Menu

Mode Gelap

Nasional

Membengkak Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Mencapai 566 Santri/ Siswa

badge-check


					Ternyata jumlah santri dan siswa korban keracunan mencapai 566 dari 19 pondok dan sekolah di Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa, 1 September 2026. Foto: ist Perbesar

Ternyata jumlah santri dan siswa korban keracunan mencapai 566 dari 19 pondok dan sekolah di Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa, 1 September 2026. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |   Editor: Priyo Suwarno

SIDOARJO, SWARAJOMBANG.COM — Proses penelusuran penyebab dugaan keracunan masal pada penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, kini memasuki tahap investigasi resmi, Selasa 2 September 2026.

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Dinas Kesehatan dan Kepolisian sedang melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel sisa makanan maupun sampel biologis dari para korban untuk memastikan zat atau agen pemicu keracunan secara ilmiah.

Kasus bermula dari satu pondok pesantren Manba’ul Hikam, ternyata meluas hingga menjangkau 19 lembaga pendidikan berbeda.

Dengan total 566 orang dinyatakan mengalami gejala mual, muntah, serta gangguan pencernaan serupa. Seluruh pasokan makanan berasal dari satu titik pusat: Dapur Umum SPPG Kalitengah.

SPPG ini melayani ribuan porsi secara massal ke berbagai sekolah di wilayah sekitarnya.

Pola serentak gejala di lokasi-lokasi berbeda memperkuat dugaan adanya pencemaran pada sumber pangan yang sama.

Saat ini proses evakuasi dan penanganan medis terus berjalan. Para santri serta peserta didik lain yang mengalami gejala telah dirujuk ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan perawatan intensif.

Situasi penanganan di lapangan berlangsung beriringan dengan pengambilan sampel bukti sebelum jejak bahan pencemaran hilang.

Hasil uji laboratorium menjadi kunci seluruh kasus: apakah keracunan disebabkan oleh bakteri, zat kimia berlebih, kelalaian higienitas, atau bahan baku yang tidak layak konsumsi.

Temuan resmi tersebut nantinya juga menjadi dasar penentuan tanggung jawab — administratif maupun pidana — terhadap pihak pengelola dapur umum maupun penanggung jawab penyaluran program.

Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi terpisah dari pihak pengelola SPPG Kalitengah maupun nama yayasan/badan hukum yang menaunginya.

Masyarakat diminta menunggu hasil rilis gabungan tim investigasi guna menghindari penyebaran informasi yang belum teruji kebenarannya.

Perkembangan selanjutnya akan dipantau dari rilis resmi Badan Gizi Nasional, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, serta kepolisian.

 

Kronologi dan Korban
  • Sumber Makanan: Makanan disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, yang mendistribusikan 2.800 porsi per hari. 
  • Korban Terdampak: Sebagian besar korban berasal dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam (Desa Putat) serta belasan lembaga pendidikan lain di sekitar Tanggulangin. 
  • Gejala: Korban mengeluhkan mual, pusing, lemas, hingga muntah. Beberapa korban menyebutkan menu sayur yang dibagikan terasa asam. 
  • Penanganan Medis: Ratusan santri dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan seperti RSUD Notopuro Sidoarjo, RS Siti Hajar, dan RS Bhayangkara Pusdik Porong. Sebagian besar pasien kini sudah diperbolehkan pulang (KRS) atau menjalani rawat inap.
Tindakan Lanjut Pemerintah
  • Penghentian Dapur: Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan operasional (suspend) SPPG Kalitengah, sambil menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan.
  • Temuan Perizinan: Bupati Sidoarjo mengungkapkan bahwa dari 170 dapur SPPG di wilayahnya, terdapat 31 unit yang belum berizin 
Rangkaian Investigasi
  • Tim gabungan: Badan Gizi Nasional + Dinas Kesehatan + Polisi → sedang uji lab
  • Sampel diuji: sisa makanan & sampel feses korban
  •  Situasi: evakuasi & perawatan berlangsung di RS terdekat
  • Hasil: belum keluar → kunci penentu penyebab & tanggung jawab
  • Sumber: belum ada pernyataan mandiri dari SPPG Kalitengah.**
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Abu Vulkanik Negatif, 8 Bandara Kembali Dibuka

8 September 2026 - 18:29 WIB

Pulihkan Penderita Lumpuh, RRT Izinkan Implan Cip NEO untuk Publik

8 September 2026 - 07:07 WIB

Menelisik Akar Terorisme (54): Ritual Goor Kaum Thug untuk Mencekik

8 September 2026 - 06:41 WIB

800 Karateka Meriahkan Gelar Gashuku II Lintas Kyokushin Jatim di Purwodadi

8 September 2026 - 06:07 WIB

IDAI Rilis 13 Rekomendasi Jaga Kesehatan Anak Hadapi Bahaya Debu Vulkanik

8 September 2026 - 05:29 WIB

Tiga KA Tambahan Perjalanan Kereta Menuju Jakarta, Imbas Anak Krakatau

7 September 2026 - 20:21 WIB

Subsidi Kecil, Beras RI Kalah Murah dari Vietnam dan Thailand

7 September 2026 - 19:44 WIB

Hasil Survei Kepuasan Publik Turun, Ketua Fraksi Gerindra: Early Warning Buat Subandi dan Mimik Idayana

7 September 2026 - 16:13 WIB

Capai Urus Korupsi, PM Albania Angkat AI Diela sebagai Menteri untuk Tangani Tender Proyek

7 September 2026 - 15:44 WIB

Trending di Nasional