Menu ✖

Mode Gelap

Ekonomi

Beras Kita Kemasan Baru untuk SPHP

badge-check


					Kemasan baru SPHP Perbesar

Kemasan baru SPHP

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Pemerintah sepakat mengganti nama dan kemasan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi “Beras Kita”. Identitas baru tersebut rencananya diluncurkan pada 20 Oktober 2026.

Zulkifli Hasan Menteri Koordinator Bidang Pangan mengatakan, perubahan nama dan kemasan itu telah disepakati pemerintah dalam Rapat Koordinasi Terbatas Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (7/9/2026).

“Oh, ini nanti akan dilaunching kemasan baru sekarang. Beras SPHP itu diganti namanya Beras Kita. Nah, kan bagus ya?” kata Zulhas.

Rapat tersebut dihadiri Zulhas bersama Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Tedi Bharata Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Ahmad Rizal Ramdhani Direktur Utama Perum Bulog, serta sejumlah pihak terkait.

Zulhas mengatakan, kemasan baru Beras Kita menggunakan warna yang telah disepakati bersama pemerintah. Identitas tersebut diharapkan membuat beras program pemerintah lebih mudah dikenali masyarakat***.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Melemah Empat Hari Berturut, Emas Antam Turun Rp10 Ribu

23 Oktober 2026 - 19:29 WIB

IHSG Terbaik Asia, 3 Hari Beruntun Naik

22 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Rute Domestik Libur Nataru Pemerintah Tanggung 100 % PPN Tiket

21 Oktober 2026 - 19:05 WIB

ESDM Janji Tuntaskan Antrean BBM Jatim Dua Hari

20 Oktober 2026 - 18:27 WIB

IHSG naik 4,16 persen atau 208,02 poin ke level 5204,63

20 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Pusat Pengembangan Bibit Ayam Petelur di Malang Senilai Rp3 T

13 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Kadin Desak Pemerintah Benahi Gas untuk Industri

13 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Pengusaha Minta Restitusi Pajak Jangan Macet: Bisnis Bisa Mati

13 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Hingga Kuartal III/2026 Penerimaan Cukai Rokok Elektrik Rp1,7 Triliun

9 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Trending di Ekonomi