Menu ✖

Mode Gelap

Hukum

Hakim Vonis Hukuman 9 Bulan Penjara kepada Ivan Sugianto, Paksa Anak Bersujud dan Menggonggong Mirip Anjing

badge-check


					Majelis hakim PN Surabaya menjatuhkan vonis 9 bulan penjara kepada Ivan Sugianto, seorang pengusaha akibat memaksa seorang pelajar untuk bersujud dan menggonggong mirip anjing. Foto: Istimewa Perbesar

Majelis hakim PN Surabaya menjatuhkan vonis 9 bulan penjara kepada Ivan Sugianto, seorang pengusaha akibat memaksa seorang pelajar untuk bersujud dan menggonggong mirip anjing. Foto: Istimewa

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM- Majelis hakim diketuai Abu Achmad Sidqi Amsya menjatuhkan vonis 9 bulan penjara dan denda Rp5 juta kepada Ivan Sugianto yang terbukti sah melakukan kekerasan terhadap anak pelajar, dipaksa bersujud dan menggonggong mirip anjing.

Selain itu, hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp5 juta, dengan ketentuan jika denda tidak dibayar maka diganti pidana kurungan selama 1 bulan, di PN Surabaya, 27 April 2025.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang sebelumnya menuntut 10 bulan penjara dan denda Rp5 juta subsider 1 bulan kurungan.

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan perbuatan Ivan memenuhi unsur kekerasan terhadap anak sebagaimana diatur dalam Pasal 80 ayat (1) Juncto Pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Penasihat hukum Ivan Sugianto menyatakan masih mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.

Kasus ini bermula dari pertandingan basket antara SMA Kristen Gloria 2 Surabaya melawan SMA Cita Hati, di mana anak Ivan Sugianto yang bersekolah di SMA Cita Hati mendapat ejekan dari seorang siswa SMA Kristen Gloria 2 bernama EN.

Ivan Sugianto yang tidak terima anaknya diejek, kemudian mendatangi dan melabrak EN pada akhir Oktober 2024 di SMA Kristen Gloria 2 Surabaya. Dalam pertemuan itu, Ivan memaksa EN untuk bersujud dan menggonggong seperti anjing sebagai bentuk intimidasi dan balas dendam atas ejekan tersebut.

Aksi Ivan yang viral di media sosial ini mendapat sorotan luas. Meski telah dilakukan mediasi antara Ivan, pihak sekolah, dan wali murid yang menghasilkan kesepakatan damai, proses hukum tetap berjalan.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa 11 saksi. Pada 14 November 2024, Ivan ditangkap saat tiba di Bandara Juanda Surabaya dan langsung dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk pemeriksaan.

Setelah gelar perkara, status Ivan naik menjadi tersangka dan ia dijerat dengan Pasal 80 ayat 1 UU Perlindungan Anak dan atau Pasal 335 ayat 1 butir 1 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 3 tahun penjara.

Selain kasus intimidasi, Ivan juga terindikasi terlibat judi online sehingga rekeningnya diblokir oleh PPATK, namun polisi fokus menangani kasus intimidasi ini terlebih dahulu.

Pada 13 Januari 2025, berkas perkara Ivan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Surabaya dan kasusnya siap disidangkan.

Vonis dijatuhkan pada 27 Maret 2025, dengan hukuman 9 bulan penjara dan denda Rp5 juta, yang jika tidak dibayar diganti kurungan 1 bulan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Terbakar Hebat, Dua Ruangan SMPN 2 Perak Ludes Dilalap Api

26 September 2026 - 15:08 WIB

Polres Jombang Perkuat Literasi dan Etika Penggunaan AI bagi Pelajar SMA Negeri Jogoroto

16 September 2026 - 13:44 WIB

Respon Keresahan Warga, Polisi Jombang Sita Ratusan Botol Miras 

16 September 2026 - 13:23 WIB

Dua Kapolsek dan Kasihumas Polres Jombang Bergeser

2 September 2026 - 19:05 WIB

Aksi Pengeroyokan Usai Kegiatan Ijazah Kubro, Polres Jombang Tetapkan 8 Tersangka

2 September 2026 - 15:23 WIB

Warga Wonorejo Temukan Jasad Bayi Perempuan Mengambang di Sungai

30 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Polisi Jombang Ringkus Pelaku Love Scamming di Lampung

28 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Polres Jombang Gelar Pasukan Kesiapan Pengamanan Muktamar NU ke-35

26 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Marak Peredaran Narkoba, Satresnarkoba Polres Jombang Ungkap 80 Kasus

1 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Trending di Hukum