Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM- Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga sekitar 8 persen, dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan perumahan rakyat sebagai salah satu “mesin penggerak” utama.
Pemerintahan Prabowo memasang ambisi pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 8 persen dalam jangka beberapa tahun ke depan, dengan latar belakang ekonomi nasional yang masih berada di sekitar 5 persen di tahun‑tahun terakhir.
Target ini dikaitkan dengan penciptaan puluhan juta lapangan kerja, salah satunya lewat program‑program berbasis infrastruktur, sosial, dan produktivitas rakyat.
Peran MBG (Makan Bergizi Gratis)
Program MBG bertujuan menyediakan makanan bergizi gratis untuk masyarakat rentan, terutama anak‑anak, ibu hamil, dan keluarga miskin, dengan harapan meningkatkan kualitas SDM dan daya beli.
Secara ekonomi, MBG dihitung mampu mendorong aktivitas UMKM pangan, distribusi, dan tenaga kerja lokal, sehingga menjadi salah satu “pengungkit” pertumbuhan.
Program perumahan rakyat
Pemerintah mengandalkan program pembangunan rumah rakyat, termasuk rumah subsidi dan “3 juta rumah” untuk menurunkan backlog dan memperluas akses hunian layak bagi MBR.
Sektor perumahan dinilai kuat dalam menyerap tenaga kerja, memicu industri bahan bangunan, dan mendorong konsumsi rumah tangga, sehingga dijadikan salah satu tulang punggung menuju pertumbuhan 8 persen.
Jika Anda mau, saya bisa bantu susun rancangan naskah berita singkat (5–7 paragraf) dengan struktur lead, penjelasan MBG, program perumahan, dan tanggapan pelaku ekonomi atau analis.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang didorong oleh program MBG (Makan Bergizi Gratis) dan perumahan rakyat disampaikan ke publik pada Sabtu, 21 Maret 2026, saat ia memaparkan strategi pertumbuhan ekonomi di Jakarta.
Beberapa pemberitaan menambahkan bahwa penegasan target ini juga muncul dalam diskusi‑diskusi publik dan wawancara sekitar akhir Februari–Maret 2026, namun perumusan lengkap yang mengaitkan 8 persen dengan MBG dan perumahan rakyat pertama kali tersorot secara luas pada 21–22 Maret 2026. **











