Menu

Mode Gelap

Nasional

China Rilis Death Star, Senjata Baru yang Mampu Melumpuhkan Satelit di Angkasa

badge-check


					Belum terjadi perang, tetapi perlombaan persenjataan terus melaju kencang. Chian baru saja mengumumkan senjata baru yang disebut dengan Death Star, senjata yang mampu melumpuhkan satlit di seluruh angkasa. Foto: thedailyinformaer1080 Perbesar

Belum terjadi perang, tetapi perlombaan persenjataan terus melaju kencang. Chian baru saja mengumumkan senjata baru yang disebut dengan Death Star, senjata yang mampu melumpuhkan satlit di seluruh angkasa. Foto: thedailyinformaer1080

Penulis : Jacobus E. Lato | Redaktur: Priyo Suwarno

CHINA, SWARAJOMBANG.COM – Bayangkan “Death Star” ala Star Wars menjadi kenyataan: Institut Teknologi Nuklir Northwest di Xi’an dan Institut Teknik Elektro Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok di Beijing.

Mereka baru saja mengumumkan senjata gelombang mikro berdaya tinggi yang bisa menonaktifkan satelit musuh, termasuk jaringan telekomunikasi Starlink milik Elon Musk.

Sistem canggih ini beroperasi seperti senjata pamungkas fiksi ilmiah, dengan kemampuan memfokuskan beberapa sinar gelombang mikro intens ke satu target orbit untuk merusak elektronik sensitifnya, sebagaimana dijelaskan dalam rilis akhir Februari 2026.

Kunci inovasi terletak pada sistem penyesuaian waktu ultra-presisi yang menyinkronkan sinar-sinar tersebut dalam waktu hanya 170 pikosekon—jauh lebih akurat daripada jam atom pada satelit GPS.

Serangan ini menghasilkan kekuatan gabungan yang mampu menghancurkan sistem radar dan perangkat komunikasi secara instan.

Perkembangan ini membawa implikasi besar bagi keamanan global serta masa depan perang antariksa.

Tidak seperti misil konvensional, senjata gelombang mikro ini lebih hemat biaya dan bisa ditembakkan berulang kali tanpa khawatir kehabisan amunisi.

Para ahli meyakini teknologi tersebut dirancang secara spesifik untuk menetralkan jaringan satelit yang menjadi andalan militer AS dalam navigasi dan serangan presisi.

Pada awal tahun 2026, terobosan ini mempercepat era “perang shadow” di ruang angkasa, mendorong negara-negara memikirkan ulang strategi perlindungan aset orbital mereka.

China bahkan memamerkan versi mobile dari sistem ini, menjadikan perebutan penguasaan spektrum elektromagnetik sebagai prioritas utama bagi lembaga perlindungan dunia.

Pada awal tahun 2026, percepatan “perang bayangan” antariksa semakin nyata; versi seluler pun meningkatkan spektrum elektromagnetik di ranah pertahanan global.

Senjata ini dikembangkan oleh tim dari Northwest Institute of Nuclear Technology (NINT) di Xi’an, dipimpin Huang Wenhua, untuk versi 20GW yang mampu membakar satelit sirkuit.

Laporan NINT (Northwest Institute of Nuclear Technology) muncul pada Februari 2026, mencakup versi anti-satelit bertenaga 20GW. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketua DPRD Magetan Suratno Ditahan Kejari, Tangis Pecah Saat Digiring ke Mobil Tahanan

23 April 2026 - 21:28 WIB

Belum Sembulan Terjadi Lagi, Pria Misterius Tewas Loncat dari Jembatan Kembar Cangar

23 April 2026 - 16:31 WIB

Gempa 3.8 Magnetudo Guncang Buleleng Bali dan Timor

23 April 2026 - 15:37 WIB

Turis India Embat Handuk hingga Keset di Ubud Bali

23 April 2026 - 14:43 WIB

Bocah SD Jatuh dari Ketinggian 8 Meter di Pasar Serangan

23 April 2026 - 14:29 WIB

Menang Gugatan Rp119 Triliun Lawan Hary Tañoe, Jusuf Hamka Sujud Syukur

23 April 2026 - 11:13 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme (1): Ketika Kekerasan Jadi Pilihan Aksi

22 April 2026 - 18:54 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital Makin Berkibar, Jadi Pilihan Pasien Indonesia 

22 April 2026 - 11:56 WIB

Rudy Mas’ud tak Punya Nyali Temui Massa Aksi Unjuk Rasa AMP Kaltim

22 April 2026 - 09:02 WIB

Trending di Headline