Menu

Mode Gelap

Headline

50 Bhiksu Tudong Ziarah dan Doa di Makam Gus Dur setelah Disambut Bupati Warsubi

badge-check


					Sebanyak 50 bhiksu tudong (berjalan kaki) sampai di Jombang, mendapat sambutan meriah warga dan pemerintah Pemkab Jombang, Selasa 19 Mei 2926. Foto: ist Perbesar

Sebanyak 50 bhiksu tudong (berjalan kaki) sampai di Jombang, mendapat sambutan meriah warga dan pemerintah Pemkab Jombang, Selasa 19 Mei 2926. Foto: ist

Penulis: Arief H. Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM-Sebanyak 50 orang Bhikku atau biksu dari Thailand, Vietnam dan Malaysia dan Indonesia,  berjalan kaki ( tudong) dengan tujuan akhir Candi Borobudur Jateng.

Dalam perjalanan kaki dari Bali ke Borobudur, kini mereka sudah tiba di Jomban, Sebuah perjalanan persaudaraan bangsa terukir indah di bumi Jombang, Selasa, 19 Mei 2026.

Sebanyak 50 orang Bhikku atau biksu dari Thailand, Vietnam dan Malaysia dan Indonesia,  berjalan kaki ( tudong) dengan tujuan akhir Candi Borobudur Jateng.

Mereka dari berbagai latar belakang telah menyelesaikan perjalanan panjang berjalan kaki yang luar biasa, bermula dari Pulau Bali, menempuh jarak ratusan kilometer, hingga akhirnya tiba dan menginjakkan kaki di Kabupaten Jombang pada hari ini.

Kedatangan rombongan yang membawa pesan kedamaian ini disambut meriah dan hangat langsung Bupati Jombang, Warsubi, serta ribuan warga masyarakat yang sudah menunggu di sepanjang rute kedatangan.

Suasana haru dan damai menyelimuti seluruh kawasan. Para biksu yang mengenakan jubah kuning keemasan tampak berjalan tertib, tenang, dan khusyuk, menebarkan pesan kasih sayang kepada siapa saja yang mereka temui.

Warga Jombang dari berbagai usia, agama, dan latar belakang tampak antusias berbaris di pinggir jalan, melambaikan tangan, memberikan penghormatan, dan menyambut kedatangan mereka layaknya saudara sendiri.

Tidak ada sekat, tidak ada jarak, yang ada hanyalah rasa persaudaraan yang kental dan keinginan bersama menjaga kerukunan hidup berbangsa.

Dalam sambutannya, Bupati Jombang, Warsubi, mengungkapkan rasa bangga dan haru yang mendalam atas terpilihnya Jombang sebagai salah satu tujuan utama perjalanan suci ini.

Menurutnya, langkah kaki para biksu ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbol nyata bahwa Indonesia, dan khususnya Jombang, adalah rumah besar bagi segala perbedaan.

“Kehadiran para Bhikku ini adalah berkah besar bagi kami. Perjalanan panjang dari Bali sampai ke sini menunjukkan keteguhan hati, kesabaran, dan pesan damai yang dibawa,” tutur Warsubi saat memberikan sambutan hangat.

“Ini membuktikan bahwa toleransi di Jombang bukan sekadar kata-kata, tapi hidup, tumbuh, dan dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat,” ujar Bupati Warsubi di tengah suasana penyambutan di pendopo kabupaten.

Momen yang menjadi sorotan paling istimewa dan menyentuh hati terjadi di penghujung rangkaian kegiatan.

Ziarah di Makam Gus Dur

Rombongan 50 biksu ini ternyata memiliki tujuan khusus dan niat luhur: melakukan ziarah dan doa bersama di kompleks makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur.

Di hadapan makam tokoh bangsa yang dikenal sebagai pelindung umat beragama dan simbol toleransi tertinggi ini, para biksu berkumpul, bersila, dan melantunkan doa-doa suci menurut keyakinan mereka.

Mereka mendoakan amal jasa almarhum Gus Dur, yang sepanjang hidupnya berjuang keras menjaga keutuhan NKRI dan memastikan setiap warga negara, apa pun agamanya, memiliki tempat yang sama dan dilindungi di tanah air ini.

Tindakan ini menjadi penghormatan tertinggi dan bukti nyata warisan pemikiran Gus Dur masih hidup dan dirasakan manfaatnya hingga kini.

Bagi para biksu, Gus Dur adalah sosok besar yang menjadi pelindung, pembela, dan jembatan persatuan antarumat beragama di Indonesia.

Doa yang dipanjatkan di makam beliau menjadi penutup indah perjalanan panjang mereka dari Pulau Dewata.

Warga yang menyaksikan momen ini pun tak kuasa menahan haru. Bagi masyarakat Jombang, peristiwa ini menjadi bukti bahwa daerah mereka benar-benar menjadi contoh teladan dalam hidup bertetangga.

Di sini, nilai-nilai kebangsaan dan kerukunan tidak terbelenggu oleh perbedaan, justru perbedaan itulah yang menyatukan hati.

Perjalanan 50 biksu ini, dari Bali hingga Jombang, akan menjadi catatan sejarah baru dalam buku kerukunan Indonesia.

Sebuah perjalanan yang mengajarkan kita semua, bahwa damai itu indah, persatuan itu kekuatan, dan Indonesia itu satu, di bawah naungan Bhinneka Tunggal Ika.

Saat ini, para biksu akan beristirahat sejenak di Jombang sebelum melanjutkan pesan kedamaian ke wilayah lainnya, namun jejak damai dan kenangan indah di kota santri ini akan terus membekas di hati seluruh warga Jombang selamanya.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Aksi Unjuk Rasa AB3, Anak Vs Bapak: Moh. Fauzan Bacakan Tuntutan kepada Bupati Lukman Hakim

19 Mei 2026 - 17:33 WIB

Terseret Arus Flushing PLTA Wlingi, Dua Selamat Satu Orang Masih Hilang

19 Mei 2026 - 15:29 WIB

Ucapan Prabowo soal Desa dan Dolar Jadi Sorotan

18 Mei 2026 - 20:32 WIB

Belanja Militer Besar-Besaran, Ini Alutsista yang Masuk

18 Mei 2026 - 20:21 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme (7): Jenderal Saladin Menyatukan Negara Muslim

18 Mei 2026 - 17:28 WIB

Sekongkol dengan Pacar, Andriana Sekap dan Kuras Rp2 M dan 1 Kg Emas Milik Kakek Kusnadi

18 Mei 2026 - 16:56 WIB

Kejuaraan IBKO 1st All Kyokushin Indonesia: DKKI Sabet 42 Medali

18 Mei 2026 - 11:50 WIB

Atlet DKKI foto bersama dengan Ketua Umum DKKI, Tunggul Aryo Wibowo dan Ketua Dewan Guru DKKI, setelah acara Kejuaraan IBKO 1st All Kyokushin Indonesia, Sabtu (16/5/2026). Foto: ist

UMKM dan Penginapan Senyum Lebar, Jika KA Penuh

17 Mei 2026 - 20:11 WIB

Mulai 2027 Kelas 3 SD Wajib Bahasa Inggris

17 Mei 2026 - 19:28 WIB

Trending di Nasional