Menu

Mode Gelap

Headline

Armuji Minta Maaf kepada Madas, Heru Satriyo: Memalukan dan Coreng Surabaya

badge-check


					Heru Satriyo, Maki Koordinator Jatim mengiriti keras sikap wakil walikota Surabaya, Armuji yang telah menandatangani perdamaian dan minta maaf kepada ormas Madas, yang terkait  kasus pemgbongkaran dan pengisuran nenek Elina Widjajanti. Foto: petisi.co Perbesar

Heru Satriyo, Maki Koordinator Jatim mengiriti keras sikap wakil walikota Surabaya, Armuji yang telah menandatangani perdamaian dan minta maaf kepada ormas Madas, yang terkait kasus pemgbongkaran dan pengisuran nenek Elina Widjajanti. Foto: petisi.co

Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM– Ketua LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo, melontarkan kritik pedas terhadap Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atas penandatanganan surat permintaan maaf terkait konflik dengan ormas.

Pernyataan itu disuarakan pada 8 Januari 2026. Heru menilai tindakan tersebut menciptakan preseden negatif yang memalukan dan menodai martabat Surabaya sebagai Kota Pahlawan.

Kronologi insiden berawal dari penandatanganan surat tersebut oleh Armuji pada 6 Januari 2026 di auditorium Universitas Dr. Soetomo (Unitomo).

Acara itu disaksikan rektor sebagai penengah, terkait dugaan kerugian yang dialami ormas Madas Sedarah.

Langkah ini langsung memicu perdebatan sengit di kalangan publik, karena dianggap merendahkan otoritas kepemimpinan kota dan tidak sesuai dengan sifat arek Suroboyo yang penuh keberanian.

Heru menyoroti bahwa perkara ini melampaui sekadar pelanggaran etika, melainkan menyangkut martabat dan kehormatan warga Surabaya.

Ia khawatir kejadian ini bisa memicu kerusuhan sosial yang lebih besar, sekaligus membuka pintu perlawanan masyarakat terhadap praktik premanisme yang terselubung di balik ormas.

Tokoh masyarakat drg. David Andreasmito turut mengutuk tindakan Armuji sebagai bentuk kelalaian yang melukai hati nurani arek Suroboyo.

Sebagai tindak lanjut, para tokoh inilah yang menggelar Apel Siaga Arek Suroboyo WANI di halaman Balai Kota, untuk menentang premanisme dan retorika pemisahan suku.

Hingga kini, Wali Kota Surabaya belum memberikan tanggapan resmi atas sorotan Heru terkait permintaan maaf Armuji. Meski begitu, ucapan Wali Kota soal rencana pertemuan perwakilan suku justru mendapat bantahan keras dari Heru, yang menilainya berisiko memprovokasi isu SARA dan memperburuk situasi.

Heru Satriyo berniat mengajukan nota protes resmi kepada Wali Kota Surabaya atas pernyataannya, sambil mendesak sikap yang lebih bijaksana demi menjaga stabilitas kota ke depan.

Kritik-kritik ini mewarnai aksi Apel Siaga Arek Suroboyo WANI, di mana warga menegaskan penolakan terhadap premanisme ormas dan narasi pembedaan suku, serta memperkuat identitas Surabaya sebagai kota pahlawan yang solid. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Awas Sidoarjo Terancam Darurat HIV-AIDS: Tiap Bulan Tambah 50 Kasus Baru Total 7.129 Penderita

8 Juni 2026 - 17:28 WIB

Hadi Atmaji Pimpin Rapat Ranperda Penyelenggaraan Jasa, Warsubi Jawab Pertanyaan Dewan

8 Juni 2026 - 14:47 WIB

Gempa Magnetudo 7.7 di Mindanao, Getaran Terasa di Indonesia Utara

8 Juni 2026 - 12:17 WIB

Polisi Situbondo Gercep Tangkap Suami yang Menghabisi Istrinya Gegara Cemburu Buta

7 Juni 2026 - 22:28 WIB

Viral Juragan Truk Ikat Tangan dan Pukuli Sopir Gunakan Batang Kayu, Polisi Gercep Meringkus Pelaku

7 Juni 2026 - 16:04 WIB

Menelisik Akar Terorisme (13): Teror Bermotif Agama Bergejolak di Prancis

6 Juni 2026 - 19:59 WIB

Ilustrasi. Foto: ist

MA Sudah Keluarkan Vonis, Yemahura: PT Delta Surya Belum Mau Bayar Rp1,4 Miliar

6 Juni 2026 - 19:19 WIB

DPRD Jombang Bahas Ranperda Miras dan Larangan Oplosan, Negara Harus Lindungi

5 Juni 2026 - 20:22 WIB

Penataan PK5: Pemkab Jombang tidak Belajar Pengalaman Masa Lalu

5 Juni 2026 - 17:04 WIB

Trending di Nasional