Menu

Mode Gelap

Nasional

Gaikindo Buka Suara Terkait Impor Pikap dari India

badge-check


					Gaikindo Buka Suara Terkait Impor Pikap dari India Perbesar

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menegaskan industri otomotif nasional sebenarnya memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial ringan, termasuk segmen pick-up di dalam negeri.

Ketua Harian Gaikindo Anton Kumonty mengatakan, pelaku industri telah melakukan berbagai kajian untuk menyesuaikan pengembangan platform kendaraan niaga dengan karakteristik kebutuhan usaha di Indonesia.

“Kami dari industri otomotif Indonesia telah menjalankan berbagai studi untuk menyesuaikan perkembangan platform kendaraan komersial untuk memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan usaha di dalam negeri, sehingga kami memiliki pengetahuan untuk membuat jenis kendaraan yang sesuai,” ujar dia dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).

Ia menambahkan, dari sisi produksi, industri nasional juga siap mengakomodasi permintaan pasar.

“Selain itu, kami juga memiliki kemampuan dan juga kapasitas untuk mengakomodir seluruh kebutuhan kendaraan komersial di dalam negeri,” kata dia.

Saat ini, Gaikindo mencatat total kapasitas produksi pkap dari para anggotanya mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun.

Produksi kendaraan niaga ringan tersebut dilakukan oleh sejumlah pabrikan, seperti PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia, PT Sokonindo Automobile, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, dan PT Astra Daihatsu Motor.

Menurut asosiasi, optimalisasi produksi dalam negeri akan memberikan efek berantai yang besar terhadap ekosistem industri.

Satu unit kendaraan terdiri dari lebih dari 20.000 komponen yang melibatkan ribuan perusahaan pemasok, termasuk industri kecil dan menengah, serta menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja di seluruh rantai industri bersama Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM).

Pernyataan tersebut menjadi sorotan di tengah rencana impor 105.000 unit mobil pick-up dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Sebelumnya, Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota menegaskan pihaknya telah mengundang hampir seluruh produsen lokal untuk mengikuti proses pengadaan.

“Kami melakukan prosedural pengadaan sesuai dengan standar pengadaan, yaitu mulai dari klarifikasi, kualifikasi, negosiasi, dan setelah di ujung ya harus ada kesepakatan,” kata Joao dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Namun dalam proyek berskala besar tersebut, Agrinas membutuhkan harga yang lebih kompetitif. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Basalamah Mengaku tak Tahu Uang Rp8,4 Miliar yang Diserahkan ke KPK

24 April 2026 - 15:24 WIB

Ketua DPRD Magetan Suratno Ditahan Kejari, Tangis Pecah Saat Digiring ke Mobil Tahanan

23 April 2026 - 21:28 WIB

Belum Sembulan Terjadi Lagi, Pria Misterius Tewas Loncat dari Jembatan Kembar Cangar

23 April 2026 - 16:31 WIB

Gempa 3.8 Magnetudo Guncang Buleleng Bali dan Timor

23 April 2026 - 15:37 WIB

Turis India Embat Handuk hingga Keset di Ubud Bali

23 April 2026 - 14:43 WIB

Bocah SD Jatuh dari Ketinggian 8 Meter di Pasar Serangan

23 April 2026 - 14:29 WIB

Menang Gugatan Rp119 Triliun Lawan Hary Tañoe, Jusuf Hamka Sujud Syukur

23 April 2026 - 11:13 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme (1): Ketika Kekerasan Jadi Pilihan Aksi

22 April 2026 - 18:54 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital Makin Berkibar, Jadi Pilihan Pasien Indonesia 

22 April 2026 - 11:56 WIB

Trending di Headline