Menu

Mode Gelap

Nasional

Investigasi Forensik Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Dipercepat PBB

badge-check


					 Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mendampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melepas 1.090 personel Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (KONGA) yang akan melaksanakan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan. Upacara pelepasan digelar di Lapangan PRIMA, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (9/4/2025). (Foto: TNI AD) Perbesar

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mendampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melepas 1.090 personel Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (KONGA) yang akan melaksanakan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan. Upacara pelepasan digelar di Lapangan PRIMA, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (9/4/2025). (Foto: TNI AD)

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tengah mematangkan rencana investigasi forensik menyusul gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

Investigasi itu direncanakan berlangsung secepat mungkin guna mengungkap fakta di balik serangan yang terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, dan Senin, 30 Maret 2026.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyatakan Sekretaris Jenderal PBB menaruh perhatian besar agar proses penyelidikan segera dilakukan dengan tetap memprioritaskan keselamatan personel di lapangan.

Dujarric mengatakan, UNIFIL memerlukan pengaturan khusus agar tim forensik dapat mengakses area kejadian tanpa menghadapi risiko tambahan.

PBB menegaskan, tidak ingin proses pengungkapan fakta justru membahayakan nyawa para penyelidik.

Sejalan dengan itu, Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, menyatakan komitmennya untuk mempercepat proses ini guna meredam spekulasi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Sugiono menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyusul gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.

Menlu telah berkomunikasi langsung dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pada 30 Maret 2026 untuk menyampaikan protes sekaligus desakan resmi.

Indonesia menegaskan, perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan mandat internasional yang tidak dapat ditawar. Hal itu disampaikan Menlu RI, melalui pernyataan resmi di akun X, 31 Maret 2026.

Insiden gugurnya prajurit TNI bermula pada 29 Maret 2026, ketika Praka Farizal Rhomadhon terkena tembakan artileri di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon.

Dalam peristiwa tersebut, tiga personel lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, dilaporkan mengalami luka-luka.

Hanya berselang sehari, pada 30 Maret 2026, serangan kembali terjadi terhadap konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan. Serangan tersebut menyebabkan dua lagi anggota pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia gugur.

Hingga saat ini, total tiga prajurit TNI terkonfirmasi gugur dalam menjalankan misi perdamaian di wilayah tersebut.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemkab Langsung Menutup MBG: Sebanyak 155 Siswa SD-SMP-SMA di Anambas Diduga Keracunan

16 April 2026 - 18:24 WIB

1.939 Jiwa Warga Solo Terdampak Banjir Luapan Kali Jenes, BMKG Masih Bisa Turun Hujan Lagi

16 April 2026 - 16:00 WIB

Penyelam Lakeguard Sarangan Temukan Botol Berisi Benda Mistis, Babinkamtibmas: Jangan Macam macamlah!

16 April 2026 - 10:29 WIB

Yenna Yuniana Perempuan di Balik Misteri Motor Listrik BGN Senilai Rp1,2 Triliun

15 April 2026 - 23:00 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 6): Jagoan, Bandit, dan Hukum yang Timpang

15 April 2026 - 19:24 WIB

Ketidakpastian Hukum dan UMK Bebani Ekspansi Perusahaan

15 April 2026 - 14:52 WIB

Jembatan Suramadu Tutup Total Satu Jam, Rabu 15 April 2026

15 April 2026 - 14:14 WIB

Ruang Ekspansi Terbatas, 67 Persen Perusahaan Setop Rekrut Karyawan Baru

14 April 2026 - 20:26 WIB

Anwar Usman Paman Gibran Hampir Pingsan di Acara Purna Bhakti MK, Kurang Tidur dan Belum Sarapan

13 April 2026 - 22:07 WIB

Trending di Headline