Menu

Mode Gelap

Headline

Basalamah Mengaku tak Tahu Uang Rp8,4 Miliar yang Diserahkan ke KPK

badge-check


					Basalamah Mengaku tak Tahu Uang Rp8,4 Miliar yang Diserahkan ke KPK Perbesar

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM — Pendakwah sekaligus pemilik biro perjalanan haji dan umrah Uhud Tour, Khalid Basalamah, kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.

Konteksnya, uang itu diduga terkait aliran dana dari PT Muhibbah Mulia Wisata ke PT Zahra Oto Mandiri/Uhud Tour milik Khalid, dan KPK menyebutnya berkaitan dengan perkara pengaturan atau pembagian kuota haji khusus

Seusa pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, ia dicegat wartawan. Khalid mengaku telah mengembalikan uang sekitar Rp8,4 miliar yang disebut terkait perkara tersebut.

“Jadi, PT Muhibbah mengembalikan dana kepada kami. Kami pun tidak tahu uang apa. Jumlahnya sekitar Rp8,4 miliar,” kata Khalid kepada wartawan usai diperiksa KPK, usai diperiksa di gedung Merah Putih, Kamis sore, 23 April 2026.

Ia juga menjelaskan bahwa saat dipanggil penyidik, dirinya diminta mengembalikan uang itu dan kemudian mengikuti permintaan tersebut.

Khalid menegaskan uang yang dikembalikan itu berasal dari PT Muhibbah Mulia Wisata milik Ibnu Mas’ud, yang disebut berkaitan dengan pengurusan visa haji khusus.

Menurut penjelasan yang beredar dalam proses penyidikan, uang tersebut terkait biaya jemaah Uhud Tour yang dialihkan ke skema haji khusus dalam pengurusan kuota tambahan.

Dalam perkembangan kasus ini, KPK mendalami dugaan penyimpangan pembagian kuota haji tambahan tahun 2023 yang tidak sesuai aturan.

Lembaga antirasuah itu juga menyebut Khalid merupakan salah satu pihak dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus yang diperiksa untuk menelusuri mekanisme pengisian kuota haji khusus oleh biro travel.

Kasus kuota haji ini terus berkembang karena menyangkut dugaan aliran dana, pengaturan kuota, dan peran sejumlah biro perjalanan haji khusus dalam skema yang sedang diusut KPK soal juota haji yabg dikonersialkan.

Catatan Peneriksaan

  • 2024: Khalid dan rombongannya berangkat haji melalui kuota khusus yang belakangan disebut bermasalah oleh KPK.
  • Juni 2025: KPK mulai memeriksa Khalid sebagai saksi dalam dugaan korupsi kuota haji khusus.
  • 2 dan 9 September 2025: Khalid kembali diperiksa KPK dalam penyidikan perkara yang sama.
  • September 2025: KPK menyebut keterangan Khalid membantu mengungkap dugaan “permainan” kuota haji tambahan.
  • 23 April 2026: Khalid kembali dipanggil KPK, diperiksa sebagai saksi, lalu mengembalikan Rp8,4 miliar ke KPK.**
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pulihkan Penderita Lumpuh, RRT Izinkan Implan Cip NEO untuk Publik

8 September 2026 - 07:07 WIB

Menelisik Akar Terorisme (54): Ritual Goor Kaum Thug untuk Mencekik

8 September 2026 - 06:41 WIB

800 Karateka Meriahkan Gelar Gashuku II Lintas Kyokushin Jatim di Purwodadi

8 September 2026 - 06:07 WIB

IDAI Rilis 13 Rekomendasi Jaga Kesehatan Anak Hadapi Bahaya Debu Vulkanik

8 September 2026 - 05:29 WIB

Tiga KA Tambahan Perjalanan Kereta Menuju Jakarta, Imbas Anak Krakatau

7 September 2026 - 20:21 WIB

Subsidi Kecil, Beras RI Kalah Murah dari Vietnam dan Thailand

7 September 2026 - 19:44 WIB

Hasil Survei Kepuasan Publik Turun, Ketua Fraksi Gerindra: Early Warning Buat Subandi dan Mimik Idayana

7 September 2026 - 16:13 WIB

Capai Urus Korupsi, PM Albania Angkat AI Diela sebagai Menteri untuk Tangani Tender Proyek

7 September 2026 - 15:44 WIB

Demi NKRI, Direktur RSKKA Dr Agus Harianto Mendorong Iluni Miliki RS Kapal

7 September 2026 - 11:48 WIB

Trending di Nasional