Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Bahlil Usul Tambahan Anggaran Rp 15 Triliun untuk Lisdes dan Jargas

badge-check


					Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 15,5 triliun, untuk menggarap lisdes (listrik desa) dan jaringan gas (jargas). Foto: Instagram@bahlilahadalia Perbesar

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 15,5 triliun, untuk menggarap lisdes (listrik desa) dan jaringan gas (jargas). Foto: Instagram@bahlilahadalia

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani  |    Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia  mengusulkan tambahan angarar untuk menangani program lisdes sebanyak 10.068 titik yang belum teralirkan listrik, meliputi 5.700 desa, 4.400 dusun, serta 68 titik lainnya.

Usulan tambahan anggaran Kementerian ESDM pada RAPBN 2026 menjadi Rp 21,67 triliun, dari pagu indikatif sebelumnya Rp 8,11 triliun.

Bahlil mengatakan, penambahan anggaran tersebut seiring dengan bertambahnya penugasan dari Presiden Prabowo Subianto terkait program listrik desa (lisdes) hingga jaringan gas (jargas).

Dia menyebutkan komponen anggaran tersebut karena ada carry over atau kelanjutan dari tambahan anggaran pada APBN 2025 sebesar Rp 15,53 triliun, namun baru dicairkan sebesar Rp 7,1 triliun, sehingga sisanya sekitar Rp 8,54 triliun akan dimasukkan dalam APBN 2026.

Kemudian, dia menyebutkan Prabowo juga menugaskan percepatan program lisdes pada tahun 2026, sehingga Kementerian ESDM mendapatkan tambahan anggaran Rp 5 triliun. “Ditambah Rp 8,54 triliun, jadi totalnya kurang lebih sekitar Rp 21,67 triliun,” tutur Bahlil.

Proyek listrik desa (lisdes) yang akan digarap Kementerian ESDM ditargetkan melistriki sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang hingga kini belum teraliri listrik, dengan penyelesaian direncanakan hingga tahun 2029-2030.

Total sekitar 10.100 lokasi desa dan dusun menjadi fokus utama percepatan elektrifikasi ini. Anggaran untuk program ini sudah mulai dihitung dan mulai masuk dalam RAPBN 2026, sebagai bagian dari usaha memenuhi target prioritas Presiden untuk mempercepat pembangunan listrik di desa-desa terpencil.

Program ini merupakan wujud kehadiran negara untuk melayani masyarakat di daerah pelosok yang selama ini belum mendapatkan akses listrik memadai.

Selain lisdes, program juga mencakup pengaturan subsidi energi agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan pengendalian kuota bahan bakar minyak bersubsidi berbasis komunitas.

Proyek ini menghadapi berbagai tantangan seperti kondisi geografis, perencanaan teknis, dan kebutuhan kehadiran energi terbarukan agar berkelanjutan. **

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (22): Kaum Papist Memuja Berhala Terkutuk

20 Juni 2026 - 18:44 WIB

Perampok Tusuk Korban 22 Kali Gondol Rp76 Juta, 12 Jam Sudah Diringkus Polisi

20 Juni 2026 - 18:17 WIB

Perampokan di Kandangtepus, Polisi Lumajang Meringkus Dua dari Empat Tersangka di Senduro

20 Juni 2026 - 17:31 WIB

Agus Salim dan Anas Burhani Sambut Masa Aksi Aliansi GMNI dan BEM Undar di DPRD Jombang

20 Juni 2026 - 16:27 WIB

Dokter Tifa Dirujuk ke RS Polri Kramat Jati, setelah Ditetapkan sebagai Tersangka Bersama Roy Suryo

20 Juni 2026 - 08:54 WIB

Tak Ada Kenaikan Bunga KPR Subsidi Meski BI-Rate Naik

19 Juni 2026 - 21:37 WIB

PLN Sebut Kendala Pembangkit Terkait Pemadaman di Jawa

19 Juni 2026 - 21:28 WIB

Kereta Ekonomi Diskon 30 Persen Berlaku Mulai Besok

19 Juni 2026 - 21:13 WIB

Prosedur Lelang Proyek di BGN di Bawah SND, Pembela: Klien Saya Sony Sanjaya Selalu Prosedural

19 Juni 2026 - 17:30 WIB

Trending di Nasional