Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Ferry Warjiyo: Saya tak Mampu Menahan Sendiri, 1 Dolar Rp 17.520 Terburuk Dalam Sejarah RI

badge-check

Penulis: Tansyafira L. Tirani  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA— Hari ini Selasa 12 Mei 2026, rupiah resmi pecah rekor terendah sepanjang sejarah Republik Indonesia: US$1 = Rp17.500, bahkan sempat menyentuh Rp17.520 di pasar spot .

Pasar keuangan nasional hari ini. Pukul 09.15 WIB, kurs rupiah resmi menembus angka psikologis Rp17.500 terhadap Dolar AS, bahkan sempat melorot ke Rp17.520/USD menurut data Bloomberg & Refinitiv .

Ini bukan sekadar pelemahan biasa, melainkan rekor terendah mutlak sepanjang sejarah Republik Indonesia, melampaui titik terburuk krisis 1998 dan 2020.

Dibuka pagi ini di posisi Rp17.478, rupiah terus merosot tanpa henti. Dalam waktu satu jam saja, nilainya tergerus lebih dari Rp40.

Di pasar uang dan tempat penukaran valas, kurs jual sudah tembus Rp17.650–Rp17.700 per Dolar, membuat biaya impor, BBM, listrik, dan harga barang kebutuhan pokok dipastikan melonjak tajam .

Pernyataan Analis

Lukman Leong – Analis Pasar Uang, Doo Financial Futures (Komentar 09.30 WIB):  “Ini rekor pahit nyata hari ini. Pemicu utama: Indeks Dolar AS menguat ekstrem, harapan damai AS-Iran meredup, harga minyak tembus US$98/barel, dan pasar khawatir penurunan bobot MSCI RI. Modal asing kabur deras. Tanpa intervensi kuat, hari ini juga bisa uji Rp17.550, pekan depan tembus Rp17.700”

Ibrahim Assuaibi – Pengamat Mata Uang & Komoditas (Komentar 10.00 WIB) “Saya tegaskan: ini titik terlemah mutlak. Lebih parah dari 1998. Tekanan campuran gejolak global + neraca dagang defisit 8 bulan berturut-turut. Hari ini warga harus siap: beras, daging, obat pasti naik tajam. Kalau tak kurangi impor & genjol ekspor, Rp18.000 bukan hal mustahil dalam 2 minggu”

Muhammad Chatib Basri – Ekonom Senior, Mantan Menkeu RI (Komentar 10.20 WIB) “Rekor Rp17.500 ini bukan kebetulan. Hari ini terlihat jelas cadangan devisa turun ke posisi US$102,8 miliar, terendah 4 tahun. Kepercayaan investor merosot. BI tak bisa berjuang sendirian—pemerintah harus potong belanja tidak produktif dan dorong ekspor sekarang juga”

Tom Lembong – Mantan Mendag/Kepala BKPM, Pengamat Ekonomi (Komentar 10.45 WIB): “Ini titik bahaya yang nyata hari ini. Rupiah jeblok jadi cermin struktur ekonomi yang rapuh—terlalu bergantung impor, ekspor tak tumbuh signifikan. Hari ini adalah alarm terakhir. Kalau dibiarkan, inflasi bisa tembus 7,5% dan daya beli rakyat hancur parah dalam 3 bulan”

Perry Warjiyo – Gubernur Bank Indonesia, langsubg melakukan,  konferensi pers 11.00 WIB).

“Saya konfirmasi hari ini rupiah tembus Rp17.500. BI sudah intervensi jual dolar US$2,1 miliar, naikkan suku bunga 25 bps ke 6,25%, perketat transaksi valas. Kami takkan biarkan terombang-ambing, tapi butuh dukungan semua pihak perbaiki fundamental ekonomi”

Prediksi Risiko

  • Rekor lama: Rp16.950 (Juli 1998) → Rekor baru: Rp17.520 (12 Mei 2026)
  • Pelemahan 7 hari terakhir: Rp122 per dolar
  • Dampak langsung: Inflasi diproyeksi 6,8% akhir Mei, 7,3% Juni 2026.**
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Muncul Ormas Yakusa Meneges di Kediri, Didirikan Gus Thuba Cucu Kiai Kharismatik Gus Mi

12 Mei 2026 - 12:30 WIB

Babinsa Grati Ringkus Lansia Pencuri Motor Bawa Bonded, di Depan SDN1 Kalipang Pasuruan

11 Mei 2026 - 22:56 WIB

Kapolda Lampung Kerahkan 800 Personel Memburu Penembak Brigpol Arya Supena

11 Mei 2026 - 21:28 WIB

ESDM: Mandatori B50 Tetap Juli 2026, Tapi Bisa Ditunda

11 Mei 2026 - 19:52 WIB

Kuota 50.000 Rumah Subsidi Jatim, Tantangan Lahan Jadi Sorotan

11 Mei 2026 - 19:38 WIB

Keracunan Menu MBG Timpa 197 Siswa SD-SMP Tembok Dukuh Surabaya, Baru Pertama Dapat Sajian Daging

11 Mei 2026 - 19:14 WIB

Ketua Dewan Hadi Atmaji: Persilakan Bupati Jombang Sempurnakan Raperda Jasa Bangunan

11 Mei 2026 - 18:16 WIB

125 Warga Sidoarjo Jalani Operasi Katarak Gratis dari PT Pegadaian XII Surabaya

11 Mei 2026 - 14:48 WIB

Jasad Mahasiswa Jombang Ditemukan di Saluran Irigasi Megaluh, Diduga Korban Laka Tunggal

11 Mei 2026 - 14:08 WIB

Trending di Nasional