Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, menegaskan ketersediaan hewan kurban di seluruh Indonesia pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi tercatat aman, melimpah, dan melebihi kebutuhan, Rabu 27 Mei 2026.
Berdasarkan data resmi yang dirilis Kementerian Pertanian pagi ini, jumlah hewan yang dikorbankan secara nasional mencapai lebih dari 2,3 juta ekor, dengan stok cadangan yang masih tersisa cukup besar.
“Kami pastikan seluruh hewan kurban yang disalurkan dan dipotong hari ini dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan memenuhi syarat kehalalan. Data tercatat, ada 2.355.470 ekor hewan ternak yang dikorbankan di seluruh pelosok negeri mulai dari Sabang sampai Merauke,” ujar Sudaryono saat memberikan keterangan pers di lokasi penyembelihan hewan kurban Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu pagi.
Pernyataan Wamentan ini mengukuhkan data yang sebelumnya telah disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Drh. Agung Suganda, M.Si., pada konferensi pers pra-Hari Raya tanggal 13 Mei 2026 lalu.
Berdasarkan pemantauan melalui sistem informasi kesehatan hewan nasional (iSIKHNAS), total populasi hewan kurban yang tersedia tahun ini mencapai 3.246.790 ekor, jauh melebihi kebutuhan riil masyarakat.
Rincian lengkap data nasional Idul Adha 2026 versi Kementerian Pertanian RI adalah sebagai berikut:
* Sapi: Tersedia 859.268 ekor, dikorbankan: 791.452 ekor
* Kambing: Tersedia 1.417.880 ekor, dikorbankan: 1.085.019 ekor
* Kerbau: Tersedia 33.952 ekor, dikorbankan: 28.750 ekor
* Domba: Tersedia 935.690 ekor , dikorbankan: 450.249 ekor
Dari jumlah tersebut, masih terdapat kelebihan stok atau cadangan aman sebanyak 891.320 ekor, yang menandakan tidak ada kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar di tingkat masyarakat.
Sudaryono menambahkan, tingginya angka pemotongan tahun ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban sekaligus menebar keberkahan dan pemerataan ekonomi.
“Angka ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sangat antusias berbagi. Daging kurban ini akan merata sampai ke tangan saudara-saudara kita yang membutuhkan, menjadi sarana silaturahmi, serta penggerak ekonomi peternak di daerah,” tambahnya.
Selain menjamin ketersediaan, Kementan bersama pemerintah daerah dan Dinas Peternakan se-Indonesia telah menempatkan petugas pengawas di ribuan titik pemotongan. Pengawasan ketat dilakukan mulai dari kesehatan hewan sebelum dipotong hingga keamanan daging yang disalurkan agar layak dikonsumsi.
“Kami jamin tidak ada hewan sakit yang dipotong. Semua yang dikurbankan hari ini sudah lolos pemeriksaan dokter hewan. Ini bentuk tanggung jawab negara menjamin keamanan pangan sekaligus kelancaran ibadah umat beragama,” tegas Sudaryono.
Tahun ini, penyebaran hewan kurban tercatat paling banyak di Pulau Jawa, diikuti Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.
Angka ini menjadi rekor salah satu jumlah pemotongan tertinggi dalam lima tahun terakhir, seiring dengan pemulihan dan peningkatan populasi ternak nasional yang terus didorong pemerintah melalui program swasembada daging.
Sudaryono berharap, momentum Idul Adha ini tidak hanya menjadi tradisi ibadah semata, namun juga menjadi bukti nyata persatuan dan gotong royong bangsa Indonesia.
“Semoga pengorbanan kita diterima Allah SWT, dan nilai berbagi ini terus kita rawat untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya.**











