Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Mata Uang Global Anjlok, Rupiah Tembus Rp17.300/US$

badge-check


					Menko Airlangga Perbesar

Menko Airlangga

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang semakin melemah pada perdagangan Kamis (23/4/2026). Rupiah melemah 0,76% dan menyentuh Rp17.305/US$ pada 09:40 WIB.

“Kita monitor saja karena berbagai mata uang di regional juga bergejolak,” kata Airlangga di Kantor BKPM, Kamis (23/4/2026).

Terkait rupiah yang terus melemah bahkan hingga lebih dari asumsi makro yang ditetapkan dalam APBN 2026, dia menyebut pihaknya tidak bisa setiap hari reaktif. Dia juga menyebut Bank Indonesia bertugas menjaga pergerakan rupiah.

“Ya kita monitor saja dan BI tugasnya menjaga [rupiah],” tambahnya.

Rupiah melemah 0,76% dan menyentuh Rp17.305/US$ pada 09:40 WIB. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan yang melemah.

Menyusul rupiah, ada peso Filipina, baht Thailand, ringgit Malaysia, won Korea Selatan, dolar Singapura, yuan China, dan yen Jepang. Hanya dolar Taiwan dan Hong Kong yang mencoba defensif meski perubahannya tipis saja 0,04% dan 0,02%.

Perang yang masih jauh dari kata damai, terus menggempur pasar energi dan menyebabkan gangguan pasokan energi akibat penutupan Selat Hormuz kembali.

Pelemahan rupiah juga menyengat pasar surat utang, dan menyebabkan aksi jual sejak kemarin. Kenaikan imbal hasil merata terjadi di hampir semua tenor.

Untuk tenor pendek seperti 1 tahun imbal hasil naik 2,5 bps ke 5,71%, disusul tenor 3 tahun naik 10,6 bps ke 6,21%. Imbal hasil tenor 5 tahun dan 6 tahun juga tercatat naik masing-masing 9,8 bps ke 6,46% dan 5,1 bps ke 6,47%.

Bank Indonesia (BI) terus berupaya meredam gejolak nilai tukar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen operasi moneter. Intervensi dilakukan di pasar offshore NDF, spot dan DNDF domestik.

Selain itu, BI juga memperluas operasi moneter valas, termasuk melalui instrumen spot dan swap dalam mata uang yuan offshore untuk mendukung rupiah serta memperluas transaksi menggunakan mata uang lokal. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Akibat Geopolitik, Harga Emas Terus Melemah

23 April 2026 - 19:35 WIB

Menang Gugatan Rp119 Triliun Lawan Hary Tañoe, Jusuf Hamka Sujud Syukur

23 April 2026 - 11:13 WIB

Beri Proyeksi Ekonomi Buruk, Bank Dunia Minta Maaf

21 April 2026 - 21:19 WIB

Harga Minyak Goreng Kemasan Naik, Mendag Ungkap Penyebab 

21 April 2026 - 21:09 WIB

Pertamax Turbo Tembus Rp 19.400 di Jakarta

21 April 2026 - 21:03 WIB

Kontribusi 2025 Hanya 25,6 %, Dewan Rekomendasi Bupati agar Naikkan PAD Jombang

21 April 2026 - 20:53 WIB

PKB Mobil Listrik: Wuling AirEV Rp3,78 Juta, BYD Atto 1 Rp4,95 Juta

20 April 2026 - 21:04 WIB

Gara-gara Perang Harga Obat RI Bisa Naik

20 April 2026 - 20:52 WIB

PT JFC Gugat Nany Widjaja Rp21,4 M, karena Gagal Bangun Realestat di Jombang

19 April 2026 - 21:31 WIB

Trending di Ekonomi