufikuddin (Ketua PC PMII Samarinda), menyatakan massa hanya mau dialog dengan gubernur. “Kami tolak audiensi tertutup. Gubernur harus hadir untuk dengar aspirasi kami,” tegasnya kepada wartawan.

Demo digelar di depan Kantor Gubernur Samarinda sebagai kritik terhadap kebijakan Rudy Mas’ud. Massa soroti isu jalan rusak, distribusi BBM terbatas, pemadaman listrik, krisis air bersih, pengelolaan tambang ilegal, serta lubang tambang dalam yang berbahaya.

PMII ajukan 10 tuntutan:

  • Perbaikan infrastruktur jalan di daerah tertinggal seperti Mahakam Ulu.

  • Pemerataan distribusi BBM, listrik, dan air.

  • Layanan kesehatan serta pendidikan merata.

  • Penegakan hukum lingkungan, khususnya tambang ilegal.

  • Pemenuhan hak tenaga honorer.

Jalannya Aksi

Ratusan mahasiswa hadir dengan spanduk dan orasi. Puncaknya, massa bakar ban di depan gerbang, ciptakan asap hitam pekat. Beberapa peserta coba terobos pagar, tapi dihalau polisi dan Satpol PP. Ketegangan picu tiga mahasiswi pingsan. Aparat awasi ketat sepanjang aksi hingga bubar.

Rudy Mas’ud tak hadir karena sedang di luar Samarinda, kata sumber PMII. Pemprov tawarkan dialog dengan OPD, tapi ditolak. Tuntutan diserahkan simbolis tanpa konfirmasi kebijakan langsung.

Aksi publikasikan aspirasi ke publik dan media, meski tak tembus tuntutan konkret. PMII ancam demo lanjutan jelang aksi massal 21 April 2026 jika pemerataan pembangunan dan anggaran strategis tak ditanggapi serius. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Babinsa Grati Ringkus Lansia Pencuri Motor Bowo Bonded, di Depan SDN1 Kalipang Pasuruan

11 Mei 2026 - 22:56 WIB

Keracunan Menu MBG Timpa 197 Siswa SD-SMP Tembok Dukuh Surabaya, Baru Pertama Dapat Sajian Daging

11 Mei 2026 - 19:14 WIB

Ketua Dewan Hadi Atmaji: Persilakan Bupati Jombang Sempurnakan Raperda Jasa Bangunan

11 Mei 2026 - 18:16 WIB

125 Warga Sidoarjo Jalani Operasi Katarak Gratis dari PT Pegadaian XII Surabaya

11 Mei 2026 - 14:48 WIB

Jalur Ngadas dan Ngantang Terjadi Laka Akibat Rem Blong, 12 Orang Lukaluka

11 Mei 2026 - 01:23 WIB

Hilang 128 Besi Penutup Goronggorong di Surabaya, Kombes Luthfie: Ini Bukan Pencurian Biasa

11 Mei 2026 - 00:47 WIB

Pencuri Mangga Tewas, Kerabat Korban Balik Menyerang Rumah Pemilik Pohon di Bontang

10 Mei 2026 - 23:21 WIB

Siswi SMPN Kepanjen Malang Jadi Korban Pelecehan Guru, Langsung Berurusan dengan Polisi

10 Mei 2026 - 22:34 WIB

Modus Upacara Mistis Lecehkan 11 Murid, Guru Silat Pingsan Dikeroyok Keluarga Korban

10 Mei 2026 - 18:44 WIB

Trending di Headline