Menu

Mode Gelap

Nasional

Prosedur Lelang Proyek di BGN di Bawah SND, Pembela: Klien Saya Sony Sanjaya Selalu Prosedural

badge-check


					Sonny Sanjaya, mantan Wakil Kepala BGN, terlibat kasus dugaan korupsi miliaran rupiah. Foto: ist Perbesar

Sonny Sanjaya, mantan Wakil Kepala BGN, terlibat kasus dugaan korupsi miliaran rupiah. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto|  Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM— Pengacara Krisna Murti SH mengatakan bahwa kliennya, Sony Sanjaya, mantan wakil kepala BGN sebagai pejabat selalu prosedural.

Semua proyek pengadaan barang dan jasa di BGN harus lewat dan diketahui oleh NSD atau Nanik Sudarwari Deyang (sebelumnya wakil, sekarang Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana).

Artinya, kata Krisna Murti, semua pelelangan dan  pekerjaan proyek dikerjakan secara prosedural.

Demikian penjelasan KriNna Mukti disampaikan, 17 Juni 2028, setelah mendampingi kliennya dalam pemeriksaan di Kejaksaan Agung.

Sony Sanjaya, mantan Wakil Kepala BGN periode 2024–2026, ditetapkan tersangka & ditahan 12–16 Juni 2026 bersama Dadan Hindayana & Lodewyk Pusung proses penyidikan dugaan korupsi pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) yang ditangani Tim Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI.

Pembela menguraikan konteks lengkap penyebutan nama Nanik Sudaryati Deyang — yang juga tercatat sebagai Nanik Sudarwati Deyang / inisial NSD — dalam kaitan dengan serangkaian dugaan penggelembungan anggaran atau mark‑up, baik pada pengadaan motor listrik, peralatan dapur, maupun sistem pengawasan CCTV senilai miliaran rupiah di lingkungan BGN.​

Dasar Dugaan

Kasus yang melibatkan Sony Sanjaya terjait dugaan kerugian negara diperkirakan meliputi:

  • Mark‑up pengadaan: 21.801 unit motor listrik & peralatan pendukung
  •  Pengadaan CCTV: Dibayar melebihi harga pasar, spesifikasi tidak sesuai kontrak, banyak titik tidak berfungsi
  • Jual beli titik: Lokasi dapur SPPG melalui yayasan terafiliasi, nilai hingga ratusan juta per titik

Dalam keterangan yang disampaikan, Krisna Murti menegaskan tegas perbedaan mendasar antara “keterkaitan administrasi” dan “keterlibatan pidana”.

“Kami menyebutkan nama Nanik Sudaryati Deyang — atau NSD yang tercatat dalam berkas administrasi — semata‑mata untuk menjelaskan alur dokumen, masa transisi jabatan, dan kelengkapan pertanggungjawaban keuangan pada periode tertentu. Ini bukan tuduhan, bukan bukti keterlibatan, dan sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyeret beliau ke dalam ranah dugaan korupsi.”

Konteks administratif: Pada saat serah‑terima jabatan dan penyusunan laporan pertanggungjawaban anggaran kuartal IV‑2025 hingga awal 2026, Nanik Sudaryati Deyang tercatat sebagai pejabat yang mengawasi penyelesaian dokumen akhir sebelum proses peninjauan internal, sebelum beliau ditetapkan Presiden menjadi Kepala BGN definitif menggantikan Dadan Hindayana pada 15 Juni 2026.

Untuk menunjukkan bahwa seluruh transaksi dan kontrak yang kini diperiksa telah melalui rangkaian verifikasi bertingkat, bukan ditandatangani sepihak oleh klien kami, serta menegaskan bahwa Sony Sanjaya selalu bertindak sesuai prosedur yang berlaku saat itu.

“Jika ada nilai yang diduga melebihi standar atau spesifikasi yang belum terpenuhi, itu menjadi objek pemeriksaan seluruh tahapan, bukan hanya satu pihak. Kami tidak menyatakan Nanik bersalah — kami menyebutkan bahwa dokumen itu juga diteruskan dan diketahui secara administratif pada masa transisi tersebut.”

“Penyebutan nama pihak tertentu dalam keterangan pembelaan adalah hak hukum tersangka untuk menjelaskan alur peristiwa. Namun hal itu belum otomatis menjadi temuan penyidik, apalagi status hukum. Hingga 19 Juni 2026, Nanik Sudaryati Deyang belum dipanggil, diperiksa, ditetapkan sebagai saksi, apalagi tersangka dalam perkara ini.”

Hingga saat ini, dakwaan resmi baru ditujukan kepada tiga mantan petinggi BGN dan pengusaha Glory Harimas Sihombing, sedangkan penyebutan NSD tetap berada dalam ranah klarifikasi pembelaan, bukan dalam daftar bukti dakwaan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semburan Lumpur Pekat 20 Meter Disertai Bunyi Gemuruh di Oro-oro Kesongo Blora

7 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Senjata yang Ditemukan di Sekolah 995 Senapan Angin

7 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Ulah Manusia Sebabkan 120 Hektare Hutan Bromo Hangus

7 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Menelisik Akar Terorisme (46): Desalines Dirangsek Hingga Mati, Christhope Bunuh Diri

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Pulbaket Tim Gabungan: Muncul AngkaTransaksi Rp248 Miliar KPRI Sejahtera Jombang

7 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Konsumsi Makanan MBG, 103 Siswa di Rejotangan Tulungagung Keracunan

1 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Wamen Dahnil Ansar Prihatin Ada Ustad dan Pemuka Agama Masuk Kartel dan Mafia Haji

1 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Sopir dan 30 Penumpang Selamat Saat Kebakaran Bus Gunung Harta di Tol Nganjuk

1 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Revolusi Jensen Huang 500 Kali Lebih Efisien: Komputasi SaaS Menjadi GaaS

1 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Trending di Nasional