Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Unhan Belanja Swakelola Semir dan Sikat Sepatu Rp1,52 M, Anggaran dari BGN

badge-check


					Dandan Hindayana, Kepala badan Gizi Nasional (BGN). Foto: tartarmedia.id Perbesar

Dandan Hindayana, Kepala badan Gizi Nasional (BGN). Foto: tartarmedia.id

Penulis: Yusran Hakim  | Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM — BGN terus menjadi sorotan nasional sebagai lembaga baru penuh kejutan, khususnya soal pengelolaan anggaran.

Setelah mototlh mencuat anggaran belanja motor listrik Rp 21 triliun, muncul belanja semir dan sepatu Rp1,52 miliat, yang kini menjadi polemik pengadaan perlengkapan untuk program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Kepala BGN Dandan Hindayana dalam keterangannya, Jumat 17 April 2026, menyatakan bahwa anggaran Rp1,52 miliar untuk belanja semir dan sepatu, bukan pembelian langsung oleh BGN,.

Dia menyebutkan anggaran ini merupakan bagian dari pelaksanaan program melalui skema swakelola tipe II bersama Universitas Pertahanan (Unhan).

Dalam skema ini, BGN bertindak sebagai pemegang anggaran, sementara Unhan menjalankan kegiatan di lapangan.

Kebutuhan untuk mendukung pendidikan SPPI dan perlengkapan peserta diproses dan dilaksanakan oleh Unhan sebagai pelaksana kerja sama, bukan melalui pembelian langsung oleh BGN seperti dalam pengadaan biasa.

Nilai Rp1,52 miliar tersebut merupakan total dari tujuh paket perlengkapan perorangan lapangan bagi peserta SPPI.

Jadi, angka itu bukan harga satu barang tertentu, melainkan akumulasi dari sejumlah kebutuhan yang masuk dalam paket perlengkapan peserta.

Dari penjelasan Kepala BGN Dadan Hindayana, salah satu item yang disorot adalah semir sepatu dengan nilai sekitar Rp1,25 miliar, serta sikat semir senilai sekitar Rp272 juta.

Kedua item itu disebut sebagai bagian dari perlengkapan peserta SPPI yang dikelola dalam skema swakelola bersama Unhan.

Karena pelaksanaannya dilakukan oleh Unhan, publik sempat menilai seolah-olah BGN membeli barang-barang tersebut secara langsung.

Secara administratif, pengadaan itu berada dalam mekanisme pelaksanaan oleh instansi lain yang bekerja sama dengan BGN.

BGN menyebutnya dengan istilah swakelola tipe II, bukan pengadaan langsung.

Dalam skema seperti ini, BGN menyediakan anggaran, sedangkan pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada instansi pemerintah lain yang dinilai lebih siap secara teknis dan kelembagaan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pertamina Umumkan Penurunan Harga BBM Solar Nonsubsidi

1 Juni 2026 - 19:58 WIB

Iduladha 2026: Perputaran Ekonomi Kurban Tembus Rp26,89 Triliun

29 Mei 2026 - 21:48 WIB

Kanwil DJP Banten Lakukan Pemblokiran Rekening Massal

28 Mei 2026 - 21:27 WIB

Khofifah Intervensi Tepat Sasaran Turunkan Kemiskinan Ekstrem

25 Mei 2026 - 20:19 WIB

Polisi Bogor Ringkus Tersangka Pembuang Jasad Anggi Auliya di Tol Simpang Yasmin

24 Mei 2026 - 14:53 WIB

Kapolresta Bogir, Kombes Rio Wahyu Anggoro, Kapolresta Bogor, memberi keterangan kepada pers atas penangkapan seoran tersangka pembuang jasad perempuan Anggi Auliya Arsyad, Minggu, 24 Mei 2026. Foto: instgaram@polresta_bogor

Dua Staf Meninggal Dunia, Mobil Anggota DPR RI Seruduk Dump Truck di Tol Paspro

24 Mei 2026 - 13:19 WIB

Tercatat 12 Aksi Teror Pocong di Jawa: Berisi Iseng Konten Kreator dan Hoaks

24 Mei 2026 - 12:36 WIB

Polisi Bekasi Melepas Pelaku Teror Pocong, Dua Pelaku Dibebaskan karena Cuma Iseng

23 Mei 2026 - 16:54 WIB

Skandal Mempelai Wanita Hilang di Pati, Polisi Temukan Nayla Bersama Davin Pacarnya di Penginapan

23 Mei 2026 - 12:20 WIB

Polisi Pati telah menemukan Nayla dan Davin Febriansyah (18 th), warga Desa Purwosari, Tlogowungu. Mereka dijemput untuk dipertemukan dengan keluarga, Sabtu 23 Mei 2026. Foto: instagram@fakta_harini
Trending di Headline