Penulis: Arief H. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM — Berantai tiga hari berturut turut insiden keracunan MBG mulai Sidoarjo, Nganjuk. Hari ini, Kamis 3 September 2026, terjadi di SMPN Kabuh, Jombang.
Sekitar 256 siswa beserta 4 guru di SMP Negeri 1 Kabuh dilaporkan jatuh sakit serentak usai menyantap paket makan siang program tersebut.
Sebelumnya mereka menyantap hidangan menu udang saos Padang
- Waktu Konsumsi: Para siswa menyantap menu MBG pada hari Rabu, 2 September 2026 sekitar jam makan siang.
- Munculnya Gejala: Korban mulai merasakan efek samping seperti mual, muntah, pusing, perut melilit, hingga diare cair sejak Rabu sore hingga puncaknya pada Kamis dini hari.
- Kondisi Makanan: Menurut kesaksian beberapa siswa, menu lauk udang saus padang mengeluarkan aroma yang kurang sedap dan rasa sayurannya agak pahit.
- Total Terdampak: Data terbaru dari Kepala Dinas Kesehatan Jombang mencatat 256 siswa dan guru menjadi korban. Sebanyak 61 anak dilarikan ke Puskesmas Kabuh, 7 siswa ke Klinik Pratama Ploso, dan 8 siswa ke Klinik Asyifa.
- Status Rawat: Mayoritas korban diperbolehkan pulang untuk rawat jalan setelah diobservasi karena gejalanya masih bisa ditahan. Namun, 7 siswa masih harus menjalani rawat inap intensif dan diinfus di Puskesmas Kabuh akibat nyeri perut hebat dan diare konstan.
- Penyuplai Makanan: Menu MBG tersebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang berlokasi di Dusun Brumbung, Desa Mangunan, Kabuh, di bawah naungan Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta.
- Langkah Hukum: Pihak kepolisian setempat telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan, mengamankan barang bukti sampel makanan, serta mendalami dugaan kelalaian pengelola dapur.
- Penghentian Sementara: Akibat insiden ini dan adanya trauma pada murid, pihak sekolah menolak dan mengembalikan kiriman menu MBG yang datang hari ini agar tidak didistribusikan.
- Investigasi Sampel: Dinkes telah mengamankan sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan berupa udang, nasi, sayur, pepaya, dan air minum untuk diuji laboratorium di Surabaya.
- Dugaan Awal: Berdasarkan rilis resmi, Dinkes menyatakan keluhan massal ini mengarah pada indikasi dugaan intoleransi makanan atau kontaminasi bahan tertentu.
- Evaluasi Izin: Dinkes juga akan meninjau ulang Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapur penyedia.
- Penyelidikan Kelalaian: Polres Jombang sedang melakukan investigasi mendalam guna mencari tahu adanya unsur kelalaian dari pihak pengelola SPPG (Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta).
- Pengamanan Bukti: Polisi telah mengumpulkan barang bukti sisa makanan serta meminta keterangan dari saksi pihak sekolah maupun penyedia.
- Pencegahan Berlanjut: Sebagai langkah antisipasi instan, menu kiriman Makan Bergizi Gratis (MBG) yang datang pada hari Kamis (3/9/2026) langsung ditolak, dikembalikan, dan dilarang keras untuk didistribusikan ke siswa.
- Pendataan Siswa: Dinas Pendidikan mendampingi pihak sekolah untuk mendata berkala kondisi siswa yang menjalani perawatan mandiri di rumah maupun rawat jalan di fasilitas kesehatan terdekat. **











