Penulis: Gandung Kardiyono | Editor: Priyo Suwarno
MOJOKERTO, SWARAJOMBANG.COM– Tragedi kereta kelinci terguling di Kabupaten Mojokerto pada Sabtu (28/3/2026) pagi menewaskan satu orang dan melukai puluhan lainnya saat rombongan silaturahmi Idulfitri.
Kejadian ini terjadi di tanjakan Jalan Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang. Bus Tayo modifikasi (nopol S 8185 PA) yang dikemudikan Sariono (53) membawa 21-25 penumpang asal Desa Mlaten, Kecamatan Puri.
Diduga, kendaraan tak kuat menanjak sekitar pukul 09.00 WIB, tergelincir mundur, menabrak gapura dusun dan tiang listrik, lalu terguling.
Korban tewas adalah Sulimah (47), warga Dusun Mlaten, akibat cedera otak berat setelah terlempar; jenazahnya dievakuasi ke RS Sumberglagah.
Sebanyak 20 penumpang luka-luka dirawat di RSUD Prof dr Soekandar, RS Sumberglagah, dan Puskesmas Gondang; penyebab utama kelebihan muatan dan tak sesuai spek teknis.
eorang perempuan bernama Sulimah (47) menjadi korban tewas dalam kecelakaan kereta kelinci terguling di Desa Jatidukuh, Gondang, Mojokerto pada 28 Maret 2026.
Korban warga Dusun Mlaten RT 03 RW 02, Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Sulimah mengalami cedera otak berat setelah terlempar dari kendaraan dan dinyatakan meninggal seketika di lokasi. Jenazahnya dievakuasi ke RS Sumberglagah untuk penanganan lebih lanjut.
Ia salah satu dari 21-25 penumpang rombongan silaturahmi Idulfitri asal Desa Mlaten, Sulimah ikut dalam bus modifikasi Bus Tayo (S 8185 PA) yang gagal menanjak.
Polres Mojokerto melalui Kanit Gakkum Satlantas Ipda Beni Hermawan mengonfirmasi kecelakaan tunggal karena beban berlebih. Korban dievakuasi cepat, dan penyelidikan berlanjut terkait modifikasi kendaraan wisata ilegal.
Kronologi
- Sekitar pukul 09.00 WIB: Bus Tayo modifikasi (nopol S 8185 PA), dikemudikan Sariono (53) dari Desa Sumbergirang, Puri, membawa 21-25 penumpang asal Desa Mlaten menuju silaturahmi di Desa Jatidukuh, Gondang.
- Memasuki tanjakan curam: Kendaraan melaju dari timur ke barat di Jalan Dusun Jati, hampir mencapai puncak tanjakan.
- Tidak kuat menanjak: Karena beban berlebih dan tidak sesuai spek teknis, bus tergelincir mundur tak terkendali dengan kecepatan tinggi, tanpa bekas pengereman signifikan.
- Menabrak gapura: Mundur sambil menabrak gapura batas dusun.
- Terguling dan tabrakan akhir: Bus terguling ke kiri, menghantam tiang listrik PLN hingga roboh; laju terhenti di tepi sungai.
- Korban terlempar: Sulimah (47) terlempar keluar, mengalami cedera otak berat dan tewas seketika; jenazah dievakuasi ke RS Sumberglagah.
- Evakuasi cepat: 20 penumpang luka-luka dirawat di RSUD Prof dr Soekandar, RS Sumberglagah, dan Puskesmas Gondang; sopir Sariono juga luka. **











