Penulis: Arief H. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM– Kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam di Dusun Bantengan, Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis (4/6/2026) siang, menghanguskan seluruh bangunan beserta perlengkapannya.
Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 2 Miliar, namun beruntung tidak ada korban jiwa maupun ternak yang mati karena kandang dalam kondisi kosong pasca panen.
Kandang peternakan seluas sekitar 200 meter x 5 meter ini tercatat atas nama Zaki (19 tahun).
Menurut penjelasan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, meski masih berusia remaja, Zaki bertindak selaku pengelola harian dari usaha peternakan tersebut.
Usaha besar ini sebenarnya milik keluarganya, di mana orang tua menjadi pemilik modal, sementara Zaki dipercaya mengurus operasional sehari‑hari.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, membenarkan rincian kejadian dan data yang dihimpun di lokasi.
“Benar terjadi kebakaran di lokasi tersebut, kandang ayam yang tercatat atas nama Zaki, usia 19 tahun. Namun perlu diluruskan, dia adalah pengelola dari usaha milik keluarganya,” katanya.
Nilai kerugian mencapai Rp 2 miliar itu adalah hitungan lengkap nilai bangunan fisik, instalasi listrik, kandang bertingkat, serta seluruh peralatan pendukung yang ada di dalamnya.
“Saat kejadian kondisinya sedang kosong, baru saja panen, jadi tidak ada ayam yang terbakar. Dari pengecekan awal, penyebab kebakaran diduga kuat dipicu oleh arus pendek listrik.”
Api dilaporkan merambat sangat cepat. Hal ini dipengaruhi struktur bangunan yang banyak menggunakan bahan bambu, kayu, dan sekam padi yang mudah terbakar.
Warga sekitar sempat berdatangan dan berupaya membantu memadamkan, namun kobaran api terlalu besar dan panas.
Tim pemadam kebakaran baru berhasil menguasai dan mematikan api sepenuhnya dalam waktu sekitar dua jam.
Zaki selaku pengelola mengaku sangat terpukul melihat aset keluarga yang dibangun bertahap kini ludes seketika menjadi abu.
“Saya tidak menyangka kejadiannya secepat ini. Ini adalah usaha keluarga yang saya kelola sepenuhnya. Semua bangunan, alat, dan perlengkapan habis tak tersisa,” kata dia.
“Saya merasa sangat sedih karena ini adalah tumpuan ekonomi keluarga kami. Kami berharap ada perhatian dan bantuan, mengingat kerugian yang dialami nilainya sangat besar.”
Pihak kepolisian dari Polres Jombang dan tim teknis masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kebakaran.
Pemeriksaan instalasi listrik dan titik awal api menjadi fokus utama penyidik. Sementara itu, tim BPBD masih berjaga di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang bisa menyala kembali dan menjalar ke pemukiman warga di sekitarnya.**











