Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Serapan Lulusan SMK Jatim Capai 91 Persen

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Wibisono | Editor:  Yobie Hadiwijaya

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM-Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tingkat lulusan SMK di Jawa Timur menunjukkan tren positif keterserapan tenaga kerja yang mencapai 91,46 persen.

Dari total 221.174 lulusan SMK di Jawa Timur, sebanyak 195.429 lulusan tercatat telah berpartisipasi dalam program Bekerja, Melanjutkan dan Berwirausaha.

Dengan Rincian sebanyak 55,83 persen lulusan bekerja, 20,79 persen berwirausaha, dan 14,84 persen melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Sementara itu, 7,05 persen lainnya tercatat menjalani pelatihan, kursus, mengurus rumah tangga dan persiapan studi lanjutan. Sedangkan angka pengangguran lulusan SMK tercatat 1,49 persen.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan tingkat keselarasan pekerjaan lulusan SMK Jatim dengan bidang keahliannya mencapai 69,43 persen, dengan rata-rata masa tunggu kerja hanya 3,38 bulan sesudah dinyatakan lulus.

Kemudian kepemilikan sertifikat keahlian lulusan tercatat mencapai 63,57 persen. Menurut Khofifah, capaian tersebut menunjukkan keselarasan kurikulum dan kompetensi dengan kebutuhan industri.

“Kebutuhan kompetensi industri berkembang sangat cepat. Karena itu, sektor pendidikan vokasi harus adaptif dan responsif terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja,” kata Khofifah, Selasa (12/5/2026).

Untuk melanjutkan tren positif tersebut, Pemprov Jatim terus mendorong penguatan Teaching Factory (TeFa) di seluruh SMK negeri maupun swasta.

Saat ini terdapat 298 SMK negeri dan 1.860 SMK swasta di Jawa Timur yang diwajibkan memiliki Teaching Factory di tiap jurusan.

Khofifah menilai keberadaan Teaching Factory penting dalam membentuk budaya kerja industri di lingkungan sekolah sehingga siswa terbiasa dengan standar mutu, disiplin dan ritme kerja industri.

“Upaya sekolah tidak hanya mengoptimalkan siswa saat praktik kerja industri, tetapi juga membiasakan suasana DUDI setiap waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Jatim mengatakan berbagai program terus dilakukan supaya lulusan SMK tidak menjadi penyumbang angka pengangguran.

Dindik Jatim juga mendorong siswa mengikuti program magang kerja luar negeri. Tercatat sebanyak 3.186 siswa kelas 12 dan 13 diusulkan mengikuti program tersebut.

Hasilnya sebanyak 1.734 lulusan SMK Jatim siap diberangkatkan sebagai pekerja migran profesional.

“Program-program tersebut merupakan upaya meningkatkan keterserapan lulusan sesuai kebutuhan industri, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Aries.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Terima 3.283 Aduan Desil

9 September 2026 - 19:12 WIB

Beras Kita Kemasan Baru untuk SPHP

8 September 2026 - 18:46 WIB

Pengenaan Pajak Minuman Berpemanis Tak Menentu

7 September 2026 - 19:56 WIB

Diskon Rp25.000 Bright Gas, Cek Waktunya

4 September 2026 - 20:00 WIB

Selama Menjabat Purbaya Janji Tak Ada Tax Amnesty

3 September 2026 - 18:42 WIB

Harga Kosmetik Berpotensi Naik karena Sertifikasi Halal

2 September 2026 - 18:53 WIB

Honda Super One Andalan Honda Jatim di GIIAS Surabaya 2026

27 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Ketua Apindo: Pasar Domestik Dibanjiri Produk Impor

25 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Harga Emas Naik, Antam Tembus Rp2.810.000 per Gram

25 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Trending di Ekonomi