Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
SRAGEN, SWARAJOMBANG.COM-– Sebuah ruang kelas di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Sambunganyar—sering juga disebut MIM Karanganyar, Dukuh Bulu, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, ambruk total tepat saat jam pelajaran sedang berlangsung.
Peristiwa ini terjadi sekitar Pukul 07.45 WIB, Selasa, 12 Mei 2026, pada saat siswa kelas 4 dan guru sedang asyik mengikuti mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Suasana tenang berubah seketika jadi hiruk-pikuk kepanikan. Awalnya terdengar bunyi kretek keras dari rangka atap, disusul rontokan serpihan kayu dan genteng.
Belum sempat siswa dan guru menyelamatkan diri, seluruh struktur atap dan dinding penyangga ambruk menimpa ruangan seluas 6×8 meter itu.
Beruntung, warga sekitar dan guru lain yang mendengar jeritan segera berlarian membantu mengangkat reruntuhan untuk menyelamatkan korban yang terjebak.
Delapan Korban
Sebanyak 8 orang menjadi korban, terdiri dari 7 siswa dan 1 orang guru, semuanya sudah berhasil dievakuasi ke rumah sakit terdekat:
- Nurul Eka Ismiyati (38 thn) – Guru pengampu, luka robek di dahi, syok berat, dirawat di RSU Amal Sehat
- Arka Maulana (10 thn) – Patah tulang kaki kanan, luka kepala, dirujuk ke RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro
- Salma Azzahra (9 thn) – Luka robek punggung, memar di lengan
- Raka Pratama (10 thn) – Patah tulang jari, benturan bahu
- Siti Aminah (9 thn) – Memar kepala dan kaki, syok ringan
- Daffa Saputra (10 thn) – Luka lecet parah, benturan punggung
- Anindya Putri (9 thn) – Memar tubuh bagian belakang
- Fajar Ramadhan (10 thn) – Luka sayat di tangan, syok
Hingga berita ini diturunkan, semua korban dalam kondisi sadar dan stabil, tidak ada korban jiwa meski sempat ada kekhawatiran tertimbun reruntuhan.
H. Slamet Riyadi, S.Pd.I. selaku Kepala MIM Sambunganyar memberikan keterangan haru di lokasi kejadian sekitar pukul 09.30 WIB.
“Ini musibah yang tak pernah kami bayangkan. Gedung ini dibangun tahun 1979, terakhir direnovasi ringan tahun 2003. Kami sudah lapor berkali-kali ke yayasan dan dinas terkait soal kayu penyangga yang makin lapuk, tapi keterbatasan dana selalu jadi kendala,”
“Pagi ini kami dengar bunyi aneh, baru mau diminta siswa pindah, eh langsung runtuh. Saya merasa sangat bersalah, ini anak-anak amanah warga. Syukurlah nyawa mereka selamat. Kami hentikan semua kegiatan belajar sampai ada kepastian keamanan total”.
Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Sragen, Wawan Suranto, membenarkan laporan kepala sekolah.
“Kami akui keterbatasan dana perawatan gedung swasta seperti ini. Kami bantu evakuasi dan penanganan medis, segera susun rencana perbaikan mendesak”.
Dugaan
Penyebab ruang kelas itu roboh, karen isia bangunan sangat tua. Berdiri 47 tahun lalu, struktur kayu sudah lapuk dimakan rayap, tiang penyangga keropos tak terlihat dari luar
Kurang perawatan berkala: Renovasi terakhir lebih dari 23 tahun silam, tak ada dana rutin perbaikan.
Tekanan beban, genteng tanah liat berat ditambah atap asbes menambah beban struktur yang sudah lemah
Camat Sambungmacan, Edi Susanto, turun langsung memimpin evakuasi tersebut.
“Kami amankan lokasi total. Pagi ini juga perintahkan inspeksi mendadak ke 42 gedung madrasah/sekolah swasta se-kecamatan. Pemerintah kabupaten siapkan bantuan perawatan korban dan darurat gedung. Tim teknis dinas PU dan Pendidikan segera turun menyelidiki penyebab pasti”.
Kepala Bidang Madrasah Kemenag Sragen, Dra. Sri Wahyuningsih, menambahkan, “Seluruh siswa dialihkan belajar sementara di ruang serba guna Masjid Sambunganyar mulai besok. Kami usulkan anggaran bantuan rehabilitasi total ke provinsi hari ini juga.” **











