Menu

Mode Gelap

Politik

Tokoh Pondok Tebuireng Sumbang Pemikiran di Konferensi IF20

badge-check


					Ketua Badan Wakaf Pesantren Tebuireng KH Abdul Halim Mahfudz (ketiga dari kanan), bersama delegasi Indonesia dan Vice President G20 Interfaith Forum, Prof. Katherine Marshall. (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono) Perbesar

Ketua Badan Wakaf Pesantren Tebuireng KH Abdul Halim Mahfudz (ketiga dari kanan), bersama delegasi Indonesia dan Vice President G20 Interfaith Forum, Prof. Katherine Marshall. (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono)

Penulis: Anwar Hudijono | Editor: Hadi S Purwanto

JOMBANG, SWARAJOMBANG.com – Ketua Badan Wakaf Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Halim Mahfudz memberikan sumbangan pemikiran pada Konferensi IF20 (Interfaith Forum 20) yang diselenggarakan G20 Interfaith Forum Association dan Interfaith Alliance for Safer Communities di New Delhi, India, 7-9 Mei 2023.

Dalam konferensi yang diikuti 29 negara ini, Gus Im – panggilan akrab KH Halim Mahfudz – bergabung dalam delegasi Indonesia bersama antara lain, Prof Amin Abdullah, anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Inayah Rohmaniyah, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Di samping itu, Matius Ho, Direktur Eksekutif, Institut Leimena, Alpha Amirrachman, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah, Prof Siti Ruhaini Dzuhayatin, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) RI.

Gus Im yakin forum lintas agama ini bisa meningkatkan komitmen dan keutuhan para delegasi negara ke depan melalui kerja sama yg lebih baik dan lebih tepat bagi kemanusiaan.

“Kami memberikan sumbangan pemikiran membangun kerja sama global memperbaiki kehidupan umat manusia termasuk program Lintas Keagamaan Lintas Budaya (LKLB). Para pemikir ini dari akademia, pesantren dan aktivis civil society berniat memberikan sumbangan pikiran untuk Indonesia di masa depan,” ujar Gus Im.

Dia menilai pentingnya kerja sama lintas agama dan lintas kepercayaan, lintas sektor bahkan mengusulkan program berdasarkan pola hubungan pentahelix atau lima pilar antara civil society, pemerintahan, dunia usaha, kalangan akademia, dan media untuk bersama memberikan perhatian dan pemikiran membangun kemanusiaan.

“Di era komunikasi ini pola pendekatan pentahelix bermanfaat membangun saling pengertian di atas kepentingan ke lompok dan agama menuju konsep rahmatan lil Al-Amin,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dewan Jombang untuk Pertama Kali Kunjungan Kerja ke Titik Nol Ploso, Kelahiran Bung Karno

21 Mei 2026 - 11:46 WIB

Unhan Belanja Swakelola Semir dan Sikat Sepatu Rp1,52 M, Anggaran dari BGN

18 April 2026 - 11:13 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 7): Ketika Negara Menjadi Bandar Candu

16 April 2026 - 16:18 WIB

Aksi Massa PMII Samarinda di Kantor Gubernur Kaltim: Ajukan 10 Tuntutan kepada Rudy Mas’ud

12 April 2026 - 15:35 WIB

DPRD Jombang Sahkan Perda Pariwisata 2026-2045, Warsubi Siapkan Anggaran Rp50 Miliar

12 April 2026 - 11:42 WIB

APM-Kaltim Dirikan Posko Siapkan Demo Besar 21 April: Tuntut Pemakzulan Gubernur Rudy Mas’ud

12 April 2026 - 11:14 WIB

AMP-KT Rilis Undangan Publik Aksi Demo: Lengserkan Rudi Mas’ud 21 April 2026

10 April 2026 - 17:23 WIB

Muncul Video dan Gambar Iran Sedang Menginterogasi Pria Berpakaian Pilot, Pasca F-15E dan A-10 Warthog Ditembak Jatuh

5 April 2026 - 09:55 WIB

Jepang Komitmen Investasi ke Indonesia Rp 380 Triliun, Presiden Prabowo Bertemu Perdana Mentri Sanaei Takaichi

2 April 2026 - 17:59 WIB

Trending di Ekonomi