Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JAKARTA – Keputusan mengejutkan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menerima surat kuasa menjadi penasihat hukum mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Febrie Adriansyah ternyata mengundang rentetan persoalan datang bertubi-tubi dalam waktu sangat singkat.
Hanya dalam hitungan hari, lima peristiwa besar sekaligus menghampirinya, mulai dari kecaman profesi, permintaan maaf kepada pimpinan negara, duka keluarga, tekanan masyarakat, hingga konflik internal rumah tangga yang terbuka ke publik.
Pertama, permintaan maaf kepada awak media. Saat memberikan keterangan pers seusai menemui kliennya, Hotman melontarkan kalimat yang dinilai sangat merendahkan martabat profesi wartawan: “Lu punya otak enggak sih?”. Pernyataan ini langsung memicu kemarahan luas dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen, dan berbagai organisasi pers lainnya yang menuntut permohonan maaf terbuka.
Merespons gelombang protes itu, Hotman akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara resmi lewat akun media sosialnya.
Ia mengakui ucapannya keluar karena emosi sesaat, namun menegaskan tetap sangat menghormati peran dan profesi jurnalistik selama ini.
Presiden
Kedua, permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah.
Dalam pernyataannya sebelumnya, ia menyatakan bahwa proses hukum yang menjerat Febrie telah melampaui batas ranah hukum dan masuk ke ranah politik, bahkan menyiratkan keterkaitan dengan arahan pimpinan tertinggi negara.
Hal ini segera ditegaskan Menteri Sekretaris Negara agar penegakan hukum berjalan murni sesuai koridor perundang-undangan tanpa dikaitkan dengan siapapun.
Menyadari kesalahpahaman yang muncul, Hotman kembali memohon maaf secara khusus kepada Presiden Prabowo, Jaksa Agung, Kapolri, dan seluruh jajaran penegak hukum.
Ia menegaskan bahwa seluruh ucapannya semata-mata demi kepentingan pembelaan klien, tanpa ada niat sedikitpun mencampuradukkan dengan urusan politik atau membebankan kepada pihak lain.
Jatuh dari Lantai 46
Ketiga, dirundung duka mendalam. Tak lama setelah badai kritik mereda sedikit, berita duka datang menghampiri. Rocky Martin Napitupulu, pengacara muda yang selama ini dikenal sangat ia banggakan dan bina kariernya.
Rocky ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai 46 Apartemen Masterpiece kawasan Jakarta Selatan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengonfirmasi secara resmi status hubungan kekerabatan maupun penyebab pasti peristiwa itu, dan masih terus melakukan pendaluman fakta secara utuh.
Kejadian ini menambah beban psikologis yang sedang dihadapi Hotman di tengah tekanan publik yang sangat besar.
Keempat, aksi unjuk rasa di depan kantor hukumnya. Sekelompok elemen masyarakat menggelar demonstrasi di depan kantor hukum Hotman Paris & Partners di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Massa meminta klarifikasi tegas terkait pernyataan yang dinilai menghina profesi wartawan, serta narasi yang dianggap berusaha membelokkan arah proses hukum yang sedang berjalan.
Mereka juga menuntut agar setiap penasihat hukum senantiasa menjaga etika dan tidak menggunakan profesi untuk kepentingan yang melawan arus keadilan.
Kini Ketua PWI DKI Jakarta –meskipun sudah minta maaf– tetap melaporkan hotman ke Polda Metro Jaya atas sangkaan mencemarkan dan melecehkan profesi wartawan.
Angpao Rp1 M dari Prayoga Pengestu
Kelima, klarifikasi lengkap terkait polemik uang pernikahan. Isu ini mencuat setelah putra sulungnya, Frank Alexander Hutapea.
Ia melontarkan sindiran terbuka di media sosial yang menuduh ayahnya mengambil hak adiknya, Fritz.
Menanggapi hal itu, Hotman memberikan penjelasan rinci: sebelum resepsi pernikahan, konglomerat nasional Prajogo Pangestu memanggil dirinya dan anaknya Fritz ke kantor, lalu menyerahkan dua kotak uang terpisah.
Kotak berisi Rp200 juta diserahkan khusus untuk Fritz sebagai angpao pernikahan, sedangkan kotak berisi Rp800 juta adalah apresiasi pribadi dari Prajogo Pangestu kepadanya sebagai mantan klien yang sudah lama selesai berurusan hukum.
“Itu bukan angpao pernikahan, melainkan hadiah pribadi untuk saya,” tegas Hotman.
Ia membantah keras tuduhan mengambil hak anak, dan menjelaskan bahwa meski dalam adat orang tua berhak menerima angpao tamu, dirinya selalu menyerahkan seluruhnya kepada anak-anak.
Kelima peristiwa besar ini terjadi hampir berbarengan, menjadikan posisi Hotman Paris berada di bawah sorotan paling tajam sepanjang kariernya.
Sementara itu, proses hukum terhadap Febrie Adriansyah tetap berjalan terus, dan masyarakat diminta tetap merujuk pada informasi resmi serta tidak terprovokasi oleh berita yang belum teruji kebenarannya. **











